14:00 . Kasus Covid-19 Naik, Menko Marves Belum Berpikir Terapkan PPKM Darurat   |   13:00 . Kaya Akan Gizi, Perempuan Ini Sulap Olahan Ikan Tongkol Jadi Abon   |   10:00 . Cerita Pelaku UMKM Mempertahankan Bisnisnya di Tengah Pandemi   |   09:00 . Masih Banyak ODGJ Terlantar, Komunitas Resik Tuban Ingin Bantu Para ODGJ   |   08:00 . Didemo Pemuda Enam Desa, Ini Jawaban Pertamina Rosneft   |   07:00 . Terapkan Isi Piringku dalam Gizi Seimbang untuk Cegah Obesitas   |   20:00 . Kendalikan Omicron Tuban Buat Pamor Keris   |   19:00 . Dulu Warga Kampung Miliarder Kaya Raya, Sekarang Susah Makan Tak Punya Pekerjaan   |   18:00 . Beberapa Hari Nihil, Kasus Covid-19 di Tuban Naik 6 Orang Suspect Dalam Sehari   |   17:00 . Relaksasi Bisa Jadi Cara Penanganan Nyeri Ringan Tanpa Obat   |   16:00 . Juli, Kemenag Tuban Targetkan Anggaran Program Kerja Terealisasi 75 Persen   |   15:00 . Pemuda Kaliuntu Klaim Dapat Pesan Bernada Ancaman Sebelum Demo   |   14:00 . Demo Memanas, Kades Ring 1 GRR Marahi Pegawai Hingga Ancam Lapor Ahok   |   13:00 . Kapolres Tuban Minta Korban Penipuan Investasi Bodong Segera Lapor   |   12:00 . Petani Keluhkan Pupuk Subsidi yang Susah Didapatkan   |  
Wed, 26 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pemilik Kecewa, Delapan Warung di Tuban Dirobohkan Pekerja PPK

bloktuban.com | Friday, 10 September 2021 12:00

Pemilik Kecewa, Delapan Warung di Tuban Dirobohkan Pekerja PPK

Reporter : Ali Imron 

blokTuban.com- Para pemilik warung di utara jalan Daendels di Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban harus gigit jari melihat lapak warungnya dirobohkan menggunakan alat berat oleh pekerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jawa Timur, Kamis (9/9). 

Dalam praktik di lapangan, pembongkaran warung tidak sesuai hasil musyawarah bersama pemilik dan pemerintah desa setempat. Perwakilan pemilik warung,  Moh Said mengaku kecewa dengan pembongkaran warung yang dilakukan oleh para pekerja proyek. Sebab, dalam sosialisasi telah disepakati bahwa dalam pelaksanaan pembongkaran bangunan harus menghadirkan pemilik warung bersama aparat desa dan TNI-Polri.  

"Kalau sesuai kesepakatan kemarin, warung-warung ini dibongkar bersama, sehingga material bangunan yang seharusnya masih bisa digunakan dapat kami kumpulkan. Bukan dirobohkan seperti ini," ungkap Said, Jumat (10/9/2021). 

Bila mengacu pada izin, seluruh warung yang ada disisi jalan ini merupakan bangunan liar. Akan tetapi, sebelum dibangun, warga juga telah meminta izin kepada Pemerintah Desa Keradenan.

 "Masak warung jualan es aja harus ijin ke Kementerian atau Bina Marga yang ada Surabaya. Kami sadar bangunan ini ilegal dan kami ikhlas jika dibongkar. Tapi caranya bukan seperti ini," keluhnya.  

Terpisah, PPK 4.4 Buku Tuban Sadang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Yudi Dwi Prasetyo menjelaskan, dalam tahapan pelaksanaan pekerjaan tangkis laut sepanjang 500 meter, yakni mulai kilometer 99200 sampai 99700 tersebut diperkirakan selesai pada 31 Desember.  

"Itu nanti ada pemasangan batu bolder ditepi pantai menjorok sekitar lima meter ke laut dan ada urugan pilihan dibelakangnya sekitar satu meter," jelas Yudi.  

Dalam pekerjaan tersebut, sejumlah warung yang dibangun oleh masyarakat sekitar disisi jalan dibongkar oleh pekerja. Hal ini dilakukan untuk memperlancar proyek penanganan longsor Tuban - Lohgung - Sadang yang menelan anggaran sebesar Rp 4.600.000.000 itu.  

"Kita sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar di Balai Desa Keradenan, dan sudah disepakati ada pembongkaran warung dan teman-teman di lapangan akan bersama-sama melaksanakannya," ujarnya.  

Bila mengacu pada kesepakan sebelum pelaksanaan pekerjaan antara Bina Marga bersama masyarakat, warga diperkenankan membongkar sendiri maupun dibantu petugas untuk mengambil material bangunan yang masih dapat digunakan. Akan tetapi dalam pelaksanaan, warung yang dibangun oleh warga tersebut dirobohkan menggunakan excavator, sehingga material bangunan tidak lagi dapat digunakan. 

Dampaknya, selain warga harus berhenti berjualan, pemilik warung juga terpaksa menyisihkan uang kembali untuk membeli material bangunan jika nantinya berjualan lagi. Sebab, dalam pelaksanaan proyek ini, tidak ada kompensasi bagi warga atau pemilik warung.  

"Untuk warung pasti berdampak, karena ada beberapa warung warga yang dibongkar dan tidak ada ganti rugi dalam proyek ini," terangnya. 

Pihaknya mengklaim, setelah pemasangan batu holder ini nantinya dapat digunakan sebagai tempat wisata seperti di Surabaya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar juga menunjang pendapatan bagi Pemerintah Daerah. [ali/ono]

 

Tag : warung, warungditobohkan, wargakecewa



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more