Tarif Baru Angkot Kuning di Tuban Setelah BBM Naik untuk Penumpang Umum, Mahasiswa dan Pelajar

Reporter : Muhammad Nurkholis

blokTuban.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) begitu terasa bagi sendi transportasi di Kabupaten Tuban. Salah satunya angkutan umum, dengan trayek Tuban Kota untuk penumpang umum, mahasiswa, hingga pelajar. 

Informasi yang dihimpun blokTuban.com dari para sopir angkutan umum, bahwa setelah BBM naik harga menaiki land kuning naik Rp1000. Para sopir angkot kebingungan dengan kenaikan BBM, tetapi jumlah penumpang kian sepi. 

“Naiknya BBM ya berat bagi kami supir angkot. Terlebih lagi untuk penumpang yang semakin berkurang serta dengan penghasilan yang masih sama mengakibatkan nanti penghasilan kita berkurang,” ujar supir angkot Muhammad Sabri (50) kepada blokTuban.com, Senin (5/09/2022).

Sabri menambahkan, semula dirinya mengisi BBM untuk angkotnya Rp70.000 dalam sehari. Setelah BBM naik, maka harus mengisi Rp100.000 dalam sehari. Selisih tersebut baginya berat, karena dengan kondisi ekonomi yang baru beranjak pulih pasca pandemi Covid-19. 

Baca juga :

Pasca Kenaikan BBM, Beras hingga Cabai di Tuban Melonjak

Sabtu 3 September 2022 BBM Naik : Segini Harga Baru Pertalite, Solar dan Pertamax

Demo Tolak Kenaikan BBM, DPC GMNI Tuban Minta Presiden Usut Pemburu Rente Subsidi BBM

Dia menjelaskan, harga naik angkutan di Tuban Kota sebelum harga BBM naik sebesar Rp4.000 untuk penumpang umum, mahasiswa Rp3.000 dan pelajar Rp2000. Sekarang harga baru untuk umum Rp5.000, mahasiswa Rp4000 dan pelajar Rp3.000.

"Kami tidak memiliki harapan. Hanya bisa pasrah dengan keadaan mau gimana lagi BBM naik kita tidak bisa apa-apa," imbuh sopir angkot sejak 1990 ini.

Diketahui, rute angkot kuning beroperasi dimulai dari Pasar Baru, Polres, Patung Letda Soecipto, sampai Rest Area, Manunggal dan kembali ke Pasar Baru. Untuk penumpang sendiri masih didominasi oleh anak sekolah dengan rata-rata 20 sampai 30 penumpang setiap harinya.

Dalam sehari, sopir angkot kuning mendapatkan Rp150 sampai Rp170 ribu dipotong Rp100.000 untuk bahan bakar. Jadi, tinggal Rp50 sampai Rp70 ribu bersih. Para sopir akan mendapat hasil lebih sedikit, manakala menyewa kendaraannya karena harus setor kepada pemilik angkot.

Sedangkan salah satu penumpang angko kuning, Marfuah (45) memaklumi kenaikan tarif angkot kuning di Bumi Ranggalawe. 

"Memang BBM benar-benar naik mau gimana lagi," tutupnya. 

Pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk tiga jenis produk yaitu Solar, Pertalite, dan Pertamax non subsidi. Kenaikan harga tersebut berlaku pada Sabtu (3/9/2022) mulai pukul 14.30 Wib. 

Harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi 10.000 per liter, lalu solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi 6.800 per liter. Sedangkan Pertamax nonsubsidi dari Rp 12.500 menjadi 14.500 per liter. [Nur/Ali]

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS