Beberapa Desa Dapat Kiriman Air Bersih

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Desa Sidoharjo Kecamatan Senori, pada Sabtu (7/9/2019), mendapat kiriman air dari Pemerintah Kabupaten Tuban, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sidoharjo merupakan salah satu titik yang terdampak bencana kekeringan tahun ini.

Berdasarkan hasil data assesment dari Tim Jitupasna BPBD Tuban, ada tiga dusun di Sidoharjo yang kekurangan air bersih. Dusun tersebut mulai Wadung, Malo, dan Tapen. Masing-masing dusun hari ini mendapat kiriman 1 rit air, dengan kapasitas 1 mobil tangki 7.000 liter.

Mendengar kabar kedatangan mobil tangki BPBD, warga sedari pagi sudah menaruh bak airnya di titik yang ditentukan. Untuk memaksimalkan pendistribusian, tandon berwarna orange di Sidoharjo dipenuhi lebih awal.

Selain di Senori, di waktu yang sama tim BPBD juga mengirim air di Kecamatan Montong tepatnya di Dusun Kedungjero, Desa Nguluhan dan Dusun Guyangan Desa Tanggulangin. Kiriman juga diberikan buat warga di Dusun Sidorejo, Desa Gaji, Kecamatan Kerek. 

Data yang dihimpun blokTuban.com, tercatat hingga gelombang ketiga saat ini sudah ada sebanyak delapan kecamatan dengan total sebanyak 20 desa yang mengalami krisis air bersih. 20 desa yang dilanda kekeringan tersebut yakni, Desa Genaharjo dan Desa Jadi yang berada di wilayah Kecamatan Semanding, kemudian di Kecamatan Grabagan yakni, Desa Grabagan, Ngandong, Waleran, dan Gesikan.

Di Kecamatan Parengan mencakup empat desa, yakni Desa Dagangan, Pacing, Sembung, dan Sidokumpul. Sementara, Kecamatan Rengel ada Desa Punggulrejo, lalu Kecamatan Kerek berada di Desa Gaji.

Sedangkan di Kecamatan Senori ada 4 desa yakni, Desa Jatisari, Sendang, Medalem, dan Sidoharjo, di Kecamatan Montong kekeringan melanda Desa Nguluhan dan Tanggulangin serta kecamatan yang mengalami kekeringan baru-baru ini adalah Kecamatan Jatirogo, meliputi Desa Jombok dan Desa Bader.

"Ada tambahan 4 desa baru di gelombang 3 ini, yaitu Desa Gesikan Kecamatan Grabagan, Desa Sidokumpul Kecamatan Parengan, dan 2 desa di Kecamatan Jatirogo. Total sudah 20 desa yang mengalami kekeringan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tuban, Gaguk Hariyanto.

Mengacu musim kemarau yang terjadi di Tuban tahun 2018, bahwa ada beberapa wilayah di Kabupaten Tuban yang mengalami penurunan debit sumber air diantaranya adalah Kecamatan Senori, Kecamatan Bangilan, Kecamatan Parengan, Kecamatan Grabagan dan Kecamatan Semanding.

Di tahun 2018 ada 23 titik sumber air yang di bor oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman PRKP. Diantaranya lokasi yang berhasil Desa Sandingrowo, Desa Bangunrejo, Desa Simo Kecamatan Soko, Desa Karangrejo, Desa Kayen, Desa Banjarejo, Desa Margosuko, Desa Tenggerkulon Kecamatan Bancar, Desa Saringembat Kecamatan Singgahan.

Lainnya Desa Nguluhan Kecamatan Montong, Desa Margorejo Kecamatan Kerek, Desa Dagangan Kecamatan Parengan, Desa Bulumeduro Kecamatan Bancar, Desa Kedungharjo Kecamatan Widang, Desa Genaharjo Kecamatan Semanding, Desa Sambongrejo Kecamatan Semanding, dan Desa Ngampelrejo Kecamatan Bancar.

Kepala Dinas PRKP Tuban, Darmaji menjelaskan, adapun lokasi yang tidak berhasil yakni Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding, Desa Tuwiri Kulon Kecamatan Merakurak, Desa Jetak, Desa Bringin, Desa Tanggulangin Kecamatan Montong, dan Desa Jadi Kecamatan Semanding.

"Kekeringan yang dimaksud adalah suatu Dusun atau RT/RW yang pada waktu musim kemarau terdampak kekeringan, maka untuk menangani hal tersebut akan dilakukan koordinasi dengan pihak HIPPAM yang ada di Desa tersebut maupun Desa lain, dalam satu kecamatan untuk melayani Dusun atau RT/RW yang terdampak kekurangan air bersih," kata Darmaji kepada blokTuban.com dalam keterangan tertulisnya.

Untuk Tahun 2019 ada dua titik pengeboran, rencana di Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2019 ada lima titik Pengeboran.

"Target debit 2 ltr/dtk untuk dapat memenuhi kebutuhan sekitar 7000 Jiwa yaitu 1.400 KK," tutupnya. [ali/rom]

Ket: berita ini mengalami perubahan seperlunya karena ada kesalahan penulisan di awal. Redaksi mohon maaf atas ketidaknyamanan pembaca.