19:00 . Peringati Maulid Nabi Muhammad, TPQ Al-Ma’ruf Adakan Pawai Bersama   |   18:00 . Overkapasitas Tak Halangi Lapas Tuban Terima 20 Napi Pindahan Asal Mojokerto   |   17:00 . Industri Kilang Berpotensi Ubah Alur Tangkap Ikan Nelayan, Ini Saran Pakar   |   16:00 . Lahan Kosong Disulap Jadi Tempat Bisnis Nursery   |   15:00 . Es Puter Legendaris, Kuliner Jadul Asal Klaten   |   14:00 . Sarasehan HSN di Bongok, Begini Pesan Bupati Tuban Untuk Para Santri   |   13:00 . Bupati Tuban Apresiasi Penanaman Pohon Kopi di Kawasan Hutan Lindung Bongok Jetak   |   12:00 . Songsong HJT ke-728, Unirow Gelar Diskusi Permasalahan Pesisir Tuban   |   11:00 . Hadapi Tantangan Digital, Ansor Jatim Gembleng Kader Melalui Madrasah Cyber Jilid Dua   |   10:00 . Wajib Coba! Dimsum Mr. San Tawarkan 19 Macam Menu   |   09:00 . Ini Bedanya Tomat Jenis Corona dan Servo   |   08:00 . Begini Peran Santri dalam Pembentukan NKRI   |   07:00 . Cara Minimalisir Anak Kecanduan Gawai, Psikolog: Beri Anak Pilihan Kegiatan   |   20:00 . Punya Ikan Hias dan Sering Mati? Ini Solusinya!   |   19:00 . Menang 1-0 Saat Uji Coba Lawan Bojonegoro FC, Pelatih Bumi Wali FC Akui Puas   |  
Sun, 24 October 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tidak Ada Hajatan, Penjualan Lesu, Harga Cabai Rawit Turun

bloktuban.com | Sunday, 02 May 2021 10:00

Tidak Ada Hajatan, Penjualan Lesu, Harga Cabai Rawit Turun

Reporter: Nur Malinda Ulfa

blokTuban.com - Harga beberapa bumbu dapur menurun akibat sepinya permintaan dari konsumen. Salah satunya, cabai rawit.

Siti, salah satu penjual cabai di Pasar Baru Tuban, menuturkan, bulan lalu harga cabai tembus Rp125.000 per kilogram. Setelah mengalami penurunan harga setiap minggu, sekarang cabai rawit hanya dijual Rp40.000 per kilogram.

‘’Harganya turun karena penjualan juga lesu, apalagi sekarang masih pandemi, acara hajatan juga dibatasi,” ujarnya.

Jika bulan lalu dalam sehari bisa menjual hampir 10 kilogram cabai rawit, maka kini hanya maksimal 7 kg. Karena tidak ada hajatan, maka penjualan mengandalkan permintaan dari pelanggan saja.

Dia justru lebih senang apabila harga cabai tinggi dan diimbangi kebutuhan pasar yang tinggi pula. Menurut Siti, bila kebutuhan tinggi, maka tengkulak sengaja menaikkan harga.

Penjual lainnya, Supiyah, menjelaskan, harga cabai hijau kini Rp20.000 per Kilogram. Sebelumnya, Rp45.000 per kilogram. Harga bumbu dapur lainnya seperti bawang merah juga turun, Rp45.000 per kilogram menjadi Rp25.000 per kilogram.

Supiyah mengatakan, pedagang banyak menerima pasokan cabai dari petani lokal. Suplai tinggi tersebut membuat stok aman dan harga turun.

“Turunnya bertahap, sehingga penjual juga tidak berani menyimpan stok terlalu banyak karena berisiko dan mudah busuk,” jelasnya.

Sementara itu, Amir, penjual mie pedas, merasa senang harga cabai rawit turun. Jika harga cabai tinggi, maka otomatis harga penjualan mie ikut naik. 

“Kalau dikurangi jumlah cabai atau menggantinya dengan merica konsumen akan komplain,” ujarnya. [ulf/col]

 

Tag : Harga, cabai, turun



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more