15:00 . Jokowi Longgarkan Prokes, Penjual Masker di Tuban Masih Bertahan   |   14:00 . Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan di PIT Naik!   |   13:00 . Libur Akhir Pekan, Pengunjung Wisata Pantai Remen Tuban Capai 2.000 Orang   |   12:00 . Terlanjur Nyaman, Sebagian Masyarakat Tuban Enggan Lepas Masker   |   11:00 . Ini Tiga Tokoh Kunci pada Mitos Goa Ngerong   |   10:00 . Pengelola Mangrove Center Tuban Keluhkan Fenomena Banjir Rob   |   09:00 . Warga Prunggahan Kulon Ditemukan Tewas di Bekas Tambang, Ini Kronologinya!   |   08:00 . Orangtua, Ini Tips Mendorong Anak untuk Mau Mengonsumsi Makanan Sehat   |   18:00 . Jatim Series Jember Jadi Evaluasi Rider ISSI Tuban Sebelum Porprov 2022   |   17:00 . Suzuki Baleno Kecelakaan Karambol Libatkan Dua Truk   |   16:00 . Jembatan Glendeng Resmi Ditutup, Pemotor Pilih Jalan Alternatif   |   15:00 . Jokowi Serukan Belanja Produk dan Wisata Dalam Negeri di Peluncuran Gernas BBI   |   14:00 . Hanya 2 Jam, 134 Anak di Tuban Selesai Dikhitan Massal   |   13:00 . PKL Taman Sleko Tuban Diminta Tak Ganggu Pengguna Jalan   |   12:00 . Ketakutan Warga Gesikharjo Sandarkan Kapalnya Dekat Makam Asmoroqondi   |  
Mon, 23 May 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Kades Sawir Klaim Runtuhnya Tambang Dampak Peledakan SBI

bloktuban.com | Saturday, 24 April 2021 12:00

Kades Sawir Klaim Runtuhnya Tambang Dampak Peledakan SBI

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Kepala Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Tuban, Imam Safi'i menyebut, ambruknya bekas tambang tersebut pada tanggal 20 April 2020 akibat kurang kuatnya tiang-tiang penyangga atap bekas tambang dan seringkali terjadi getaran  sehingga terjadi reruntuhan.

"Ini akibatnya getaran aktivitas peledakan tambang milik PT Solusi Bangun Indonesia. Selajutnya kita akan antisipasi keamanan bangunan warga di tepi bekas tambang tersebut," katanya.

Dampak dari runtuhnya tambang, lanjut Kades mengakibatkan bangunan warga terancam ikut runtuh juga jika terjadi reruntuhan susulan. Sebab ada beberapa bangunan warga yang di bawahnya sudah berlubang akibat bekas tambang.

"Untuk di sebelah barat ada dua rumah yang kemungkinan kalau ada susulan bisa runtuh, ada gudang dan ada dua bangunan kandang ternak. Jadi kurang lebih ada enam bangunan yang terdampak," imbuhnya.

Catatan Pemerintah Desa Sawir, tambang kapur di wilayahnya runtuh sebanyak dua kali. Pertama di tahun 2017 dan kedua tahun 2021. Dalam dua peristiwa tersebut dipastikan tidak ada korban jiwa.

Sehubungan dengan adanya pernyataan warga Desa Sawir tentang efek getaran

kegiatan peledakan di lokasi tambang PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Tuban di Desa Sawir, yang diduga mengakibatkan ambruknya lahan bekas tambang batu kumbung, SBI mengeluarkan pernyataan resminya.

Corporate Communication East Java & East Indonesia PT. SBI, Agita Offi Riani mengatakan SBI Pabrik Tuban selalu memprioritaskan keselamatan tanpa kompromi. Kegiatan peledakan untuk mendukung operasional pabrik dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan warga masyarakat sekitar, seluruh karyawan serta mitra bisnis SBI, dengan mengacu pada peraturan yang berlaku.

"Dalam kegiatan operasionalnya, SBI Pabrik Tuban melakukan blasting/peledakan hanya tiga kali dalam seminggu dan dilakukan dalam hari kerja Senin hingga Jum’at," sambung Offi sapaan akrabnya.

Sedangkan dalam memproduksi batu gamping sebagai bahan baku semen, hanya 45-50 persen dari keseluruhan tonase batu gamping yang menggunakan sistem blasting/ peledakan, selebihnya menggunakan sistem non blasting/ bukan peledakan.

SBI Pabrik Tuban bekerja sama dengan pihak ketiga yaitu PT Dahana sebagai penyedia bahan peledak untuk melakukan kegiatan pengukuran tingkat getaran peledakan untuk memastikan kegiatan peledakan tidak menimbulkan efek terhadap keamanan lingkungan

sekitar.

"Nilai ambang batas penyebab kerusakan bangunan kelas tiga yang ditetapkan dalam SNI 7571:2010, mengenai Baku Tingkat Getaran Peledakan pada kegiatan Tambang Terbuka Terhadap Bangunan adalah maksimal 5,00 mm/detik dan air blast untuk kebisingan peledakan kegiatan tambang terbuka terhadap lingkungan adalah maksimal 110 dB (A)," tegasnya.

Perlu diketahui, kegiatan pemantauan untuk pengukuran getaran peledakan dan air blast dilakukan oleh PT Dahana dan SBI. SBI melakukan peledakan dengan jarak 1,85 km dari lokasi kumbung

warga dengan menempatkan peralatan pada jarak 400 meter dan 500 meter dari lokasi peledakan dan didapatkan beberapa hasil.

Pada jarak 400 meter sebesar 2,239 mm/detik. Pada jarak 500 meter sebesar 1,991 mm/detik. Berdasarkan hasil pengukuran getaran dan air blast, intensitas getaran SBI Pabrik Tuban berada di bawah nilai ambang batas sehingga aman bagi pemukiman. Air blast atau suara ledakan dapat terdengar hingga jarak yang jauh karena intensitas udara serta angin, namun air blast tidak akan dapat meretakkan bangunan.

"SBI Pabrik Tuban akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan dan melakukan upaya untuk memastikan keselamatan bagi warga masyarakat sekitar, seluruh karyawan maupun para kontraktor yang terlibat dalam operasi bisnisnya," pungkasnya. [ali/ono] 

 

Tag : tambangruntuh, tuban, desasawir



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more