Pengusaha Krupuk di Tuban Keluhkan Kenaikan Harga Bahan Pokok

Reporter : Savira Wahda Sofyana

blokTuban.com - Krupuk merupakan salah satu makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Selain sebagai teman saat menyantap makanan, krupuk juga dapat menjadi cemilan yang cocok saat sedang bersantai. 

Itulah sebabnya, saat ini banyak juga masyarakat yang melirik peluang tersebut, sebagai usaha dengan hasil yang menggiurkan. Namun, dalam menggeluti usaha tersebut, banyak tantangan atau kendala yang dihadapi oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) makanan, salah satunya harga bahan pokok yang melonjak. 

Salah satu pengusaha Krupuk di Kabupaten Tuban, yang merasakan dampak dari meroketnya harga bahan pokok ialah Widodo. Pengusaha Krupuk Ngebong ini berasal dari Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. 

"Kita para pelaku usaha mikro untuk saat ini memang sedang terpuruk, dengan kondisi  bahan baku yang sangat meroket," ujarnya saat dikonfirmasi oleh blokTuban.com, Minggu (18/9/2022). 

Baca juga :

Produk UMKM Binaan Pertamina Ludes Terjual di Tong Tong Fair 2022 Belanda

Diboyong Pertamina ke Belanda, Ini Stratgi 455 UMKM Binaan Go Global Bersaing

Semangati UMKM Binaan Pertamina di Tong Tong Fair Belanda, Ini Pesan Erick Thohir

Pasalnya, dengan kondisi tersebut sangat mempengaruhi pendapatan atau omzet penjualan yang dihasilkan oleh Widodo dari hasil berjualan Krupuk bawang ini. 

Menurutnya dalam sehari, usaha yang dirintis ayah dari dua orang anak sejak tahun 2013 silam itu, mampu memproduksi sekitar 50 kilogram bahan baku mentah krupuk dalam sehari. 

"Kalau sudah dalam kondisi matang kira-kira 500 bal per hari. Kita memang sangat terpuruk dengan bahan baku yang meroket, karena pengaruh dengan pendapatan karena HPP terlalu tinggi," sambungnya. 

Untuk menghadapi kenaikan harga bahan pokok ini sendiri, pria berusia 44 tahun ini hanya bisa mengurangi volume kemasan dari produknya tersebut. Sebab, ia tidak bisa menaikkan harga jualnya karena sudah merupakan harga paten untuk pemasarannya.

Sampai saat ini, untuk satu kemasan Krupuk bawang pria ramah ini menjualnya dengan harga Rp4 ribu untuk harga toko. Sedangkan untuk harga jual dibandrol Rp5 ribu. Sementara untuk agen dijual dengan harga Rp3,5 ribu. 

"Kalau untuk menaikkan harga biasanya sangat sulit karena ini spek harga paten, yang bisa hanya menurunkan volume kemasan. Ini menurut saya pribadi untuk spek usaha yang saya geluti sudah maksimal, tidak bisa diturunkan lagi," jelasnya. 

Dengan demikian ia berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban  kedepannya bisa menekan harga bahan pokok di pasaran, sehingga pendapatan dari pelaku usaha bisa maksimal. 

"Semoga bahan baku bisa terpenuhi dengan harga yang stabil, sehingga pelaku usaha bisa maksimal, baik pendapatan maupun putarannya. Selain itu juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, karena kita juga menggunakn jasa tenaga dari tetangga dan saudara, sehingga bisa membuka lapangan kerja baru bagi sekitar," imbuhnya. [Sav/Ali]

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS