17:00 . IKA PMII Tuban Gelar Raker, Berikut Program Prioritasnya   |   15:00 . Ini Perbandingkan Jumlah Jabatan Kosong SOTK Lama dan Baru di Tuban   |   14:00 . Kadinkes Belum Tahu Jumlah Warga Tuban Penerima Vaksin Booster Covid-19   |   13:00 . DPRD Kecewa, Pemkab Telat Beri Data Rapor Kinerja ASN Non Job   |   12:00 . Konsisten Selama Lima Tahun, NFT Foto Selfie Ghozali Terjual Hingga Miliaran   |   10:00 . Berikut Cara Agar Tanaman Hidroponik Tumbuh Subur   |   07:00 . Hubungan Toksik dan Ciri-Cirinya   |   12:00 . Cicipi Lezatnya Olahan Becek Mentok Pedas Khas Tuban Yang Getarkan Lidah   |   11:00 . Musim Hujan Jadi Tantangan Utama Pengrajin Gerabah Tuban   |   10:00 . Tingkatkan Kapasitas SDM, IAINU Tuban Gelar Bimtek Pengelolaan Kampus   |   09:00 . Sit With Emotion, Salah Satu Cara Memanajemen Quarter Life Crisis   |   08:00 . Terima Asimilisasi, 20 WBP Bisa Jalani Hukuman di Rumah   |   08:00 . Terima Asimilisasi, 20 WBP Bisa Jalani Hukuman di Rumah   |   07:00 . Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak, Ini 6 Tanda Pola Asuh Anda Buruk!   |   18:00 . Tahun Ini, BUMDes Compreng Rencanakan Tambah Unit Usaha   |  
Sun, 16 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

PMII Tuban Kecam Tindakan Represif Polisi di Pamekasan

bloktuban.com | Friday, 26 June 2020 08:00

PMII Tuban Kecam Tindakan Represif Polisi di Pamekasan

Reporter : Khoirul Huda

blokTuban.com - Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tuban mengecam keras tindakan represif oknum aparat kepolisian Polres Pamekasan.

Sebab, oknum anggota kepolisian dari Polres Pamekasan tersebut bertindak represif kepada mahasiswa dari PMII saat menggelar aksi terkait tambang galian C di depan Pendopo Bupati Pamekasan, Kamis (25/6/2020).

Dalam aksi itu, sejumlah mahasiswa terluka karena terkena pentungan petugas. Bahkan, ada peserta aksi yang sampai masuk rumah sakit (RS) akibat terluka di bagian kepala setelah dipentung polisi yang mengamankan aksi.

Sekadar diketahui, sebelumnya puluhan massa mahasiswa PMII Pamekasan melakukan aksi demo terkait tambang galian C di depan kantor Bupati Pamekasan dan berakhir ricuh. Kericuhan terjadi saat sejumlah massa aksi berusaha untuk menerobos masuk ke pendopo karena ingin langsung bertemu dengan Bupati Pamekasan Badrut Tamam.

‘’Kami sebagai pengurus PC PMII Tuban sangat menyayangkan dan mengecam keras tindakan brutal dan represif yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian Pamekasan ini. Tidakannya mengakibatkan terlukanya tiga aktivis mahasiswa,’’ ujar Mashuri, salah satu ketua PC PMII Tuban, Jumat (26/6/2020).

Seharusnya, kata dia, aparat keamanan itu mengamankan jalannya demonstrasi, bukan justru sebaliknya, menganggap demonstran itu musuh yang harus dimusuhi. Tindakan tersebut, lanjutnya, juga mencontreng institusi Polri.

‘’Karena sudah tidak sesuai dengan semboyan-semboyan yang katanya pengayom dan pelindung masyarakat,’’ tambahnya.

Tindakan represif, lanjut Mashuri, seharusnya tidak dilakukan aparat kepolisian. Sebab, aksi  sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang No.9 Tahun 1998  tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

‘’Deklarasi  universal hak-hak asasi manusia, menurut dia yang menjamin kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat tanpa gangguan apapun dengan cara apapun dengan tidak memandang batas-batas,’’ katanya.

Selain daripada itu, mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban juga menilai bahwa aparat kepolisian telah melanggar standar operasional dalam menangani demonstrasi. Aturan ini sudah jelas tertulis dalam peraturan Kapolri No.16 Tahun 2016 tentang pengendalian masa dan juga peraturan Kapolri No.1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

Oleh karena itu, PC PMII Tuban menyampaikan beberapa tuntutan. Di antaranya adalah 

mendesak Kapolda Jawa Timur untuk bertanggungjawab serta mengusut tuntas tindakan represif aparat kepolisian terhadap kader PMII Pamekasan tersebut.

PC PMII Tuban mendesak Kapolda Jawa Timur untuk menindak tegas Kapolres Pamekasan atas aksi represif anggota polisi yang ada di bawah komandonya dalam pengamanan aksi.

‘’PC PMII Tuban menuntut untuk memberhentikan oknum polisi yang melakukan tindakan represif kepada kader PMII Pamekasan,’’ tegasnya.[hud/ono]

 

Tag : PMII, kecampolisi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more