19:00 . Perangkat Desa dan Warga Jetak Antusias Ikuti Pelatihan Membatik   |   18:00 . Kemendag Jamin Ketersediaan Beras Selama Tahun 2021   |   16:00 . Katrol PAD Dari Reklame, Satpol PP Tuban Dorong Pemilik Untuk Urus Ijin   |   15:00 . Kejurprov Kickboxing Jatim 2021, Tuban Raih 3 Emas Dan 2 Perunggu   |   14:00 . SATPOL PP Tuban Tertibkan Reklame & Baliho Liar   |   10:00 . Satpol PP Tuban Tertibkan Reklame Tak Berizin   |   09:00 . Ajarkan Cintai Bumi, Sobat Bumi USB Gelar Edukasi dan Aksi Tanam Pohon   |   08:00 . Pengin Tahu ? Ini Tujuh Hal yang Mendorong Produk Lokal Berkembang di Era Digital   |   07:00 . Tingkatkan Kesehatan Tubuh dan Mental, Konsumsi 5 Makanan Ini!   |   17:00 . Berikut Tujuh Hal yang Dorong Produk Lokal Berkembang di Era Digital   |   15:00 . Polisi Selidiki Maling Kotak Amal di Masjid yang Terekam CCTV   |   14:00 . Cara Cepat Raih Keuntungan Lebih Banyak dalam Pembibitan Ikan Lele   |   13:00 . Hadir di Wisuda Sarjana IAINU Tuban, Begini Pesan Gus Reza   |   12:00 . Ulang Tahun blokTuban.com ke-6, CEO BMG Resmi Launching Tuban Digital Forum   |   11:00 . Visi Misi Bupati Tuban Halindra Berjalan, Petani Kolonial Mulai Produksi Pupuk Sendiri   |  
Thu, 02 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

11 Tips untuk Menghindari Kehilangan Anak Saat Berlibur

bloktuban.com | Saturday, 01 June 2019 07:00

11 Tips untuk Menghindari Kehilangan Anak Saat Berlibur

Reporter: -

blokTuban.com - Bepergian bersama keluarga tentu kegiatan yang mengasyikkan, apalagi jika dilakukan ketika libur panjang, termasuk libur Lebaran.

Bila musim libur tiba, sejumlah tempat wisata biasanya dipadati dengan wisatawan, tidak hanya orang dewasa tapi juga anak-anak.

Dilansir South China Morning Post (SCMP), ada suatu keluarga yang menceritakan pengalaman terpisah dari anak mereka ketika liburan di Thailand, dan untungnya anak tersebut berhasil ditemukan oleh orangtuanya.

Kemudian, keluarga itu belajar untuk menerapkan praktik keselamatan yang baik, yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk menghindari pemisahan dari anak-anak mereka.

Oleh karena itu, keluarga tersebut memberikan 11 kiat-kiat agar terhindar dari kehilangan anak-anak mereka yang dipaparkan oleh Heather Greenwood Davis.

Heather adalah orang yang mendirikan blog Globetrotting Mama dan melayani sebagai dewan penasihat untuk Family Travel Association, Chymy. Selain itu, kiat juga disampaikan Kirsten Maxwell, duta besar Moon Travel Guides dan pencipta situs Kids Are a Trip. Berikut rinciannya:

1. Menetapkan aturan dasar

Dalam langkah ini, orangtua diimbau untuk mengingatkan anak-anak tentang aturan dasar sebelum berangkat perjalanan.

Aturan dasar yang harus disampaikan misalnya, anak-anak jangan berkeliaran sendirian, terlepas dari seberapa aman yang mereka rasakan.

Ingatkan (anak) yang paling tua untuk memberi tahu orangtua mereka sebelum bepergian.

2. Membagi tanggung jawab

Orangtua disarankan untuk membagi tanggung jawab. Hal ini untuk mempermudah saat melacak anak di tempat-tempat yang ramai.

Bagi tugas, ibu mengawasi siapa saja, dan ayah mengawasi siapa. Ini sangat membantu, terutama jika Anda hanya mengawasi satu atau dua anak, daripada tiga atau empat anak.

Kiat ini juga akan mencegah ayah dan ibu saling menyalahkan.

3. Tetapkan titik temu

Tetapkanlah titik temu yang telah disepakati oleh orangtua dan anak apabila terjadi perpisahan atau hilangnya pengawasan orangtua terhadap anak.

Pilihlah tempat yang mudah diidentifikasi oleh anak-anak. Tempat itu seperti pelayanan anak hilang, pintu masuk lokasi, tempat parkir atau landmark khas di lokasi itu.

Chymy menyarankan, anak-anak harus diberi tahu untuk tetap di tempat mereka berada, kemudian memanggil ibu atau ayah mereka dengan suara lantang.

Cara ini penting jika mereka berada di area yang terisolasi atau ruang tertutup, seperti taman atau lokasi indoor, sehingga mereka tidak berkeliaran lebih jauh.

4. Ajarkan anak untuk meminta bantuan

Bekalilah anak Anda dengan cara meminta bantuan kepada orang lain jika mereka terpisah dari Anda.

