Banjir Sepekan di Plumpang, Ratusan Hektare Padi dan Jalan Terendam

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Para petani di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban hanya bisa menunggu banjir surut luapan Avur Kuwu. Ada ratusan hektare tanaman padi terendam selama sepekan sejak tanggal 7 Januari 2021.

Data relawan Kecamatan Plumpang dampak banjir di lahan pertanian tersebar di Desa Cangkring 90 Hektare, Sembungrejo 60 Ha, Kedungrejo 20 Ha, Plandirejo 10 Ha dan Bandungrejo 10 Ha.

Selain area sawah, jalan penghubung antara kecamatan juga terdampak. Yakni jalan Kecamatan Widang-Rengel 500 meter dan Desa Bandungrejo ke Kecamatan Plumoang 500 meter lebih.

Relawan Kecamatan Plumpang, Tri Puguh ketika dikonfirmasi blokTuban.com di lokasi banjir mengatakan banjir tahun 2021 ini yang terbesar dibanding dengan sebelumnya.

"Banjir kali ini berasal dari luapan Avur Kuwu dan kurasan air sawah sekitar," ungkap Puguh, Kamis (14/1/2021).

Dalam kondisi normal, air yang menggenangi sawah di Desa Bandungrejo dan sekitarnya dibuang ke Avur Kuwu. Saat ini kondisi Avur juga meluap, sehingga pintu air menuju ke sungai di tutup sementara.

Terkait lamanya banjir di wilayah Bandungrejo dan sekitarnya juga ditambah dari air kurasan para petani. Kurang lebih 1 Kilometer jalan antar kecamatan terendam.

Pantauan di lokasi, meskipun jalan Kecamatan Widang dan Rengel terendam banjir lalu lintas masih seperti biasanya. Kendaraan roda dua, pribadi hingga truk melaju pelan melewati banjir.

Tak jarang para pemilik motor memanfaatkan banjir untuk mencuci motornya. Lebih dari itu, ada puluhan warga yang memancing ikan berharap berkah dari banjir tahunan di wilayahnya. [ali/col]