08:00 . Tak Datang ke Grahadi, Wabup Terpilih Dilantik Online   |   07:00 . Ini Cara Cetak Kartu BPJS dari Hanphonr   |   17:00 . Desa Simo dan Menilo Akan Dipasangi Pipa Air Minum   |   16:00 . Petugas Kesehatan dan TNI Lakukan Tracing di Sandingrowo   |   15:00 . Salami Anggota saat Pamit, AKBP Ruruh Berkaca-kaca   |   14:00 . Pendapa Dibanjiri Karangan Bunga   |   13:00 . Tak Menyerah, Omzet Dagangan Gading Meningkat setelah Pakai Motor Roda Tiga   |   08:00 . Ternyata Banyak Insinyur yang Belum Teregistrasi sesuai UU   |   07:00 . Insecure Bisa Muncul Karena Kejadian Masa Lalu, Ini Cara Mengatasinya   |   20:00 . Lembur Demi Mas Bupati   |   19:00 . Ada Karangan Bunga Raksasa   |   18:00 . Jelang Pelantikan Bupati Tuban, Karangan Bunga Bertebaran   |   17:00 . Resahkan Warga, ODGJ Prambontergayang Dievakuasi Petugas   |   16:00 . Hari Terakhir Menjabat, Fathul Huda Resmikan Kantor MWC NU Semanding   |   14:00 . Satya Widya Yudha : Ini Upaya DEN Membantu Pembangunan Rendah Karbon Industri Hulu Migas   |  
Sun, 20 June 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pemkab Larang Masyarakat Jual Toak, Petasan, dan Lakukan Sweeping

bloktuban.com | Tuesday, 13 April 2021 11:00

Pemkab Larang Masyarakat Jual Toak, Petasan, dan Lakukan Sweeping

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Selama bulan Ramadan 1442 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Tuban menegaskan tidak akan memberikan ijin keramaian seperti hiburan malam dan sejenisnya. Selain itu, meminta pengusaha restoran/rumah makan/cafe menghentikan atau meniadakan hiburan musik, Selasa (13/4/2021).

Bupati Tuban, Fathul Huda dalam surat edarannya Nomor 451/2048/414.012/2021 tentang pelaksanaan bulan suci ramadan dan hari raya idul fitri mengatakan, larangan ini untuk menciptakan suasana ketentraman dan ketertiban di Bumi Wali.

Larangan yang dimaksud mulai memasang tabir bagi pengusaha restoran/rumah makan/warung saat siang hari. Tutup pukul 21.00 Wib bagi pengusaha cafe, warung dan bilyard supaya memberi waktu ibadah di rumah dan mengurangi penularan corona.

"Orang yang tidak berpuasa harus menghormati yang puasa dengan tidak makan, minum, dan merokok di tempat umum. Bagi SPBU, agen LPG, dan bahan pokok juga diminta tidak menaikkan harga di luar batas kewajaran," ujar Bupati Tuban.

Selain itu, Pemkab juga melarang masyarakat melakukan kegiatan sweeping secara spihak. Tindakan tersebut dapat memicu timbulnya ganguan keamanan dan ketertiban umum.

Masyarakat yang selama ini jual beli petasan juga dilarang Pemkab. Larangan serupa juga berlaku bagi yang menjual dan mengkonsumsi toak baik di tepi jalan, tempat umum maupun area terbuka.

"Tak kalah pentingnya menjaga ketertiban terhadap tamu hotel, penginapan, rumah kost dan sejenisnya," pungkasnya. [ali/ono]

 

Tag : toak, petasan, ramadan

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more