20:00 . Wamendag: Revitalisasi Pasar Rakyat Perkuat Pemulihan Ekonomi Nasional   |   19:00 . Merantau di Tuban, Residivis Asal Jepara Ini Nekat Gondol Motor Temannya   |   18:00 . Peduli Korban Semeru, Pelajar Tuban Salat Gaib dan Galang Dana   |   15:00 . Overkapasitas, Lagi-lagi Lapas Tuban Terima Pindahan 20 Napi Narkoba   |   14:00 . Suhada Erwin Resmi Jabat Dandim 0811 Tuban   |   13:00 . 7 Kali Dipenjara, Warga Merakurak Lagi-lagi Gasak Handphone Tetangga   |   12:00 . Lepas Sambut Dandim 0811 Tuban, Bupati Halindra Ungkap Kenangan Manis Bersama Viliala Romadhon   |   07:00 . 2 Kesalahan Pola Asuh yang Sering Dilakukan Orangtua Zaman Now   |   20:00 . Pemkab, Salurkan Bantuan untuk Korban Gunung Semeru   |   19:00 . Jadi Percontohan Vaksin di Tingkat Kabupaten, Ini Kunci Kesuksesan Glodog   |   18:00 . Mendag: Sukses Beradaptasi, Bisnis Waralaba Jadi Tuan di Negeri Sendiri   |   15:00 . Babak Pertama, Persatu Tertinggal 1-0 dari Persewangi   |   14:00 . Momen HDI, Bupati Tuban Halindra Kabarkan Perkembangan Raperda Difabel   |   13:00 . PPKM Level 3 se-Indonesia Batal, Disiplin Prokes di Pasar Tradisional Tuban Digalakkan Lagi   |   12:00 . Masyarakat Tuban Mulai Antusias dan Tak Takut Ikut Vaksin   |  
Thu, 09 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Perlu Riset Bertahun-tahun, Kini Jadi Es Krim Goreng Perdana di Tuban

bloktuban.com | Tuesday, 21 September 2021 15:00

Perlu Riset Bertahun-tahun, Kini Jadi Es Krim Goreng Perdana di Tuban

Reporter: Dina Zahrotul Aisyi

blokTuban.com- Es krim merupakan makanan favorit bagi semua kalangan. Kedai Ahza yang berlokasi di Jalan Pramuka, tepatnya di sebelah Rena Factory adalah kedai es krim yang menjual es krim goreng pertama dan satu-satunya di Tuban sejak tahun 2014.

Melinda Setiarum, pemilik kedai tersebut menjelaskan bahwa konsep awal kedainya hanya menjual snack ringan dan es krim goreng saja. “Awalnya kita memang ada dua konsep, saya fokus ke snack, dan suami fokus ke kafe yang jual es krim goreng saja. Di sini juga dulu hanya bisa take away,” katanya kepada blokTuban.com, Selasa (21/9/2021).

Namun karena permintaan beberapa pelanggan untuk bisa dine in, akhirnya disediakan meja dan kursi agar bisa menikmati makanan langsung di tempat. Ide awal memilih produk es krim goreng untuk dijual datang dari suaminya, Rakhman Kustiawan yang memang punya pengalaman bekerja di bidang kuliner.

“Dulu es krim goreng sempat booming di Bandung (daerah asal), dan lihat peluang untuk anak kecil besar karena banyak yang mencari,” jelasnya.

Riset dan eksperimen yang dilakukan Rakhman untuk membuat es krim goreng hampir selama dua tahun. Ia juga sempat hampir menyerah karena belum berhasil dalam waktu yang lama. Dulu waktu mencoba membuat banyak mengalami kegagalan, kadang es krimnya waktu digoreng adonannya lepas dan keluar semua, terkadang sudah dilihat adonannya rapat tetapi waktu digoreng ambyar.

Proses pembuatan satu es krim goreng jika dilakukan dengan teknik manual bisa menghabiskan 30 menit, sehingga cara tersebut akan menyulitkan jika memiliki banyak orderan.

“Alhamdulillah kita ada alatnya untuk produksi, jadi beberapa menit sudah jadi. Alatnya ini juga dulu nggak sengaja ketemunya dari teman yang baru kenal juga," imbuhnya.

Selain es krim goreng miliknya, ia bercerita bahwa dahulu juga ada yang menjual es krim goreng lain, namun dengan teknik yang berbeda, akan tetapi sekarang sudah tidak bertahan.

Untuk saat ini menu di Kedai Ahza sudah memiliki berbagai macam varian selain es krim goreng, antara lain seperti sandwich ice cream, ice cream pot, banana split, churros ice cream, dan masih banyak lainnya.

Menu selain ice cream juga disediakan seperti aneka jus buah, kopi, milkshake, dll. Sedangkan untuk camilan antara lain lumpia basah Bandung, seblak Bandung, samosa, kentang goreng, cireng, kebab dan lain sebagainya.

Harga es krim goreng yang dijualnya sebesar Rp10.000 dan harga menu yang lain mulai dari Rp6.000-Rp15.000.

Pengunjung yang datang ke kedainya dari berbagai macam usia, mayoritas biasanya anak-anak dan keluarganya, dan remaja. Meskipun untuk kalangan remaja sedikit menurun karena di Tuban sudah mulai banyak kafe-kafe yang buka dan lebih instagramable.

“Kebanyakan memang biasanya yang berkeluarga dan anak-anak yang ke sini, karena meraka fokusnya udah bukan tempat hanya makanannya aja," tuturnya.

Nurhayati, salah satu pembeli yang datang dengan kedua anaknya mengaku beberapa kali membeli di kedai tersebut karena anak-anaknya suka es krim.

“Menu yang dipilih anak-anak beda-beda, kadang ice cream pot, sandwich ice cream, kadang ice cream goreng,” tutupnya. [din/col]

 

 

Tag : Es krim, kuliner, goreng



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more