Manfaatkan Potensi Alam, Perempuan di Tuban Sulap Daun Lontar Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

Reporter: Savira Wahda Sofyana

blokTuban.comKabupaten Tuban merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki banyak potensi, baik potensi alam, wisata ataupun kuliner. Tak heran jika banyak masyarakat yang memanfaarkan potensi tersebut untuk mendulang rupiah.

Seperti halnya yang dilakukan oleh salah seorang warga di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban yang memanfaatkan potensi alam pohon lontar yang banyak ditemui di sekitar lingkungannya, untuk diolah sebagai bunga lontar.

Diketahui, pohon lontar sendiri merupakan salah satu jenis palma yang banyak tumbuh, di wilayah Kabupaten Tuban. Selain buahnya yang bermafaat, kekayaan alam ini juga meumbuhkan  potensi  bagi para  penngrajin  daun lontar di Bumi Ronggolawe Tuban.

baca juga:

Cinderamata Khas Tuban ini Bisa Buat Nasi Jadi Sedap

Penaggung Jawab Produksi Bunga Lontar, Hana Nur Hidayah mengatakan jika usaha kerajinan daun lontar milik saudara iparnya tersebut, sudah berdiri kurang lebih sejak 20 tahun yang lalu.

“Awal mulanya mas (kakak)  ipar saya merantau di Jakarta, terus membawa produk lontar ini dan dia jadikan kerajinan seperti yang berjalan ini,” katanya kepada blokTuban.com saat ditemui di rumah produksinya, Sabtu (20/7/2023).

bucket bunga dari daun lontar produksi di Tuban. (Foto: Savira W Sofyana/ bloktuban)

Menurut Hana, Sapaan akrabnya, sebelum fokus terhadap produksi bunga lontar ini, sebelumnya ada banyak barang yang diproduksi. Hanya saja, penjualan tertinggi ada di Bunga Lontar, sehingga memutuskan hanya memproduksi satu produk saja, yaitu Bunga Lontar.

Bunga Lontar sendiri, lanjutnya, dipilih lantaran memanfaatkan banyaknya pohon  lontar di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga, terciptalah ide untuk menyulapnya menjadi produk bernilai jual tinggi.

“Di Tuban ini yang paling banyak itu pohon lontar, dan daunnya sayang kalau hanya dimanfaatkan waktu acara kupatan atau hajatan. Sehingga berfikir untuk bisa dijadikan yang lebih dari ini, dan mendapatkan nilai lebih,” jelasnya.

Selain itu, perempuan berusia 27 tahun ini menjelaskan bahwa Produk Bunga Lontar yang dihasilkannya tersebut, juga diharapkan dapat mengangakat nama Kabupaten Tuban dikancah nasional.

baca juga:

Nyambi Ternak Kambing, Polisi di Tuban Kebanjiran Pesanan Kurban Jelang Idul Adha

Pasalnya, penjualan produk Bunga Lontar ini sudah sampai ke kota-kota besar yang ada di Indonesia, seperti Jakarta, Bali maupun Bogor. Sementara di Kabupaten Tuban, Hana justru mengaku produknya tersebut belum banyak diketahui oleh masyarakat.

“Harganya Rp2 ribu hingga Rp300 ribu tergantung peminatnya, untuk harga Rp300 ribu itu  untuk yang satu paket vas sama bungan yang sudah jadi. Untuk pemasarannya kita offline, tapi sekarang sudah mulai merambah ke online seperti shopee dan Instagram,” sambungnya.

Lebih lanjut, ibu dari satu anak ini mengaku ada beberapa kendala yang dihadapi selama menggeluti usaha ini. Seperti halnya pemasaran, dan juga bahan pendukung yang harus dibeli di luar kota.

Dengan demikian, ia berharap untuk ke depannya tempat produksinya tersebut dapat menjadi tempat edukasi kerajinan bagi para pelajar di Kabupaten Tuban. Pasalnya, ia ingin memberikan pengetahuan kepada para generasi penerus bahwa daun lontar memiliki nilai plus yang bisa dimanfaatkan menjadi suatu kerajinan tangan. [Sav/Dwi]

 

Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS