07:00 . Inilah Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur   |   17:00 . Pemkab Tuban Bakal Evaluasi Bansos Lebih Tepat Sasaran   |   16:00 . Jembatan Glendeng Masih Proses Anggaran Lagi?   |   15:00 . Bakpao Buatan Napi Lapas Menggugah Selera   |   14:00 . Tak Terdampak Covid-19, Anak-anak Alihkan BST ke Warga Kurang Mampu   |   07:00 . Awas, Ini Lima Risiko Penyakit Jika Pakai Lipstik Setiap Hari   |   17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |  
Sun, 01 August 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pamit Istri Ke Kebun, Petani Gedongombo Ditemukan Gantung Diri di Gubuk

bloktuban.com | Monday, 01 March 2021 10:00

Pamit Istri Ke Kebun, Petani Gedongombo Ditemukan Gantung Diri di Gubuk

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Kastum (54), seorang petani asal Lingkungan Dondong, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban ditemukan meninggal dunia gantung diri.

Petani tersebut ditemukan warga di sebuah gubuk kebun milik korban di kawasan Lingkungan Wire, Kelurahan Gedongombo, Minggu (28/2/2021).

Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Yoan Septi Hendri mengatakan, kronologi kejadian itu berawal ketika korban pamit kepada istrinya Suparmi (49) untuk pergi ke kebun mengambil jeruk.

"Sekitar pukul 10.30 WIB korban pamit kepada isterinya mau mengambil jeruk di kebun miliknya," terang AKP Yoan.

Korban kemudian berangkat ke kebun dengan mengendarai motor Supra Nopol S-4785-FW.

Sekitar pukul 12.30 WIB seorang warga bernama Oga Duwi Saputra/saksi (23) melihat motor korban berada di gubuk, sedangkan korban tidak ada. Sehingga saksi curiga lalu nekat masuk ke gubuk.

Setelah masuk ke gubuk, lanjut Kasat saksi melihat korban sudah menggantung di kuda-kuda atau blandar gubuk dengan tali plastik warna kuning. Mengetahui hal itu, saksi langsung memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar.

Selanjutnya, warga melaporkan kejadian itu ke pihak kelurahan dan diteruskan ke Polsek Semanding. Petugas yang mendapatkan laporan itu langsung mendatangi lokasi kejadian bersama tim medis dari Gugus Tugas Covid-19 untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan.

"Berdasarkan pemeriksaan tim medis, kondisi korban ada bekas jeratan tali tampar di leher dan kemaluan korban mengeluarkan sperma serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," tandas Kasatreskrim.

Sementara itu, dari keterangan pihak keluarga korban, korban menderita sakit lambung menahun. Dari kejadian itu ihak keluarga juga menolak untuk dilakukan outopsi dalam. [hud/mu]

Tag : petani, gantung diri, bunuh diri

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat