Reporter: Moch. Nur Rofiq
bloktuban.com - Mengawali tahun 2026, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Koesma Tuban mengambil kebijakan mutasi pegawai dalam skala besar. Langkah tersebut dilakukan pada Selasa (13/1/2026) sebagai bagian dari strategi efisiensi sumber daya manusia.
Tercatat sebanyak 82 pegawai terdampak kebijakan mutasi ini. Perpindahan tersebut hampir merata dan menyasar berbagai unit pelayanan yang ada di RSUD dr Koesma Tuban.
Kebijakan ini pun menuai perhatian publik. Pasalnya, rumah sakit milik Pemkab Tuban tersebut belum lama ini meresmikan Instalasi Pelayanan Intensif Terpadu (IPIT). Sejumlah pihak menilai, kehadiran fasilitas baru semestinya diiringi dengan penambahan tenaga, bukan justru mutasi dalam jumlah besar.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Koesma Tuban, drg. Heni Purnomo Wati, menegaskan bahwa mutasi pegawai tidak akan berdampak pada kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat. Ia memastikan pelayanan, baik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun ruang rawat inap, tetap berjalan normal.
“Ini bagian dari efisiensi pegawai. Insyaallah, setelah kami memaksimalkan beban kerja pegawai, pelayanan tidak akan terganggu,” ujarnya.
Lebih lanjut, drg. Heni menjelaskan bahwa pegawai yang dimutasi tidak diberhentikan, melainkan dialihkan ke instansi lain yang membutuhkan. Khusus tenaga kesehatan, penempatannya akan difokuskan pada puskesmas di wilayah Kabupaten Tuban.
Sementara itu, pegawai non-kesehatan akan disesuaikan dengan kebutuhan instansi tujuan berdasarkan kompetensi yang dimiliki.
“Nantinya, sebagian besar pegawai akan dipindahkan ke puskesmas,” imbuhnya.
Terkait kekhawatiran masyarakat akan kemungkinan menurunnya mutu pelayanan akibat mutasi besar-besaran tersebut, pihak RSUD dr Koesma menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi pelayanan masih terkendali.
“Kami melakukan rolling pegawai yang masih memungkinkan serta mengatur jumlah dan pola shift. Alhamdulillah, hampir satu minggu berjalan, pelayanan masih dapat berjalan dengan baik,” bebernya.
Meski demikian, manajemen RSUD dr Koesma tetap membuka ruang evaluasi atas kebijakan tersebut. Apabila di kemudian hari ditemukan gangguan pelayanan, langkah penyesuaian akan segera dilakukan.
“Jika nanti pelayanan terganggu, kami akan melakukan evaluasi dan memaksimalkan tenaga magang terlebih dahulu,” pungkasnya.
This article shows strong organization and clarity, helping readers stay engaged and informed throughout the entire reading experience from beginning. https://infosehat.jimdosite.com/