15:00 . Jokowi Longgarkan Prokes, Penjual Masker di Tuban Masih Bertahan   |   14:00 . Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan di PIT Naik!   |   13:00 . Libur Akhir Pekan, Pengunjung Wisata Pantai Remen Tuban Capai 2.000 Orang   |   12:00 . Terlanjur Nyaman, Sebagian Masyarakat Tuban Enggan Lepas Masker   |   11:00 . Ini Tiga Tokoh Kunci pada Mitos Goa Ngerong   |   10:00 . Pengelola Mangrove Center Tuban Keluhkan Fenomena Banjir Rob   |   09:00 . Warga Prunggahan Kulon Ditemukan Tewas di Bekas Tambang, Ini Kronologinya!   |   08:00 . Orangtua, Ini Tips Mendorong Anak untuk Mau Mengonsumsi Makanan Sehat   |   18:00 . Jatim Series Jember Jadi Evaluasi Rider ISSI Tuban Sebelum Porprov 2022   |   17:00 . Suzuki Baleno Kecelakaan Karambol Libatkan Dua Truk   |   16:00 . Jembatan Glendeng Resmi Ditutup, Pemotor Pilih Jalan Alternatif   |   15:00 . Jokowi Serukan Belanja Produk dan Wisata Dalam Negeri di Peluncuran Gernas BBI   |   14:00 . Hanya 2 Jam, 134 Anak di Tuban Selesai Dikhitan Massal   |   13:00 . PKL Taman Sleko Tuban Diminta Tak Ganggu Pengguna Jalan   |   12:00 . Ketakutan Warga Gesikharjo Sandarkan Kapalnya Dekat Makam Asmoroqondi   |  
Mon, 23 May 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Kesehatan Mental Memburuk Selama Pandemi, Ide Bunuh Diri Semakin Meningkat

bloktuban.com | Wednesday, 03 November 2021 07:00

Kesehatan Mental Memburuk Selama Pandemi, Ide Bunuh Diri Semakin Meningkat

Reporter: -

blokTuban.com - Pandemi Covid-19 membawa dampak pada kesehatan mental, dengan gejala yang sangat kompleks. Di antaranya adalah kecemasan, insomnia, depresi, dan gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Masalah kesehatan mental tak hanya menghampiri mereka yang terdampak Covid-19, tetapi juga seluruh masyarakat yang mengalami pembatasan sosial. Berada di rumah saja ternyata juga dapat memengaruhi kesehatan mental mereka, di mana mereka sangat tertekan dan mengalami kejenuhan.

Hal inilah yang diungkap oleh Dosen Akademi Keperawatan Karya Bakti Husada Agustiningsih, dalam acara Webinar Saintek Festival, bertajuk Self Healing and Raising Mental Health Awareness During Pandemic, beberapa waktu yang lalu.

Pada hasil penelitian yang dilakukan di tingkat dunia dan Indonesia, menunjukkan fakta bahwa di Amerika saja, ide bunuh diri pada remaja naik dari 17 persen pada tahun 2017, menjadi 37 persen selama pandemi Covid-19.

Selain itu, studi yang terjadi di Kanada mengungkap 18 persen remaja yang disurvei memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidupnya, di mana sebelumnya pada tahun 2017 jumlah ini hanya sekitar 6 persen.

“Itu banyak sekali ide tentang bunuh diri pada remaja, mulai dari usia 12 sampai 18 tahun. Jadi di Amerika ide bunuh diri semakin meningkat selama pandemi,” ungkap Agustiningsih.

Di samping itu, penelitian lain dunia juga mengungkapkan, tingkat self harm (menyakiti diri sendiri) meningkat dari 32 persen menjadi 42 persen, setelah diberlakukan penutupan sekolah.

Selain itu, studi yang dilakukan di Indonesia juga mengalami hal yang sama. Di Surabaya, misalnya, kejadian bunuh diri diakibatkan oleh depresi gara-gara tujuh kali melakukan swab dan hasilnya yang positif.

“Walaupun di Amerika dan Kanada tidak diketahui (penyebabnya), tapi rata-rata diakibatkan karena depresi. Di Indonesia, ini alasannya karena tujuh kali swab dengan hasil positif. Tapi sebenarnya tidak mengalami gejala yang berarti, atau hanya gejala ringan,” ungkap Agustiningsih.

“Jadi di sini banyak sekali kejadian bunuh diri pada remaja yang diakibatkan karena depresi. (Tapi pertanyaannya, kenapa remaja bunuh diri? Di sistem otak itu ada zat amigdala, jadi ini sangat dominan pada remaja di mana ini berfungsi mengeluarkan emosi, dan juga menekan jiwanya,” lanjut Agustiningsih.

“Jadi karena emosionalnya besar, dan tekanannya semakin kuat, sehingga mengakibatkan depresi dan sulit dikendalikan. Dan ini yang mengakibatkan ide untuk bunuh diri,” pungkasnya.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more