15:00 . Bupati Halindra Tantang Atlet Tenis Meja   |   14:00 . PTMSI Gelar Kejuaraan Tenis Meja Porkab VI Tuban   |   13:00 . Nyaris Tertimpa Warung yang Ambruk   |   12:00 . Kades Tegalbang Minta Ada Riset, DLH: Peta Gas Tuban hanya di Sumber Merakurak   |   11:00 . Ketiga Kalinya Gas Keluar dari Galian Sumur Warga Desa Tegalbang   |   10:00 . Lebih Hemat Pakan, Peternak Lele di Tuban Berbagi Trik ke Pemula   |   09:00 . Manfaatkan Tradisi Ritual di Makam Wali untuk Kampanye Vaksinsasi   |   08:00 . Update Corona di Tuban Tambah 3 Kasus Positif Baru   |   07:00 . Benarkah Media Sosial Bikin Empati dan Rasa Tulus Masyarakat Berkurang?   |   21:00 . Langganan Banjir, Ini Kata Perangkat Desa Magersari   |   20:00 . Banjir di Pusat Kota Tuban, Bupati Sebut Sudah Ada Penanganan Konkrit   |   19:00 . Dam Deker Jebol, Puluhan Rumah Warga Simo Terendam Banjir   |   18:00 . Efektif, Kampanye Vaksin Saat Ritual Dawetan Bejagung   |   17:00 . Desa Klutuk Tambakboyo Diterjang Puting Beliung, Bangunan Rumah hingga Warung Hancur   |   16:00 . Surati Gubernur Jatim, Buruh Tuban Tolak Penerapan PP 36 Tahun 2021 di UMK 2022   |  
Sat, 27 November 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Nostalgia Masa Kecil dengan Makan Gulali Jadul

bloktuban.com | Monday, 11 October 2021 09:00

Nostalgia Masa Kecil dengan Makan Gulali Jadul BERTAHAN : Jajanan Gulali Ini Terus Bertahan. Gulali Termasuk Jajanan Tradisional.(blokTuban.com/foto : dina)

Reporter: Dina Zahrotul Aisyi

blokTuban.com- Jika Anda pernah merasakan manisnya jajanan masa kecil ini, masa kecil Anda pasti meriah. Jajanan berasa manis yang cara pegangnya ditusuk dengan lidi bambu, dan bisa dicetak dalam berbagai bentuk. Yup..gulali namanya.

Bagi pecinta jajanan manis pasti sudah tidak asing dengan yang namanya gulali. Panganan yang terbuat dari bahan dasar gula tersebut biasanya sangat digemari anak-anak.

Bagi generasi 90-an, bahkan 80-an mungkin ketika memakan gulali akan membawa kita bernostalgia di masa kana-kanak, karena gulali termasuk jajanan tradisional yang populer di jaman dulu. Namun, sampai sekarang gulali tradisional ini mungkin masih banyak dicari, sayangnya pedagang gulali sudah jarang ditemukan.

Salah satu pedagang gulali tradisional yang telah berjualan berpuluh-puluh tahun adalah Mbok Pah. Wanita yang saat ini berusia 75 tahun tersebut berasal dari Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Meskipun sudah berumur, Mbok Pah setiap harinya masih bersemangat untuk menjajakan gulali yang dijualnya di sekolah-sekolah.

“Mboke sudah berjualan dari jaman dulu, mungkin ya ada kalau 20 tahun lebih,” jelasnya pada (11/10/21).

Mbok Pah menjelaskan jika bahan dasar untuk membuat gulali tidak banyak, yakni hanya legen, gula, dan pewarna makanan saja.

“Cuma itu bahannya, legennya juga harus legen asli kalau yang campuran ya nggak bisa jadi gulali,” jelasnya.

Meskipun bahannya hanya sedikit, Mbok Pah mengatakan yang paling menghabiskan waktu adalah proses membuat gulalinya yang harus dua kali direbus di pagi dan sore hari. Pertama merebus legen sampai kental di sore hari, kemudian disaring, lalu paginya direbus lagi untuk ditambah gula dan dibiarkan sampai kental.

“Nah merebusnya sendiri itu yang lama, seumpama pakai gas bisa itu sehari habis satu tabung gas, tapi mboke bikinnya masih pakai pawon, jadinya pakai kayu bukan gas,” imbuhnya.

Ibu dari 6 anak tersebut biasa berjualan gulali di sekolah-sekolah dasar karena memang gulali adalah jajanan kegemaran anak-anak, meskipun tidak menutup kemungkinan masih banyak orang dewasa yang juga menyukai jajanan tersebut.

“Jualannya pindah-pindah, kadang di SD Ronggomulyo 1, Ronggomulyo 4, SDI, SMPN 3, sama PGRI biasanya, terus kalau sore belum habis tak jual di ngajian,” ujarnya.

Ia biasanya mulai berangkat berjualan jam setengah 7 pagi dan pulang pukul 3 sore. Gulali Mbok Pah dalam setiap harinya masih selalu laku, meskipun kadang tidak selalu habis juga.

Gulali yang di jual Mbok Pah seharga Rp 2.000 per tusuknya, namun Ia mengaku jika yang membeli anak-anak kecil kadang berapun belinya akan diberikan oleh Mbok Pah. 

“Namanya anak kecil, kadang ya ada yang beli 1000 atau berapa gitu tetap tak kasih,” jelasnya.

Mbok Pah juga bercerita bahwa pembelinya juga banyak dari kalangan ibu-ibu yang sekalian mengantarkan anaknya ke sekolah. 

“Kadang juga ada yang pesen ke mboke, pesennya banyak kadang pesen 100, 200 gitu buat di bawa ke luar kota,” tutupnya.[dina/ono]

 

Tag : gulali, jajanan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more