18:00 . Kopdar Komunitas di Jatirogo Dibubarkan Polisi dengan Alasan Prokes   |   16:00 . Menikmati Kelapa Muda Sambil Liburan di Pantai Tuban   |   14:00 . Saat Ini Okupansi Hotel di Tuban Turun Dibawah 10 Persen   |   11:00 . Masa Tunggu Haji di Tuban Capai 31 sampai 32 Tahun   |   09:00 . Satgas Waspadai Mutasi Corona dari Pekerja Migran   |   07:00 . Tips Memperbaiki Kesehatan Keuangan Pasca Lebaran   |   16:00 . ASN dalam Menyikapi Larangan Mudik di Masa Pandemi Covid-19   |   15:00 . Kapolres dan Dandim Tuban Pastikan Penerapan Prokes di Lokasi Wisata   |   12:00 . Unik, Tiang Masjid Setinggi 27 Meter Berdiri Tanpa Alat Berat   |   09:00 . Penyekatan Arus Balik Dimulai, Puluhan Kendaraan Diputarbalikkan   |   08:00 . Pesan Hoax Ledakan Corona Menyebar hingga Tingkat RT   |   07:00 . Menjaga Kesehatan di Hari Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19   |   14:00 . Tak Segera Diperbaiki, Jembatan Glendeng Kini Malah Ditutup Total   |   13:00 . Dampak Penyekatan di Tuban, Kasus Harian Corona di Bawah 15   |   12:00 . Walah..!!! Gegara Ini Akses Jembatan Darurat Glendeng Ditutup   |  
Sun, 16 May 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Jajanan Dumbek Khas Tuban Terenak Sejak 1885

bloktuban.com | Saturday, 24 April 2021 11:00

Jajanan Dumbek Khas Tuban Terenak Sejak 1885

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Kabupaten Tuban memiliki jajanan tradisional yang cukup populer di kalangan masyarakat. Bahkan jajanan yang dibungkus daun siwalan bernama lontar ini diminati hingga luar negeri yaitu Malaysia.

Dumbeg itu namanya, makanan khas andalan di Bumi Wali salah satunya diproduksi di Dusun Kesamben Barat, Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang. Pemilik usaha ini bernama Mohammad Sahenan (67).

Setiap pagi Sahenan bersama istrinya memulai proses pembuatan dumbek yang dirintisnya sejak tahun 1885. Di teras rumahnya, tumpukan lontar mulai dibersihkan kemudian dipisah daun dengan lidinya.

Sedangkan istri Sahenan bertugas membuat wadah dumbek berbentuk terompet bernama urung. Sepintas pasangan suami istri tersebut sangat piawai karena sudah terbiasa.

Dalam sekejap puluhan urung dumbek sudah jadi. Sahenan kemudian membawanya ke dapur tempat memasak jajanan berbahan beras dan gula merah tersebut.

"Ada tiga bahan untuk membuat jajanan dumbeg yaitu kelapa, beras dan gula jawa," ujar Sahenan mengawali cerita kepada reporter blokTuban.com, Sabtu (24/4/2021).

Setiap kali membuat adonan dumbeg, pria yang rambutnya sudah memutih ini menakar gula merah sesuai kebutuhan. Sedangkan untuk beras dan kelapa dihaluskan lebih dulu. Ketiga bahan kemudian dicampur hingga kental.

Urung atau wadah yang sudah ditata rapi di dalam dandang panci besar, kemudian dipindah di atas tungku tradisional berbahan bakar kayu. Satu persatu urung diisi cairan adonan.

"Saya pakai lampu untuk menuangkan adonan ke urung supaya pas dan tidak tumpah," imbuh pria yang belajar mandiri membuat dumbek puluhan tahun silam.

Sebelum dumbek diangkat dari tungku, Sahenan mendinginkan dulu menggunakan kipas angin. Cara ini untuk mempermudah dumbek supaya cepat kering, tapi kondisinya masih hangat.

Selama proses pembuatan dumbek, Sahenan dan istrinya selalu bagi tugas. Saat istrinya mengelap dumbek satu persatu, Sahenan yang bertugas melayani pembeli jika ada.

Konsumen bisa memilih tiga jenis dumbek, mulai dari harga Rp1.000, Rp1.500 hingga Rp2.000 per bijinya. Perbedaannya ada di ukuran besar kecilnya dumbek hingga rasanya.

Selama ini Sahenan hanya menerima pesanan. Mulai dari Tuban, luar Jawa hingga luar negeri. Paling sering peesanan justru dari mahasiswa yang mau balik ke Surabaya dan Malang.

"Untuk luar Jawa pesanan biasa datang dari Kalimantam Timur dan Kalimantan Selatan. Untuk luar negeri paling sering dari Malaysia hingga 100 biji," jelas pria yang memasarkan dumbeknya sejak tahun 1990.

Pada saat bulan Ramadan, jajanan dumbek tidak hanya untuk oleh-oleh tapi juga untuk takjil buka puasa. Pesanan saat ini surut karena dampak pandemi Covid-19.

Waktu paling rame dumbeknya diburu yaitu bulan Maulid dan momen perpisahan sekolah. Biasanya pesanan bisa mencapai 2.500 biji.

Selain pembeli yang datang, dumbek Sahenan juga sering dipakai untuk mahasiswa magang. Rata-rata mereka belajar resep kemudian ditambah varian rasa baik susu hingga durian.

"Yang kesini pernah mahasiswa Tata Boga dari Malang selama empat hari belajar buat dumbek," tandasnya. [ali/ono]

 

Tag : dumbeg, makanankhastuban, plumpang

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more