17:00 . Hibah Keagamaan Tuban 2022 Totalnya Rp4,75 Milyar, Insentif Ribuan Guru TPQ Telah Ditransfer   |   16:00 . KPU Jatim: Regulasi, Teknologi dan Kepemiluan Harus Dikuasai Seluruh Devisi KPU   |   15:00 . Makam Sakral di Desa Pakis Tuban Konon Mertua Ronggolawe   |   14:00 . Pemotor Tewas di Jalan Pantura Tuban Usai Menabrak Truk Parkir   |   13:00 . Persatu Tuban Diperkuat 13 Pemain Lokal, Pelatih Medy : Masih Kurang 12 Pemain Lagi   |   12:00 . Ini Rute Menuju Bukit Lei Tuban, Lokasi Liga Paralayang Jatim Seri 2   |   10:00 . Gubernur Khofifah dan Bupati Lindra Apresiasi Pasar Murah Ika Unair Tuban   |   09:00 . Harga Cabai dan Bawang Merah Tuban Anjlok, Sayur Mayur Merangkak Naik   |   08:00 . Sinopsis dan Deretan Artis di Film Horor Jailangkung Sandekala   |   07:00 . Ikuti Laga Persahabatan Trofeo Tuban, Cara TPPI FC Jaga Kebugaran Karyawan   |   06:00 . Prediksi Cuaca Tuban 26 September 2022: Sebagian Berawan   |   05:00 . Pengunjung Main Sepuasanya dengan Ikan Mas di Wisata Pelang Tuban   |   16:00 . Kondisi Akses Jalan di Desa Patihan Tuban Dikeluhkan Warga   |   15:00 . Kalpataru, Peninggalan Sunan Bonang Tuban Mengandung Pesan Kedamaian   |   14:00 . Enam Museum Indonesia Pamerkan Benda Bersejarah di Tuban   |  
Tue, 27 September 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

SLP, Mendorong Petani Mandiri

bloktuban.com | Friday, 31 December 2021 13:00

SLP, Mendorong Petani Mandiri

Reporter : -

blokTuban.com - Lasmidi, warga Desa Brabowan, Kabupaten Bojonegoro, sangat bangga dengan capaiannya dalam pemakaian pupuk organik. 

“Dulu, saya menggunakan 700 kg pupuk kimia untuk lahan seluas lima hektar. Sekarang, cukup 75 kg,” ujarnya. Lasmidi menjelaskan sebagian besar kebutuhan pupuk dipenuhi dari pupuk cair organik dan kompos. 

Perubahan pola ini merupakah salah satu buah Program Sekolah Lapangan Pertanian (SLP) yang diinisiasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas dan bermitra dengan lembaga swadaya masyarakat bernama Yayasan Daun Bendera Nusantara (Field Indonesia). 

Program dilaksanakan untuk menjawab tantangan yang dihadapi para petani, misalnya pengetahuan ilmu pertanian yang terus berkembang, ketergantungan pada pupuk kimia, strategi pemasaran, dan sebagainya.  Pelaksanaannya dimulai  pada 2019 dengan melibatkan petani lokal secara partisipatif, SLP juga maknai sebagai wadah belajar petani bersama. 

Para petani difasilitasi untuk berbagi pengalaman dan juga permasalahan oleh seorang petani pemandu. Hasil dari diskusi kelompok  kemudian dipraktekkan pada petak lahan uji coba. Ada 2 petak, digunakan untuk bertanam sesuai dengan kebiasaan lama petani. 

Petak kedua digunakan untuk menerapkan metode baru bertani sebagaimana dibahas dalam diskusi kelompok. SLP juga memiliki kurikulum dan pertemuan rutin yang terjadwal. Ada juga model   pembelajaran tematik, yaitu sarana belajar bersama dengan topik ditentukan sendiri oleh para petani. 

Kegiatan lainnya adalah “Studi Petani”, yaitu upaya riset bersama terkait pertanian. Studi ini mencakup pemanfaatan lahan pekarangan, pengolahan pasca panen, dan sebagainya. Semua itu bermuara pada upaya mengoptimalkan potensi komoditas desa agar lebih memberikan nilai tambah pada petani. 

Program ini telah menghadirkan manfaat nyata bagi para petani. Lasmudi salah satunya. Tak hanya mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia secara signifikan, para pembeli berasnya juga menyampaikan bahwa nasi yang dihasilkan dari beras tersebut jauh lebih enak, jika dibandingkan dengan beras sebelumnya saat masih menggunakan pupuk kimia. 

“Program SLP ini merupakan wujud kontribusi perusahaan pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani,” ujar Ichwan Arifin, External Affairs Manager EMCL.[ono]

 

Tag : sekolah lapang, mcl, petani



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 20 September 2022 05:00

    Opini

    Menata (Serius) Kompetisi Olahraga ?

    Menata (Serius) Kompetisi Olahraga ? Ada celetukan yang sering muncul di antara teman-teman pelatih olahraga begini, latihan terus menerus tanpa bertanding itu sama artinya dengan merasa hebat tapi tidak teruji dan terbukti. Latihan terus tanpa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat