19:00 . Wasit Keluarkan 2 Kartu Merah, Tim Salafiyah Kholidiyah Plumpang Lolos FInal   |   18:00 . Nurul Qur’an Bancar Kebobolan 8 Gol, Kesebelasan Mutholibul Huda Jenu Lolos Final   |   17:30 . Trending! Nathalie Holscher Gugat Cerai Sule, Putri Delina Disebut Biang Keladi   |   17:00 . Manganan di Gedongombo Tuban : Berharap Tanaman Lebih Subur   |   16:00 . Tumpah Ruah 1.700 Warga Gedongombo Tuban Manganan di Makam Syeh Maulana Iskhak Al-Maghribi   |   15:00 . Persiapan Wukuf, Jemaah Haji Asal Tuban Mulai Geser ke Arafah   |   14:00 . Harga Bawang Putih di Tuban Naik Ikuti Bawang Merah, Hampir Setara Minyak Goreng Kemasan   |   13:00 . 10 Destinasi Wisata di Tuban Pas Banget Buat Liburan Idul Adha, Buruan Piknik!   |   12:00 . Meraup Cuan dari Usaha Tusuk Sate Jelang Idul Adha di Tuban   |   11:30 . Tusuk Sate Tuban, Usaha Keluarga Sejak 1987   |   11:00 . Ramalan Shio 7 Juli 2022: Bisa Jadi yang Kalian Butuhkan Adalah Healing!   |   10:30 . Bakal Tusuk Sate di Tuban Dijemur Sehari   |   10:00 . Lowongan Kerja Lulusan SMA hingga S1 Ada 10 Formasi di PT Indofood Group   |   09:30 . Kampung Tusuk Sate di Tuban   |   09:00 . Prestasi Tuban di Porprov Jatim VII Melesat, Mas Bupati Turun Langsung hingga Atlet Pecahkan Rekor   |  
Thu, 07 July 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Bantu Pembudidaya Ikan, Dosen Unirow Dapat Hak Paten Alat Pemotong Ikan Rucah

bloktuban.com | Wednesday, 22 December 2021 12:00

Bantu Pembudidaya Ikan, Dosen Unirow Dapat Hak Paten Alat Pemotong Ikan Rucah

Reporter: Dina Zahrotul Aisyi

blokTuban.com - Mendapatkan sebuah hak paten untuk suatu invensi bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya adalah adanya kebaharuan, bisa diterapkan secara industri, dan memiliki tingkat kebermanfaatan bagi masyarakat.

Salah satu tim inovator dari Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban yakni Suwarsih, Marita Ika Joesidawati dan Susanti Dhini Anggraeni, berhasil mendapatkan nomor hak paten atas alat pemotong ikan rucah pada bulan ini.

Marita Ika menjelaskan, adanya inovasi untuk alat pemotong ikan rucah ini berawal dari keluhan para pembudidaya ikan kerapu yang harus memotong ikan rucah dengan cara manual.

“Pembudidaya itu kalau ngasih makan ikanya harus ngguntingi dulu dan sangat menghabiskan waktu karena bisa sampai 6 jam sendiri,” ungkapnya.

Dengan adanya alat pemotong ikan rucah yang telah diberi invensi khusus terkait dengan mata pisau yang digunakan, dapat memudahkan dan membantu pekerjaan para pembudidaya ikan kerapu. “Pisaunya ini berbentuk kotak-kotak yang hasil potongannya akan sesuai dengan ukuran mulut ikan,” jelas Suwarsih.

Ia juga menjelaskan, mata pisau tersebut memiliki 5 jenis ukuran, yakni 1-5 cm sehingga bisa disesuaikan dengan umur ikan yang sedang dibudidaya. Dosen Ilmu Kelautan Unirow tersebut melanjutkan, bahwasanya alat pemotong rucah tersebut bisa memotong kurang lebih lima kilo ikan rucah dalam satu waktu.

“Bayangkan kalau manual sehari hanya dapat berapa, kalau ini kan bisa langsung. Lebih efisien dan hemat tenaga,” lanjutnya.
 
Kebermanfaat alat pemotong ikan rucah tersebut sudah terbukti karena sudah ada beberapa pihak yang ingin membelinya. Marita mengatakan, bahkan yang menginginkan alat tersebut dari pulau-pulau yang jauh seperti Batam, dan Kepulauan seribu.

“Kebutuhan makan pada budidaya ikan kerapu kan memang banyak jadi alat ini bermanfaat dan membantu sekali,” ungkapnya.  

Dalam proses mendapatkan hak paten untuk alat tersebut juga disampaikan, butuh waktu yang panjang dan dibutuhkan berkali-kali uji coba.

“Ini juga dari tahun 2018 diajukan hak patennya dan baru dapat nomor hak paten. Jadi saat ini tinggal nunggu sertifikat saja sekarang,” bebernya. [din/rom]

Tag : unirow, penemu alat pemotong ikan rucah, dosen unirow



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat