07:00 . Inilah Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur   |   17:00 . Pemkab Tuban Bakal Evaluasi Bansos Lebih Tepat Sasaran   |   16:00 . Jembatan Glendeng Masih Proses Anggaran Lagi?   |   15:00 . Bakpao Buatan Napi Lapas Menggugah Selera   |   14:00 . Tak Terdampak Covid-19, Anak-anak Alihkan BST ke Warga Kurang Mampu   |   07:00 . Awas, Ini Lima Risiko Penyakit Jika Pakai Lipstik Setiap Hari   |   17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |  
Sun, 01 August 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Bawaslu Beber Potensi Kerawanan Pilkada 2020

bloktuban.com | Tuesday, 24 November 2020 15:00

Bawaslu Beber Potensi Kerawanan Pilkada 2020

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Lima belas hari lagi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak bakal digelar.  Kabupaten Tuban yang juga menyelenggarakan gelaran pesta demokrasi, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tengah mempersiapkan segala kemungkinan perihal agenda 9 Desember 2020 mendatang. Termasuk sejumlah potensi kerawanan yang ada.

Bicara soal potensi kerawanan Pilkada, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tuban, Sullamul Hadi membeberkan beberapa poin penting yang bakal jadi pertimbangan dan bahasan lanjutan.

"Potensi kerawanan hari ini kalau kita tentukan tingkat kerawanannya dimana, hampir semua rawan," ucap Ketua Bawaslu Tuban dalam forum NGOPI yang disiarkan PAC Ansor Soko beberapa waktu lalu.

Tentang poin potensi kerawanan Pilkada, sambungnya, dikerucutkan beberapa poin. Pertama, rawan tertular. Dalam situasi yang masih diselimuti pandemi Covid-19 ini, kalau pemilih tak menerapkan protokol kesehatan (prokes), maka akan rawan terpapar.

Pandemi yang tak disikapi dengan bijak, kampanye menjadi tidak ada. Bukan tanpa sebab Ketua Bawaslu mengatakan demikian. Sebab, merujuk pada Pemilu 2017 yakni Pilgub Jawa Timur.

"Begitu mendekati hari H (Pilgub *red), saking minimnya alat peraga kampanye, orang menjadi bingung dan tanya lho, ini mau ada apa? Besok mau ada pilihan kok sekarang baru tanya mau ada apa. Lucu," kisah Ketua Bawaslu Tuban yang akrabnya disapa Gus Hadi ini.

Pihaknya tak mau peristiwa semacam itu terjadi lagi, apalagi dalam Pilkada Tuban. Maka, sebisa mungkin digalakkanlah sosialisasi dan komunikasi kepada semua lapisan masyarakat. Baik dari pemuda, tokoh masyarakat, perorabgan, komunitas, dan lain sebagainya.

"Rawannya disitu. Rawan tidak banyak yang tahu," jelas Gus Hadi dalam Ngobrol Penuh Ilmu Tentang Pemilu di area Kopi Latar, Desa Sokosari, Kecamatan Soko. [feb/col]

Tag : Potensi, rawan, pilkada

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat