19:00 . Wasit Keluarkan 2 Kartu Merah, Tim Salafiyah Kholidiyah Plumpang Lolos FInal   |   18:00 . Nurul Qur’an Bancar Kebobolan 8 Gol, Kesebelasan Mutholibul Huda Jenu Lolos Final   |   17:30 . Trending! Nathalie Holscher Gugat Cerai Sule, Putri Delina Disebut Biang Keladi   |   17:00 . Manganan di Gedongombo Tuban : Berharap Tanaman Lebih Subur   |   16:00 . Tumpah Ruah 1.700 Warga Gedongombo Tuban Manganan di Makam Syeh Maulana Iskhak Al-Maghribi   |   15:00 . Persiapan Wukuf, Jemaah Haji Asal Tuban Mulai Geser ke Arafah   |   14:00 . Harga Bawang Putih di Tuban Naik Ikuti Bawang Merah, Hampir Setara Minyak Goreng Kemasan   |   13:00 . 10 Destinasi Wisata di Tuban Pas Banget Buat Liburan Idul Adha, Buruan Piknik!   |   12:00 . Meraup Cuan dari Usaha Tusuk Sate Jelang Idul Adha di Tuban   |   11:30 . Tusuk Sate Tuban, Usaha Keluarga Sejak 1987   |   11:00 . Ramalan Shio 7 Juli 2022: Bisa Jadi yang Kalian Butuhkan Adalah Healing!   |   10:30 . Bakal Tusuk Sate di Tuban Dijemur Sehari   |   10:00 . Lowongan Kerja Lulusan SMA hingga S1 Ada 10 Formasi di PT Indofood Group   |   09:30 . Kampung Tusuk Sate di Tuban   |   09:00 . Prestasi Tuban di Porprov Jatim VII Melesat, Mas Bupati Turun Langsung hingga Atlet Pecahkan Rekor   |  
Thu, 07 July 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pengasuh Pondok Gomang Tuban Kritisi P.39 Perhutanan Sosial

bloktuban.com | Saturday, 26 August 2017 08:00

Pengasuh Pondok Gomang Tuban Kritisi P.39 Perhutanan Sosial

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Nomor P.39/MenLHK/setjend/Kum.1/6/2017 Tentang Perhutanan Sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani menuai protes di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tuban. Permen itu dianggap akan menambah kerusakan hutan yang diyakini masyarakat, memiliki berjuta-juta manfaat itu.

Pengasuh Pondok Pesantren Wali Sembilan/Nurussalam Gomang misalanya, beliau bereaksi terhadap Permen tersebut dan meminta agar Permen itu di-pending, terkait masalah yang wajib diantisipasi bilamana Permen ini diimplementasikan.

Pihaknya menilai, Permen tersebut mengancam kerusakan kawasan hutan lindung atau hutan produksi semakin tak terkendali. Sebab, ada aktivitas kegiatan pertanian di wilayah hutan yang dikelola Perum Perhutani.

"Hutan memiliki peran penting, jangan sampai dengan adanya kebijakan perhutanan sosial akan menambah kerusakan," tutur pengasuh pondok pesantren Gomang, KH. KRMA. Noer Nasroh Hadiningrat kepada blokTuban.com, Kamis (24/8/2017) petang.

Selama ini, lanjut Kia Nasroh, sebutan pengasuh pondok yang berada di tengah hutan Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan, Tuban, Jawa Timur itu, hutan telah memberi kehidupan makhluq di dalam dan sekitarnya. Jika terjadi pengolahan hutan untuk lahan pertanian, maka secara tidak langsung akan membunuh makhluq yang selama ini bertasbih di dalamnya.

"Segala sesuatu yang berada di alam (Hutan) ini bertasbih, bagaimana jika hutannya dirusak," tanya Kiai sekaligus pemerhati lingkungan hutan itu.

Sang kiai juga menjabarkan mengenai kerugian jika tanaman hutan benar-benar ditebang. Diungkapkan beliau, satu pohon menghasilkan 1,2 kilogram (kg) oksigen per hari. Satu orang bernafas perlu 0,5 kg oksigen per hari. Jadi, satu pohon menunjang kehidupan dua warga dan jika menebang satu pohon di hutan berarti membunuh 2 dua warga.

"Padahal, orang Islam yang membunuh satu orang, itu artinya membunuh umat Muhammad SAW di seluruh alam," tegas Kiai Nasroh.

Di sisi lain, ujar Kia Karismatik ini, keutamaan hutan cukup beragam. Diantaranya sebagai penetral angin laut, peredam petir, dan pelindung tanaman petani dari hama.

"Penilaian kami, P.39 MENLHK tabrakan dengan PP 72 tahun 2010 tentang Perhutani, maka tidak usah diubah-ubah," pungkas Kiai pendiri masjid satu tiang itu menandaskan. [rof/ito]

Tag : lingkungan, hidup, hutan, ponpes, gomang, tuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat