19:00 . Peringati Maulid Nabi Muhammad, TPQ Al-Ma’ruf Adakan Pawai Bersama   |   18:00 . Overkapasitas Tak Halangi Lapas Tuban Terima 20 Napi Pindahan Asal Mojokerto   |   17:00 . Industri Kilang Berpotensi Ubah Alur Tangkap Ikan Nelayan, Ini Saran Pakar   |   16:00 . Lahan Kosong Disulap Jadi Tempat Bisnis Nursery   |   15:00 . Es Puter Legendaris, Kuliner Jadul Asal Klaten   |   14:00 . Sarasehan HSN di Bongok, Begini Pesan Bupati Tuban Untuk Para Santri   |   13:00 . Bupati Tuban Apresiasi Penanaman Pohon Kopi di Kawasan Hutan Lindung Bongok Jetak   |   12:00 . Songsong HJT ke-728, Unirow Gelar Diskusi Permasalahan Pesisir Tuban   |   11:00 . Hadapi Tantangan Digital, Ansor Jatim Gembleng Kader Melalui Madrasah Cyber Jilid Dua   |   10:00 . Wajib Coba! Dimsum Mr. San Tawarkan 19 Macam Menu   |   09:00 . Ini Bedanya Tomat Jenis Corona dan Servo   |   08:00 . Begini Peran Santri dalam Pembentukan NKRI   |   07:00 . Cara Minimalisir Anak Kecanduan Gawai, Psikolog: Beri Anak Pilihan Kegiatan   |   20:00 . Punya Ikan Hias dan Sering Mati? Ini Solusinya!   |   19:00 . Menang 1-0 Saat Uji Coba Lawan Bojonegoro FC, Pelatih Bumi Wali FC Akui Puas   |  
Sun, 24 October 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Ini Bedanya Tuak dan Legen, Minuman Khas Orang Tuban

bloktuban.com | Wednesday, 15 September 2021 09:00

Ini Bedanya Tuak dan Legen, Minuman Khas Orang Tuban

Reporter: Dina Zahrotul Aisyi

blokTuban.com- Kabupaten Tuban Jawa Timur selain memiliki julukan sebagai Kota Bumi Wali juga terkenal dengan sebutan “Kota Tuak”. Tuak dan legen adalah minuman tradisional khas Tuban yang terbuat dari getah bunga pohon bogor atau orang sering menyebutnya pohon lontar. Meskipun berasal dari pohon yang sama, tuak dan legen memiliki proses pembuatan dan rasa yang berbeda.

Tuak, dalam proses pembuatanya dicampur dengan babakan (kulit pohon) untuk memunculkan berbagai rasa. Tuak juga memiliki rasa yang lebih pahit dengan kombinasi asam atau sepet, sesuai dengan babakan yang dicampurkan. Sedang legen rasanya manis dan segar.

Bambang, salah satu penjual legen dan tuak asli di daerah Dukuh Widengan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding menjelaskan jika dalam pembuatan tuak biasanya dicampur babakan dari kulit pohon juwet untuk mengurangi tingkat keasamannya.

Sedangkan legen dibuat tanpa campuran apapun, hanya getah dari bunga pohon bogor saja. “Kalau legen asli itu rasanya ada trecep-trecep nya dan biasanya cuma tahan sebentar, gampang berubah rasa. Ini sore paling udah kecut, soalnya kalau yang asli nggak direbus dan nggak dikasih bahan pengawet,” jelasnya.

Meskipun bisa menambah keawetan legen, merebus legen bisa menyebabkan rasanya menjadi lebih manis. 

“Nggak papa kalau direbus sebenernya, tapi rasa trecep-trecepnya akan hilang nanti,” tambahnya.

Sementara itu Yuli, pembeli asal Kerek mengaku lebih sering membeli dari petaninya langsung karena tuak dan legennya asli tanpa campuran apapun. 

“Ini kulakan beli 5 liter untuk dijual lagi di Brondong, Lamongan sana," katanya.

Tuak yang menjadi minuman khas Tuban ini juga dipercaya bisa digunakan sebagai obat. Suliyani, istri dari Bambang menjelaskan bahwa terdapat banyak pembeli tuak yang digunakan untuk obat batu ginjal.

“Katanya orang-orang bisa buat ngobatin batu ginjal, yang beli tuak buat jamu malah dari yang jauh-jauh. Dari Jombang, Surabaya, Gresik biasanya," tambahnya.

Proses pengambilan getah pohon bogor untuk dijadikan tuak ataupun legen biasa dilakukan ketika pagi dan sore. Jika tidak dilakukan dua kali maka bunganya bisa mati dan tidak dapat diambil lagi.  Prosesnya juga terbilang gampang-gampang susah.

Untuk cara pengambilannya terbilang gampang-gampang susah, karena harus dipanjat dulu, dibersihkan dulu bagian bunganya, terus dipijit-pijit bunganya biar bisa mengeluarkan sarinya. 

Satu pohon tidak dapat diprediksi mengeluarkan berapa liter dan prosesnya lama.

Selain itu, hasilnya juga tergantung dengan musim. Biasanya saat bulan Juli sampai Agustus satu pohon bogor bisa menghasilkan lebih banyak tuak atau legen, akan tetapi ketika sudah mulai memasuki musim hujan (rendeng) maka yang keluar hanya sedikit.

“Habis ini udah mendit, bulan-bulan Oktober gitu keluarnya tinggal sedikit, paling cuma bisa dapat 3-5 liter saja,” jelasnya.

Selama pandemi penjualan tuak dan legen juga mengalami penurunan dikarenakan berbagai aturan, terlebih larangan untuk berkumpul. 

“Meskipun begitu ya tetap ada yang beli, katanya ciri khas orang Tuban kan gitu, harus minum tuak,” tutupnya. [din/ono ]

 

Tag : legen, tuak, minumankhas



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more