Greenwood mengungkapkan, dirinya mengajari anak-anaknnya bahwa orang dewasa yang berseragam seperti petugas keamanan atau satpam dapat didekati untuk dimintai bantuan.

Chymy menyarankan alternatif lain, seperti orangtua lain (yang membawa anak) yang ada di lokasi juga bisa didekati untuk dimintai pertolongan.

Adapun pemberian informasi penting, seperti nama orangtua dan nomor telepon adalah hal harus diajarkan kepada anak-anak.

Chymy bercerita bahwa ia bertemu dengan satu keluarga yang sangat khawatir tentang keselamatan anak-anaknya, sehingga mereka menuliskan nomor telepon di lengan anak-anak menggunakan spidol.

5. Menulis informasi kontak

Maxwell menyuruh anak-anaknya memakai pengenal yang berisi informasi kontak orangtua. Penulisan informasi bisa diselipkan di sepatu anak.

Dalam hal ini, anak-anak usia sekolah dapat mengingat informasi tersebut dengan baik.

6. Informasi pada anak yang lebih besar

Anak-anak yang lebih besar dapat memiliki informasi yang tersimpan pada uang mereka dan hal-hal penting lainnya. Bisa juga menempatkan nomor informasi penting pada gawai mereka.

Namun, teknologi terkadang tidak mempan, jadi cobalah dengan gaya kuno, yaitu menggunakan catatan tertulis.

Beberapa orangtua bahkan mengemas detail akomodasi dan ongkos taksi untuk anak yang lebih besar.

7. Foto anak terbaru

Orangtua bisa juga mencari anak-anaknya dengan foto terbaru mereka yang disimpan dalam ponsel.

Chymy merekomendasikan orangtua mengambil foto anak-anak mereka dengan pakaian yang mereka kenakan hari itu.

Untuk mencari anak yang terpisah bisa menggunakan alat pelacak. Beberapa anak cenderung berkeliaran, pergi tanpa pola.
Orangtua harus membuat keputusan yang akan menjaga anak-anak mereka aman dan mengurangi kecemasan mereka sendiri.

8. Aturan sandwich

Ketika anak-anaknya masih kecil, Greenwood bersikeras bahwa mereka memiliki kontak fisik dengan salah satu orangtua di tempat yang ramai.

Ia menerapkan aturan sandwich (roti isi) kepada anak-anaknya. Dalam aturan ini, orangtua memerankan roti isi, sementara anak-anak sebagai isinya.

Jika sandwich terasa mulai "berantakan", ketika mereka berpergian atau terpisah, sang roti akan berteriak, "di mana acar?" mengacu pada salah satu anaknya.

Kode ini diperlukan agar anak Anda mudah mengenali, dan tak dapat dibohongi orang lain.

9. Menggunakan kaus berwarna cerah

Menurut Greenwood, ada alasan cerdas pada keluarga yang memadankan warna kausnya antara anak dan orangtua. Hal ini diterapkan untuk lebih mudah melacak anak mereka yang terpisah.

Pakaian anak-anak dengan warna mencolok atau warna cerah sebelum berbaur dengan kerumunan telah memudahkan dirinya menemukan anak.

10. Menggunakan walkie-talkie

Seiring bertambahnya usia anak-anak, mereka menginginkan lebih banyak kebebasan. Greenwood kemudian berinvestasi dengan membeli walkie-talkie berkualitas dengan jangkauan sampai 5 km.

Mereka tidak bergantung pada layanan seluler atau wifi. Tentunya Anda harus tetap mengeluarkan biaya untuk fasilitas ini.

Walkie-talkie juga berfungsi ganda sebagai mainan hebat ketika hiking atau berkemah, karena anak-anak ingin menjelajah, dan orangtua tetap ingin tetap berhubungan.

11. Menggunakan fitur GPS dan bluetooth

Ada dua perangkat yang bisa dijadikan referensi untuk melacak anak Anda, yakni perangkat "HereO" dan "My Buddy Tag".

HereO adalah teknologi yang memanfaatkan layanan GPS virtual yang terhubung ke aplikasi di ponsel pintar orangtua pada jam tangan dan dibanderol harga 199 dollar AS atau sekitar Rp 2,8 juta.

Perangkat ini juga memungkinkan Anda untuk mengatur zona, sehingga ada peringatan jika anak mereka meninggalkan zona yang ditentukan.

Sementara, My Buddy Tag merupakan teknologi yang memanfaatkan layanan bluetooth pada jam tangan dan dikenakan biaya 39,99 dollar AS atau sekitar Rp 575.000.

Dua teknologi ini akan menunjukkan dengan tepat lokasi anak.

Ada juga teknologi "AngelSense", yakni sistem pelacakan anak yang populer dan komprehensif.

Dengan aplikasi ini, orangtua tidak hanya tahu di mana anak-anak mereka setiap saat, mereka dapat menentukan apakah anak-anak akan terlambat atau berada di tempat yang tidak dikenal. Orangtua juga dapat berkomunikasi dengan anak-anak dan mendengarkan mereka.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more