12:00 . Tips Memulai Bisnis Bucket Snack Kekinian   |   10:00 . Relawan Tambakboyo Tuban Galang Bantuan Korban Erupsi Semeru   |   07:00 . Gejala Infeksi Luka Jahitan yang Wajib Diketahui dan Cara Menanganinya   |   20:00 . Jarak Luncur Guguran Lava Pijar Gunung Semeru 500-800 Meter   |   19:00 . Kelompok Informasi Masyarakat Tersosialiasi di 11 Kecamatan Tuban   |   18:00 . Puluhan Menu Tersaji di Festival Masakan Khas Tuban, Wakili Sisi Utara, Tengah dan Selatan   |   17:00 . Langkah Pemerintah Deteksi Omicron, Testing dan Tracing Perjalanan Internasional   |   16:00 . WHO Jelaskan Omicron, Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Panik   |   12:00 . All Out Dukung Tim Kebanggaan, Suporter Persatu Tuban Adakan Gerakan Penggalangan Dana   |   11:00 . Alumni SMK TJP Tuban Perkuat Indonesia di Kompetisi Pengelasan Internasional    |   10:00 . Pindah Tugas ke Banda Aceh, Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Viliala Romadhon Pamitan   |   08:00 . Pengelolaan JDIH Tuban Masuk 10 Besar Terbaik Nasional   |   07:00 . Mengenal Tantrum Anak, Serta Bagaimana Cara Menanganinya   |   21:00 . Kemendag Pastikan Pasokan Kedelai Cukup untuk Natal dan Tahun Baru   |   20:00 . Pekerja yang Bekerja di Harus Terapkan Sistem Perlindungan   |  
Sun, 05 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Kemenag Tiga Kabupaten Bahas Cara Tangkal Faham Radikal 

bloktuban.com | Thursday, 28 February 2019 10:00

Kemenag Tiga Kabupaten Bahas Cara Tangkal Faham Radikal  DISKUSI : Perwakilan Kemenag Tiga Kabupaten Diskusi soal Faham Radikal

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com - Faham radikal harus ditangkal agar tidak berkembang. Perlu upaya serius dan terus menerus. Deteksi dini harus diterapkan untuk mengidentifikasi setiap masalah yang ada. Semua lapisan masyarakat termasuk para ulama, tokoh agama dan lembaga keagamaan harus bergerak. 

‘’Masyarakat harus peka atas berkembangnya paham-paham bermasalah, seperti radikalisme, terorisme, liberalisme hingga sesatisme agar tidak berkembang,’’ ujar Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim KH. Ainul Yaqin, S.Si, M.S.i, saat di Tuban Kamis (28/2/2019).

Hal itu disampaikan Kiai Ainul Yaqin dalam  diskusi dengan tema "Deteksi Dini dan Identifikasi Faham Keagamaan dan Aliran Keagamaan Bermasalah" yang digelar  Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur di hotel Mahkota Tuban.

Acara diikuti 40 peserta dari tiga kabupaten, yakni Tuban, Lamongan dan Bojonegoro. Terdiri dari perwakilan MUI, organisasi kemasyarakatan dan Kemenag. 

Deteksi dini dan identifikasi, kata dia, bisa berupa kegiatan antisipatif. Dalam rangka mengatasi semakin berkembangnya aliran dan gerakan keagamaan bermasalah tersebut. Gerakan tersebut rentan menimbulkan konflik dan kekerasan. 

Semua elemen keagamaan harus memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap perkembangan aliran atau gerakan keagamaan bermasalah khususnya yang rentan menimbulkan konflik dan kekerasan.

“Dalam upaya menentukan sikap dan tindakan yang tepat, maka pemerintah perlu memerhatikan agar nilai keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam berkeagamaan dapat terjamin dengan tenang,” tambahnya.

Menurut dia, persoalan yang mendasar adalah Islam itu agama mayoritas. Namun tidak menjadi sebuah kekuatan karena tidak adanya upaya untuk bersinergi dengan sesama muslim lainnya. 

‘’Ini menjadi PR besar kita, bagaimana membangun harmoni sebagaima islam mengajarkan kehidupan yang harmoni meski ada dalam kemajemukan,’’ katanya.

Sementara, Kepala Kemenag Tuban Sahid menabahkan, cara menangkal faham radikal di antaranya memperdalam ilmu keagamaan, menanamkan jiwa nasionalisme, membiasakan tabayyun tentang informasi yang belum jelas sumbernya. Serta menghidupkan kembali semangat gotong royong bermasyarakat.

"Setelah kegiatan ini diharapkan ada tindaklanjut dari masing-masing kabupaten untuk mengajak, bicara baik-baik dan bermusyawarah dengan faham-faham yang ditengarai menyimpang," katanya. 

Ciri-ciri faham radikal itu di antaranya intoleran, selalu menganggap dirinya benar, dan revolusioner. Jika ditemukan cirri tersebut, maka ada tahapan yang dilakukan.

Harus dilakukan penelitian dengan mengumpulkan data, informasi, bukti dan saksi bila ada. Lalu pengkajian terhadap pendapat para imam mahdzab dan para ulama ahli terkait faham yang diteliti.

Kemudian permu memanggil pimpinan aliran atau kelompok serta saksi ahli untuk melakukan tahqiq dan tabayyun. Perlu juga ada tausiyah bila memang salah agar yang bersangkutan meninggalkan faham yang dianutnya itu.

‘’Jika diperlukan bisa ada penetapan fatwa serta pengajuan ke proses hukum melalui pelaporan ke kepolisian,’’ katanya.[ono]

 

Tag : kemenag, fahamradikal, diskusi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more