18:00 . Kopdar Komunitas di Jatirogo Dibubarkan Polisi dengan Alasan Prokes   |   16:00 . Menikmati Kelapa Muda Sambil Liburan di Pantai Tuban   |   14:00 . Saat Ini Okupansi Hotel di Tuban Turun Dibawah 10 Persen   |   11:00 . Masa Tunggu Haji di Tuban Capai 31 sampai 32 Tahun   |   09:00 . Satgas Waspadai Mutasi Corona dari Pekerja Migran   |   07:00 . Tips Memperbaiki Kesehatan Keuangan Pasca Lebaran   |   16:00 . ASN dalam Menyikapi Larangan Mudik di Masa Pandemi Covid-19   |   15:00 . Kapolres dan Dandim Tuban Pastikan Penerapan Prokes di Lokasi Wisata   |   12:00 . Unik, Tiang Masjid Setinggi 27 Meter Berdiri Tanpa Alat Berat   |   09:00 . Penyekatan Arus Balik Dimulai, Puluhan Kendaraan Diputarbalikkan   |   08:00 . Pesan Hoax Ledakan Corona Menyebar hingga Tingkat RT   |   07:00 . Menjaga Kesehatan di Hari Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19   |   14:00 . Tak Segera Diperbaiki, Jembatan Glendeng Kini Malah Ditutup Total   |   13:00 . Dampak Penyekatan di Tuban, Kasus Harian Corona di Bawah 15   |   12:00 . Walah..!!! Gegara Ini Akses Jembatan Darurat Glendeng Ditutup   |  
Sun, 16 May 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tidak Ada Hajatan, Penjualan Lesu, Harga Cabai Rawit Turun

bloktuban.com | Sunday, 02 May 2021 10:00

Tidak Ada Hajatan, Penjualan Lesu, Harga Cabai Rawit Turun

Reporter: Nur Malinda Ulfa

blokTuban.com - Harga beberapa bumbu dapur menurun akibat sepinya permintaan dari konsumen. Salah satunya, cabai rawit.

Siti, salah satu penjual cabai di Pasar Baru Tuban, menuturkan, bulan lalu harga cabai tembus Rp125.000 per kilogram. Setelah mengalami penurunan harga setiap minggu, sekarang cabai rawit hanya dijual Rp40.000 per kilogram.

‘’Harganya turun karena penjualan juga lesu, apalagi sekarang masih pandemi, acara hajatan juga dibatasi,” ujarnya.

Jika bulan lalu dalam sehari bisa menjual hampir 10 kilogram cabai rawit, maka kini hanya maksimal 7 kg. Karena tidak ada hajatan, maka penjualan mengandalkan permintaan dari pelanggan saja.

Dia justru lebih senang apabila harga cabai tinggi dan diimbangi kebutuhan pasar yang tinggi pula. Menurut Siti, bila kebutuhan tinggi, maka tengkulak sengaja menaikkan harga.

Penjual lainnya, Supiyah, menjelaskan, harga cabai hijau kini Rp20.000 per Kilogram. Sebelumnya, Rp45.000 per kilogram. Harga bumbu dapur lainnya seperti bawang merah juga turun, Rp45.000 per kilogram menjadi Rp25.000 per kilogram.

Supiyah mengatakan, pedagang banyak menerima pasokan cabai dari petani lokal. Suplai tinggi tersebut membuat stok aman dan harga turun.

“Turunnya bertahap, sehingga penjual juga tidak berani menyimpan stok terlalu banyak karena berisiko dan mudah busuk,” jelasnya.

Sementara itu, Amir, penjual mie pedas, merasa senang harga cabai rawit turun. Jika harga cabai tinggi, maka otomatis harga penjualan mie ikut naik. 

“Kalau dikurangi jumlah cabai atau menggantinya dengan merica konsumen akan komplain,” ujarnya. [ulf/col]

 

Tag : Harga, cabai, turun

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more