Jadi Penghasil Bunga Kenanga dan Pandan Wangi di Tuban, Begini Asal-usul Desa Bogorejo

Oleh : Nurul Mu’affah

blokTuban.com - Setiap daerah, pasti memiliki history ataupun legenda yang melekat diingatan masyarakat, tak terkecuali di Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Daerah yang memiliki letak wilayah yang sangat strategis, dengan wilayah kurang lebih seluas 249.000 Ha. 

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Kasrin mengatakan jika Desa yang berbatasan langsung dengan Desa Sugihawaras tersebut merupakan sebuah pedukuhan yang dahulu telah dikenal, bernama Dusun Mulung, yang dipercayai oleh masyarakat dengan hal-hal yang keramat. 

Dimana terdapat tempat keramat berupa sumber mata air besar dan jernih, yang setiap harinya dikunjungi oleh masyarakat setempat, dengan tujuan untuk mengambil air demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Disekeliling sumber mata air itu, juga terdapat pohon "BOGO" yang menjadi cikal bakal dari nama Desa Bogorejo tersebut. 

“Jadi asal-usulnya nama Bogorejo itu diambil dari Pohon "BOGO", yang setiap harinya sangat Rejo (ramai) karena dikunjungi banyak orang. Disitu ada sebuah mata air yang besar dan semua warga ambil airnya di sana, sehinggo mbesuk nek ono rejaning jaman deso iki tak jenakno desa Bogorejo," ungkapnya, Rabu (16/8/2023). 

Selain itu, Kasrin juga menambahkan jika Desa Bogorejo ini, berdiri sejak Tahun 1938 yang lalu, dengan Kepala Desa pertama bernama Lasiyo, yang saat ini posisinya digantikan oleh Nurul Ikhtiar. 

Adapun produk unggulan, yang saat ini masih menjadi andalan desa yaitu Jamu Gendong, yang merupakan produk minuman berbahan rempah-rempah alami. Seperti kunyit, kencur dan lain sebagainya. Nama jamu gendong sendiri, disematkan lantaran pada zaman dahulu, masyarakat setempat menjual jamu dengan cara digendong. 

Selain menjual jamu gendong, masyarakat di Desa Bogorejo juga mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, dengan sebagian besar hasil pertaniannya berupa padi. 

Sementara Tokoh Masyarakat lainnya, Kasmudi menambahkan bahwa Desa Bogorejo, juga terkenal dengan Bunga Kenanga dan juga Pandan Wangi, yang keberadaannya sangat mudah untuk ditemukan. 

Oleh karena itu, banyak masyarakat setempat yang memanfaatkan keberadaan Bunga Kenanga, sebagai minyak dan bunga sekar. Sedangkan Pandan Wangi, biasanya dijual masyarakat hingga ke luar kota, yang biasa digunakan sebagai penyedap makanan, minyak serta bunga sekar. 

“ Minimal satu hari itu satu ton, apalagi hari raya itu bisa lebih," pungkasnya.[Rul/Dwi]

 

*Penulis merupakan mahasiswa aktif  Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang magang di blokTuban.com. 

 

Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS