Mengenang Letda Soetjipto, Pejuang yang Membuat Belanda Kewalahan di Tuban (Bag 1)
Arsip: blokTuban.com

Reporter: Edy Purnomo

blokTuban.com – Nama Letda Soetjipto diabadikan menjadi nama jalan dan patung di sisi barat Kota Tuban. Di balik nama tersebut terdapat kisah seorang pejuang yang pernah memimpin pasukan gerilya menghadapi tentara Belanda pada masa Agresi Militer II.

Letda Soetjipto bersama pasukannya berada dalam wilayah perjuangan Tuban-Bojonegoro di bawah komando Letkol Soedirman, Komandan Resimen XXX Brigade Ronggolawe yang bermarkas di Kabupaten Bojonegoro.

Pada 6 Januari 1949, Soetjipto mendapat perintah menggeser pasukannya dari Saringembat, Singgahan, menuju Tuban. Ia membawa dua regu yang dipimpin Sidiq dan Jaenuri.

Setelah melalui Jojogan dan Montong, pasukan tersebut tiba di Merakurak pada 9 Januari 1949. Dari sana mereka bergerak menuju Mondokan dengan dua penunjuk jalan, Joko Basuki dan Suwondo.

Sekitar pukul 10.00, pasukan tiba di Mondokan. Saat beristirahat, mereka mendapati adanya pasukan Belanda dari arah timur.

Soetjipto kemudian memerintahkan pasukannya mengambil posisi di tegalan atau kebun di sisi selatan jalan. Mereka juga memasang rintangan untuk memperlambat kendaraan Belanda.

Strategi tersebut berhasil. Ketika kendaraan Belanda mendekati lokasi, lajunya melambat. Soetjipto kemudian memberikan aba-aba serangan.

Tembakan pasukan gerilya membuat pasukan Belanda kewalahan. Baku tembak berlangsung beberapa menit sebelum pasukan Belanda akhirnya mundur ke arah timur sambil membawa anggotanya yang terluka.

Pasukan Soetjipto kemudian menemukan truk yang ditinggalkan Belanda. Kendaraan tersebut dirusak dan dibakar sebelum mereka meninggalkan lokasi.

Belanda kemudian mendatangkan pasukan bantuan dari pos mereka di sekitar alun-alun Tuban. Namun, Soetjipto telah lebih dahulu memerintahkan pasukannya mundur.

Pasukan Belanda kemudian menembakkan mortir ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi persembunyian gerilyawan. Dalam serangan tersebut, dua penunjuk jalan, Joko Basuki dan Suwondo, terluka.

Peristiwa di Mondokan menjadi salah satu catatan perjuangan Letda Soetjipto dalam menghadapi pasukan Belanda di Tuban. Keterbatasan persenjataan dihadapi dengan keberanian, pemilihan medan dan strategi gerilya.

Sumber:

1. Panitia Penyusunan Sejarah Brigade Ronggolawe, Pengabdian Selama Perang Kemerdekaan Bersama Brigade Ronggolawe, 1985.
2. Dewan Harian Cabang 45, Riwayat Singkat Letda Soetjipto.
3. Arsip pemberitaan blokTuban.com, “Letda Soetjipto, Mimpi Buruk Pasukan Belanda di Tuban”, 17 Agustus 2017.