18:00 . Nurul Qur’an Bancar Kebobolan 8 Gol, Kesebelasan Mutholibul Huda Jenu Lolos Final   |   17:30 . Trending! Nathalie Holscher Gugat Cerai Sule, Putri Delina Disebut Biang Keladi   |   17:00 . Manganan di Gedongombo Tuban : Berharap Tanaman Lebih Subur   |   16:00 . Tumpah Ruah 1.700 Warga Gedongombo Tuban Manganan di Makam Syeh Maulana Iskhak Al-Maghribi   |   15:00 . Persiapan Wukuf, Jemaah Haji Asal Tuban Mulai Geser ke Arafah   |   14:00 . Harga Bawang Putih di Tuban Naik Ikuti Bawang Merah, Hampir Setara Minyak Goreng Kemasan   |   13:00 . 10 Destinasi Wisata di Tuban Pas Banget Buat Liburan Idul Adha, Buruan Piknik!   |   12:00 . Meraup Cuan dari Usaha Tusuk Sate Jelang Idul Adha di Tuban   |   11:30 . Tusuk Sate Tuban, Usaha Keluarga Sejak 1987   |   11:00 . Ramalan Shio 7 Juli 2022: Bisa Jadi yang Kalian Butuhkan Adalah Healing!   |   10:30 . Bakal Tusuk Sate di Tuban Dijemur Sehari   |   10:00 . Lowongan Kerja Lulusan SMA hingga S1 Ada 10 Formasi di PT Indofood Group   |   09:30 . Kampung Tusuk Sate di Tuban   |   09:00 . Prestasi Tuban di Porprov Jatim VII Melesat, Mas Bupati Turun Langsung hingga Atlet Pecahkan Rekor   |   08:00 . 5 Butir Isi Perjanjian Hudaibiyah, Antara Kaum Muslim dan Quraisy   |  
Thu, 07 July 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Anshor, SH. Humas dan Hakim di Pengadilan Agama Tuban

Pernah Tangani Perkara Cerai Lantaran Aniaya Ayam

bloktuban.com | Saturday, 11 February 2017 13:00

Pernah Tangani Perkara Cerai Lantaran Aniaya Ayam

Reporter: Dwi Rahayu

blokTuban.com - Sosoknya humble, begitu anak muda sekarang menyebut karakter seseorang ramah dan rendah hati. Gambaran tersebut ada pada diri Anshor, salah seorang hakim senior dan menjabat sekaligus sebagai Humas di Pengadilan Agama Tuban.

Sekitar 23 lalu ia meniti karir sebagai hakim muda. Hingga kini tidak terhitung berapa ratus perkara telah ia tangani.  Entah berapa kali palu putusan ia gedok sebagai benang merah untuk pasangan berumah tangga bermasalah.

Dari sekian perkara yang ia tangani, dengan berbagai latar belakang masalah, ada salah satu perkara yang menurutnya cukup remeh sebagai alasan seseorang memutuskan hubungan sakral suami istri. Pernah, ia menangani perkara pasangan suami istri yang bercerai lantaran sang suami telah menganiaya ayam milik istri.

Awalnya ketika sang istri tinggal di rumah suami, setelah melangsungkan pernikahan. Bersama kepindahan sang istri turut membawa ayam. Suatu ketika saat suami panen kacang, ayam sang istri memakan kacang yang tengah dijemur. Kemudian naik pitam, suami tersebut melempar batu yang mengenai ayam hingga klepek-klepek alias terluka.

"Pada akhirnya, hal tersebut dibawa hingga meja hijau dan mereka bercerai. Padahal mereka sudah memiliki anak," kata pria kelahiran 1953 tersebut.

Ia menyayangkan masyarakat saat ini. Beberapa pasangan suami-istri kerap menganggap perceraian adalah suatu hal yang biasa. Sebab perkara remeh yang terkadang terjadi dalam bahtera rumah tangga acap dijadikan alasan untuk berpisah. Namun tidak jarang perkara sebaliknya pernah terjadi.

"Sementara pernah ada kasus perselingkuhan yang dilakukan suami, sengaja meninggalkan istri bertahun-tahun malah akhirnya rujuk kembali," katanya lantas tersenyum.

Baginya, yang cukup merasakan asam garam dalam urusan pengadilan ada beberapa faktor penyebab seseorang mengalami kegagalan berumah tangga. Diantaranya, tidak berlangsung lama biduk rumah tangga lantara kurangnya kesiapan mental, batas minimal usia, tingkat pendidikan dan dukungan moril dari para orang tua.

"Usia minimal sesuai undang-undang untuk perempuan 16 tahun, laki-laki 19 tahun, namun akhir-akhir ini banyak perkawinan di bawah umur," tambahnya. [dwi/rom]

Tag : ANSOR, pengadilan agama



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat