20:00 . Satreskrim Polres Tuban Tetapkan FZ Sebagai Tersangka Kasus Investasi Bodong   |   19:00 . Kapalnya Terbakar, Nelayan Palang Telan Kerugian Rp85 Juta   |   18:00 . Sidang Kedua Terdakwa Sabu Hotel Mustika, Saksi Polisi Diperiksa   |   17:00 . Menko Airlangga: Ada Empat Poin Penting untuk Pengembangan UMKM 2022   |   16:00 . Sidang Perdana Guru Spiritual Tuban Didakwa Setubuhi dan Cabuli Tiga Anak   |   15:00 . Penduduk Miskin Bertambah, KNPI Tuban Tawarkan Solusi ke Dinsos   |   14:00 . Juknis BOP RA Tahun 2022 Disosialisasikan, Ini Kriteria Siswa Penerima Bantuan   |   13:00 . Mahasiswa PMII Menuntut Pemkab Tuntaskan Kemiskinan di Tuban   |   12:00 . Perahu Nelayan Tradisional di Tuban Kota Tenggelam   |   11:00 . Tahun 2022, Jutaan Kelompok Rentan Terima Bansos, Mensos Pastikan Optimalisasi Peran Pendamping Sosial   |   10:00 . Peluang Usaha di Era Kekinian - Tuban Digital Forum   |   09:00 . Belalang Goreng, Kuliner Unik dengan Kandungan Protein Tinggi   |   08:00 . Mendag: Mulai Hari Ini Harga Minyak Goreng Rp14.000   |   07:00 . Masuk Musim Penghujan, Orangtua Yuk Kenali Gejala Demam Berdarah pada Anak!   |   20:00 . Sapa Warga Binaan di Lapas, Wabup Tuban Harap Setelah Bebas Warga Binaan Bisa Mandiri   |  
Wed, 19 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Jagal Mengeluh, Harga Daging tidak Terjangkau Konsumen

bloktuban.com | Tuesday, 26 January 2016 08:00

Jagal Mengeluh, Harga Daging tidak Terjangkau Konsumen

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Jagal sapi yang berada di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban mengeluh harga daging yang melonjak, akibatnya jagal merugi jutaan rupiah dalam dua bulan terakhir ini. Pasalnya, saat daging sapi mengalami kenaikan, otomatis sapi-sapi yang dibeli dari pasar seperti Jatirogo dan pasar Kerek tersebut ikut naik. Selain itu masyarakat juga sulit menjangkau harga daging yang melonjak.

Salah satu pemilik Jagal atau tempat pemotongan, Wahid (36) mengatakan, dua bulan ini pihaknya harus merugi hingga jutaan rupiah, hal itu disebabkan harga daging sapi dan harga sapi yang naik. Selain itu, apabila dari pihak jagal menaikkan harga, pasti para konsumen akan beralih ke daging ayam atau yang lain yang lebih murah.

"Kalau saya menaikan harga, pasti para pelanggan tidak mampu menjangkau," terangnya kepada blokTuban.com, Senin (25/1/2016).

Untuk sementara ini, kata Wahid, masih mematok harga daging sapi pada harga titik terendah Rp90 ribu, sampai harga titik tertinggi atau kualitas super Rp105 ribu per kilogramnya.

Lanjut Wahid, Saat ini permintaan daging sapi mengalami peningkatan, namun persediaan sapi yang siap untuk dipotong mengalami penurunan. Oleh karena itu Untuk mempertahankan para pelangganya, sementara ini menaikkan harga daging secara bertahap. "Sehingga para pelanggan masih tetap bertahan," harapnya. [hud/rom]

Tag : jagal sapi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more