09:00 . Penyekatan Arus Balik Dimulai, Puluhan Kendaraan Diputarbalikkan   |   08:00 . Pesan Hoax Ledakan Corona Menyebar hingga Tingkat RT   |   07:00 . Menjaga Kesehatan di Hari Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19   |   14:00 . Tak Segera Diperbaiki, Jembatan Glendeng Kini Malah Ditutup Total   |   13:00 . Dampak Penyekatan di Tuban, Kasus Harian Corona di Bawah 15   |   12:00 . Walah..!!! Gegara Ini Akses Jembatan Darurat Glendeng Ditutup   |   11:00 . Boleh Silaturahim Tatap Muka, Tapi Tetap Pakai Masker   |   09:00 . Hampir Setahun Diterlantarkan, Kini Jembatan Glendeng Jadi Biang Kemacetan   |   07:00 . Kenalkan Pola Makan Sehat Pada Anak, Apa yang Perlu Diperhatikan?   |   17:00 . Kemenkumham Beri Remisi Khusus 168 Napi di Tuban   |   16:00 . Lebaran, Kawasan Obvitnas di Tuban Dijaga Ketat   |   15:00 . Masa Pandemi, 935 Warga Tuban Daftar Haji   |   13:00 . Jika Pembelajaran Tatap Muka Diberlakukan, Perpusda Harap Bisa Layani Baca Buku di Tempat   |   11:00 . Tunggu Keputusan Pusat, 1.296 Calon Haji Tuban Siap Berangkat Tahun Ini   |   09:00 . Dampak Pandemi, Perpusda Tuban Tak Layani Baca Buku di Tempat   |  
Sat, 15 May 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pertamina EP Tambah Produksi Migas Nasional

bloktuban.com | Saturday, 28 November 2020 18:30

Pertamina EP Tambah Produksi Migas Nasional

Reporter: Parto Sasmito

blokTuban.com - PT Pertamina EP (PEP)  menyelesaikan proyek SP Bambu Besar dan SKG Betung lebih cepat dari target. Kedua proyek tersebut akan menambah produksi minyak sebesar 2.738 barel minyak per hari (bopd) dan gas sebesar 15,52 MMscfd.

Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas, Luky A Yusgiantoro, mengapresiasi kinerja PEP dalam merealisasikan SP Bambu Besar yang lebih cepat dari target.

“Tahun 2020 ini kita sudah berhasil mendapatkan tambahan produksi. Dalam kondisi pandemi Covid-19 dan harga minyak yang rendah, pencapaian ini sangat luar biasa karena untuk mencapainya, dibutuhkan effort tambahan di lapangan,” kata Luky, saat peresmian fasilitas produksi SP Bambu Besar dan SKG Betung yang dilaksanakan secara daring, Jumat (27/11/2020).

Proyek SP Bambu Besar menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 2.738 bopd dan gas 5.52 MMscfd. Serta untuk SKG Betung dapat menjaga produksi gas sebesar 10 MMscfd.

Luky berharap PEP secara berkelanjutan melakukan inovasi, efisiensi dan peningkatan pengelolaan aspek manajemen pengelolaan proyek, kompetensi sumber daya manusia, dan keteknikan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dalam pemenuhan target-target penyelesaian proyek hulu migas.

Direktur Pengembangan dan Operasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE),  subholding upstream PT Pertamina (Persero), Taufik Adityawarman mengatakan penyelesaian proyek dengan berbagai tantangan di tengah pandemi Covid-19 merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam penyediaan energi nasional.

“Kami sangat mendukung optimalisasi atas asset-asset idle yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sehingga terjadi efisiensi dan dapat direplikasi di tempat lain,” ujar Taufik.

Dalam kesempatan yang sama Eko Agus Sardjono, Direktur Utama PEP, mengatakan  pencapaian proyek SP Bambu Besar dan  SKG Betung tidak lepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan, Kementerian ESDM, SKK Migas, PHE, dan seluruh instansi serta pihak terkait.

“Pencapaian ini diharapkan menjadi booster dan pemicu kepada seluruh perwira Pertamina di seluruh Indonesia agar terus semangat menjadi energi mengabdi untuk Indonesia walau dimasa pandemi Covid-19. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh stakeholder internal dan eksternal dalam mendukung Pertamina EP untuk mencapai target produksi migas nasional,” ujar Eko.

Proyek SP Bambu Besar yang semula ditargetkan onstream pada 2021, berhasil diselesaikan lebih cepat secara bertahap sehingga gas non-associated dapat mengalir pada September 2020. Penyelesaian Fasilitas Gas SP Bambu Besar ini penting dalam upaya menjaga pasokan gas ke industri domestik di Jawa Barat.

Pencapaian Pertamina EP yang ditandai dengan pengaliran gas dari proyek SKG Betung pada 15 November 2020 merupakan pemenuhan komitmen untuk menjaga pasokan gas domestik. Produksi gas SP Betung kemudian dikirim melalui jaringan pipa Sumbagsel yang terhubung dengan industri di Sumatera dan Jawa.

“Fasilitas Produksi SP Bambu Besar dan SKG Betung berhasil diselesaikan dengan koordinasi yang baik dari berbagai pihak, secara efisien, zero accident dan dengan mitigasi risiko pandemi Covid-19,” tandas Eko. [col]

Tag : Pertamina, migas

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more