Pengedaran Narkoba di Tuban Pakai Sistem Ranjau untuk Kelabuhi Polisi

Reporter: Muhammad Nurkholis

blokTuban.com - Akhir-akhir ini para pelaku peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Tuban menggunakan sistem ranjau untuk mengedarkan narkoba. Namun apa sebenarnya yang disebut dengan sistem ranjau?. 

Menurut Kasat Narkoba Polres Tuban AKP Teguh Triyo Handoko bahwa sistem ranjau ini dibuat untuk mengelabui kecurigaan adanya transaksi jual beli narkoba antara penjual dan pembeli. 

"Kalau sistem ranjau ini digunakan untuk mengelabui kecurigaan adanya transaksi jual beli Narkoba," ujar Kasat Narkoba Polres Tuban AKP Teguh Triyo Handoko. 

baca juga:

Pengedar Narkoba di Tuban Berhasil Dibekuk Polisi, Sita 22 Kilogram Carnophen

 

Sedangkan untuk cara operasi jual beli barang haram ini yaitu, penjual dan pembeli nantinya akan membuat kesepakatan bahwa narkoba yang hendak diedarkan agar ditaruh di suatu tempat. 

Usai penjual menaruh narkoba di tempat yang telah ditentukan, maka selang beberapa menit pembeli akan menghampiri barang tersebut untuk kemudian diambil. 

Pria yang akrab disapa Teguh ini membeberkan jika biasanya lokasi yang digunakan untuk menaruh narkoba adalah di pinggiran jalan yang sepi. 

"Biasanya di jalan yang sepi atau jauh dari keramaian," imbuhnya. 

baca juga:

Jaringan Pengedar Narkotika Tuban Terungkap, Polisi Sita 42.656 Ribu Karnopen dan Doble L

Kemudian disinggung apakah ada ciri khusus narkoba yang diedarkan menggunakan sistem ranjau, menurutnya selama ia menjabat belum ditemukan ciri khusus dari sistem ranjau ini. 

"Belum ditemukan ciri khusus, namun berbagai modus operandi beberapa pelaku dibungkus plastik kresek," bebernya. 

Lebih lanjut menurut Teguh dari keterangan beberapa pelaku sistem ranjau ini sudah digunakan sejak lama, dan salah satu aksi peredaran narkoba menggunakan sistem ranjau yang berhasil digagalkan pada bulan Juli ini adalah, aksi peredaran narkoba berjenis carnophen sebanyak 40.896 butir, dengan total berat mencapai 22, 110 Kilogram.[Nur/Dwi]

 

Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS