18:00 . RUU TPKS Disetujui Baleg, Masih Ada Poin yang Hilang   |   17:30 . Diduga Depresi, Warga Tuban Ditemukan Gantung Diri di Pohon Mangga   |   17:00 . Karyawan TPPI Tuban Peduli, Salurkan Bantuan Korban Semeru Melalui Kodim 0811   |   16:00 . IPSI Tuban Berangkatkan 11 Atlet Di Kejurda Pencak Silat   |   15:00 . Bupati Blora Ziarah ke Makam Tjitrosoman Tuban   |   14:00 . TNI AD dan PMI Tuban Terus Kolaborasi Penuhi Pasokan Darah Saat Pandemi   |   13:00 . Lanjutkan Usaha Anak, Kini Beromzet Jutaan dengan Jualan Mainan anak   |   12:00 . Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Tuban Naik Menjadi Rp65 Ribu per Kilogram   |   11:00 . Wacana Difabel Tuban, Terima PKH, Ruang Kreasi, dan Diantar Jemput ke Sekolah   |   10:00 . Bupati Tuban Halindra akan Buat Cekungan di Bekas Galian Tambang   |   09:00 . Kepergok Curi Karet Bekas Belt Conveyor Milik PT. SBI, Dua Warga Sekitar Perusahaan Ditangkap   |   08:00 . Pelajar Tuban Peduli Korban Semeru, Mulai Salat Gaib hingga Galang Dana   |   07:00 . Cara Atasi Lemas dan Ngantuk Habis Sarapan Menurut Ahli Gizi   |   20:00 . Wamendag: Revitalisasi Pasar Rakyat Perkuat Pemulihan Ekonomi Nasional   |   19:00 . Merantau di Tuban, Residivis Asal Jepara Ini Nekat Gondol Motor Temannya   |  
Thu, 09 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pemdes Prunggahan Kulon Wacanakan Watu Rupit sebagai Destinasi Wisata

bloktuban.com | Sunday, 21 November 2021 21:00

Pemdes Prunggahan Kulon Wacanakan Watu Rupit sebagai Destinasi Wisata Foto: Cumaps.net

 

Reporter: Dina Zahrotul Aisyi

blokTuban.com- Pengelolaan destinasi wisata di suatu daerah dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Pemerintah Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban sudah menyadari potensi tersebut dan berencana melakukan pengelolaan destinasi wisata di Desa Prunggahan Kulon, yakni Watu Rupit.

Dony Indriyanto selaku Sekretaris Desa Prunggahan Kulon mengungkapkan, antara Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), masyarakat, dan pemuda sering mengunjungi lokasi Watu Rupit. Pada akhirnya menghasilkan pemikiran untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai destinasi wisata.

Watu Rupit merupakan dataran luas perbukitan yang menawarkan pemandangan alam dari ketinggian. Di lokasi tersebut terdapat tiga gumuk atau bukit-bukit kecil dari batu.

Pada tahun 2020, Dony menjelaskan, pihaknya sudah menganggarkan dana untuk pariwisata. Awal rencana pembangunan yang dianggarkan adalah untuk lapangan, MCK, dan tandon.

“Paling nggak kan wisata itu harus ada air dan di sana nggak ada, jadi rencananya dulu akan diambilkan dari Desa Jadi,” jelasnya saat ditemui Reporter blokTuban.com, Minggu (21/11/21).

Ia melanjutkan, pembangunan tersebut tidak jadi berjalan karena adanya Pandemi Covid-19 sehingga anggaran dialihkan. Dalam perencanaan pembangunan destinasi wisata, pemerintah desa sudah harus memiliki site plan yang jelas.

Ketiadaan site plan menjadikan BPD tidak menyetujui pengajuan anggaran untuk pembangunan pariwisata tersebut di tahun 2021. “Memang benar secara aturan jika sudah punya rencana harus memiliki site plan agar tidak terombang-ambing,” ungkapnya.

Rencana lokasi pembangunan tersebut sebenarnya sudah sangat cocok karena tanah merupakan milik desa dan memiliki luas sekitar kurang lebih 30 hektare.

Dony menambahkan, selain ketiadaan site plan, kesulitan untuk menganggarkan dana di pembangunan pariwisata karena masih terdapat hal yang lebih darurat, seperti pembangunan jalan.

“Prunggahan Kulon kalau masalah jalan ya masih banyak yang perlu dibangun dan diperbaiki,” jelasnya.

Meskipun saat ini pembangunan belum berjalan, Sekretaris Desa Prunggahan Kulon tersebut mengatakan kedepannya akan ada prioritas untuk pariwisata.

“Untuk saat ini masih diprioritaskan pembangunan lain, nantinya mungkin kita akan membuat Perdes atau hal lain yang akan diprioritaskan untuk sektor pariwisata. Untuk tahun ini kita tidak menganggarkan sama sekali,” paparnya.

Pembangunan destinasi wisata tentunya memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Dony mengatakan bahwa dari masyarakat sudah banyak memberikan masukan-masukan untuk proses pembangunan.

Salah satunya adalah untuk perkemahan karena watu rupit memiliki lahan yang luas dan pemandangan yang indah. “Warga di sekitar watu rupit itu ya mendukung semua kebanyakan, yang mau bantu-bantupun juga warga sekitar sana,” pungkasnya. [din/col]

 

 

 

Tag : Pemdes, watu Rupit, wisata



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more