Melihat Corak Batik Tiga Negeri di Lasem

Reporter: Edy Purmomo

blokTuban.com - Kecamatan Lasem bisa dibilang sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Rembang yang mempunyai nilai sejarah yang cukup kuat. Selain itu, kecamatan ini bisa dibilang sebagai pusat batik di kota Rembang.

Latar belakang sejarah dan budaya masyarakat Lasem, ternyata berdampak pada guratan canting pembatiknya. Karya-karya yang mereka hasilkan, mempunyai nilai filosofis yang terkait erat dengan kultur masyarakat setempat.

"Salah satu motif corak yang kami hasilkan adalah batik 3 negeri," jelas Siti Sri Murniati (45), salah satu pembatik yang mempunyai tempat usaha di Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Rabu (16/11/2016) malam.

Murniati menjelaskan, motif yang dibuat itu sama dengan kondisi masyarakat dari 3 negeri yang hidup berdampingan secara turun temurun. Dia jelaskan, di Lasem ada warga keturunan Tionghoa, Arab, dan juga Jawa (Indonesia).

"Masyarakat sudah turun temurun hidup berdampingan, jadi di corak batik ini ada ciri khas dari tiga negeri yang kita gabung jadi satu," kata pelaku usaha binaan PT Semen Indonesia itu menjelaskan.

Selain batik negeri, ada sekitar 32 jenis batik dan motif klasik yang dibuat pengrajin Lasem. Sementara untuk motif moderen jumlahnya belum diketahui karena terus berkembang sampai sekarang, tergantung kreatifitas masing-masing pengrajin.

"Motifnya rata-rata terinspirasi dengan kondisi alam, ada corak bunga dan juga ada motif khas pesisir," jelas perempuan asal Desa Karaskepoh, Kecamatan Pancur, Rembang itu.

Sri Murniati, mengaku bergabung bersama pembatik lain menjadi binaan PT Semen Indonesia sejak tahun 2010. Selain ilmu tentang manajemen usaha, dia juga mendapatkan modal awal sebesar Rp20 juta. Kini, usaha dia yang diberi nama Rizty Art itu mampu meraup omset sampai Rp10 juta.

"Yang paling kami harapkan itu ya pameran yang diperbanyak. Karena dengan begitu kami bisa lebih mengenalkan dan mengembangkan produk batik Lasem," tandasnya. [pur/rom]