17:00 . Karyawan TPPI Tuban Peduli, Salurkan Bantuan Korban Semeru Melalui Kodim 0811   |   16:00 . IPSI Tuban Berangkatkan 11 Atlet Di Kejurda Pencak Silat   |   15:00 . Bupati Blora Ziarah ke Makam Tjitrosoman Tuban   |   14:00 . TNI AD dan PMI Tuban Terus Kolaborasi Penuhi Pasokan Darah Saat Pandemi   |   13:00 . Lanjutkan Usaha Anak, Kini Beromzet Jutaan dengan Jualan Mainan anak   |   12:00 . Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Tuban Naik Menjadi Rp65 Ribu per Kilogram   |   11:00 . Wacana Difabel Tuban, Terima PKH, Ruang Kreasi, dan Diantar Jemput ke Sekolah   |   10:00 . Bupati Tuban Halindra akan Buat Cekungan di Bekas Galian Tambang   |   09:00 . Kepergok Curi Karet Bekas Belt Conveyor Milik PT. SBI, Dua Warga Sekitar Perusahaan Ditangkap   |   08:00 . Pelajar Tuban Peduli Korban Semeru, Mulai Salat Gaib hingga Galang Dana   |   07:00 . Cara Atasi Lemas dan Ngantuk Habis Sarapan Menurut Ahli Gizi   |   20:00 . Wamendag: Revitalisasi Pasar Rakyat Perkuat Pemulihan Ekonomi Nasional   |   19:00 . Merantau di Tuban, Residivis Asal Jepara Ini Nekat Gondol Motor Temannya   |   18:00 . Peduli Korban Semeru, Pelajar Tuban Salat Gaib dan Galang Dana   |   15:00 . Overkapasitas, Lagi-lagi Lapas Tuban Terima Pindahan 20 Napi Narkoba   |  
Thu, 09 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

bloktuban.com | Saturday, 07 August 2021 14:00

Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com – Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas ijazah kampus swasta yang sebelumnya bernama STITMA.

Massa menyampaikan aspirasinya melalui megaphone dan didengarkan langsung oleh perwakilan rektorat IAINU. Setelah itu dilanjut audiensi di lantai 2 rektorat antara pihak rektorat dan seluruh massa yang hadir.

Audiensi berjalan tertutup. Awak media dan petugas keamanan dari Polri maupun Banser menunggu hingga selesai. Kepada blokTuban.com perwakilan pengunjuk rasa, Ahmad Heriyanto (27) menjelaskan tujuan unjuk rasa kali ini hanya ingin memperjelas legalitas ijazah.

“Tadi sudah dijelaskan bahwa ada beberapa hal yang masih harus dibenahi oleh kampus IAINU,” ucap Heri selepas audiensi.

Mewakili mahasiswa lulusan tahun 2020, Heri merasa digantung oleh pihak kampus. Di lain sisi, mahasiswa juga merasa kesulitan untuk melamar pekerjaan maupun melanjutkan studi S2, meskipun beberapa ada yang bisa menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL).

“Sembilan bulan lamanya kami lulusan tahun 2020 menunggu iajzah dan belum ada kejelasannya,” imbuh mahasiswa jurusan PAI itu.

Dalam audiensi Heri juga membeber bahwa pihak kampus telah mengakui kesalahannya yang berimbas pada molornya penerbitan ijazah. Ia juga lega karena ijazahnya sudah dipastikan legal. Dalam waktu dekat, pihak kampus juga akan mengajak mahasiswa langsung ke Kopertis Surabaya untuk melihat seberapa jauh prosesnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAINU, Siti Nurjanah menjelaskan kronologi unjuk rasa hari ini dipicu karena mahasiswa menilai ijazahnya terlalu lama dikeluarkan. Mereka diwisuda pada bulan November 2020 dan pada Juni 2021 PIN legalitas ijazahnya baru keluar.

Lamanya ijazah untuk lulusan tahun 2020, karena migrasi data dari STITMA ke IAINU belum kelar. Nurjanah menampik jika hal ini disebut masalah teknis, tapi lebih tepatnya prosedur migrasi data dan sebagainya yang berimbas pada mahasiswa.

“Ada salah satu program studi baru yaitu Hukum Keluarga Islam (HKI), nomenklatur SK-nya masih berbunyi Hukum Keluarga (HK). Jika nomenklaturnya segera diperbaiki maka migrasi data baru bisa dilakukan,” sambungnya.

Perubahan nomenklatur HK menjadi HKI, diakui Nurjannah butuh waktu lama. Bulan Maret 2021 nomenklatur HKI baru diserahkan ke pihak kampus, dan migrasi data baru dilakukan setelahnya. Kemudian selesai dan legalitas ijazah di civil maupun di PIN itu baru bisa selesai. Soal belum tandatangannya Kopertis, dijelaskan bahwa karena kesibukan koordinator Kopertis.

“Intinya secara legalitas ijazah IAINU sudah legal. Legalnya bisa dilihat di civil dan PIN ada nama mahasiswanya bisa dicek satu persatu. Tapi secara fisiknya masih butuh tanda tangan dari Kopertis Surabaya. Pihak rektorat belum bisa memastikan kapan Kopertis menandatanganinya, Ini hanya masalah waktu tidak ada adminstrasi lainnya,” tegasnya.

Ditambahkan Imam Supriyadi selaku Wakil Rektor Bidang Akademik IAINU, bahwa komunikasi dengan mahasiswa telah dilakukan melalui sosialisasi meskipun hanya perwakilan. Waktu itu banyak mahasiswa yang ada kegiatan dan tidak bisa ijin.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas keterlabatan penerbitan ijazah, pihak rektorat menyampaikan permohonan maaf. Nurjannah menjelaskan bahwa tidak ada keteledoran dari pihak kampus, dan murni karena proses perubahan nomenklatur prodi baru dan migrasi data.

“Tidak ada keteledoran dari kami, ini murni masalah teknis dari adanya kesalahan nomenklatur HKI. Harapan kami ijazah bisa secepatnya diterbitkan,” tandas Ketua LPM IAINU. [ali/sas]

Tag : iainu, tuban, rektor, lpm, stitma



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more