08:00 . Ditinggal Hajatan, Dua Rumah di Sukorejo Ludes Terbakar   |   07:00 . Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Terbentuknya Batu Empedu   |   16:00 . Hilang Pantau, Sudarji Belum Terdeteksi   |   15:00 . Pertamina Tanam 10.000 Pohon dan Serahkan CSR Rp1,2 Miliar di Tuban   |   14:00 . Napi Sumringah Dapat Remisi, Ada yang Langsung Bebas   |   13:00 . 214 Warga Binaan Dapat Remisi, 4 Orang Bebas   |   12:00 . Pertama Kali Tuban Gelar Kirab Bendera Detik-Detik Proklamasi   |   11:00 . EMCL dan SKK Migas Upacara Hari Kemerdekaan RI di Lapangan Banyu Urip   |   10:00 . Kepanasan, Puluhan Siswa Pingsan saat Upacara Kemerdekaan di Kecamatan Rengel   |   07:00 . Tips Pilih Lomba 17 Agustus yang Aman untuk Anak   |   15:00 . Semarakkan HUT Ke-74, Polres Adakan Lomba Hias Gapura 20 Polsek   |   14:00 . Sispala Tuban Bakal Gelar Upacara di Tebing Dempel   |   13:00 . Sistem Perizinan di Tuban, DPRD: Ada Kendala Teknis   |   12:00 . DPRD: Seluruh Masyarakat Tuban Harus Rasakan Pembangunan   |   11:00 . Pesan Bupati Tuban Setelah Kukuhkan 74 Paskibraka   |  
Sun, 18 August 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 14 May 2019 07:00

Gelang Kesehatan Bisa Sembuhkan Penyakit, Fakta atau Mitos?

Gelang Kesehatan Bisa Sembuhkan Penyakit, Fakta atau Mitos?

Reporter: -

blokTuban.com - Pernah mendengar mengenai aksesoris yang berfungsi untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit? Seperti gelang atau kalung yang dipakai kemudian diklaim bisa mencegah penyakit ataupun mengobatinya. Bahannya secara umum terbuat dati bebatuan alami atau magnet.

Terapi ini menggunakan magnet statis yang disisipkan ke berbagai bentuk medium. Lalu, apakah benar galang atau kalung kesehatan bisa mencegah berbagai penyakit atau menyembuhkan penyakit tertentu?

Terapi magnetik merupakan praktik medis alternatif yang menggunakan magnet statis (yaitu tidak bergerak) untuk mengurangi rasa sakit dan masalah kesehatan lainnya. Magnet terapi biasanya diintegrasikan ke dalam gelang, cincin, atau sisipan sepatu, kalung dan lain sebagainya.

Banyak penelitian yang dilakukan selama tiga dekade terakhir telah menunjukkan bahwa perangkat magnetik statis tidak menawarkan manfaat lebih dari perangkat palsu tanpa magnet.

Studi-studi ini menunjukkan bahwa perangkat terapi magnet statis mungkin tidak berfungsi sama sekali selain memiliki efek plasebo pada mereka yang memakainya, seperti dilansir dari laman Live Science, Senin (17/12/2018).

Bagaimana Cara Kerjanya?

Masih dari laman yang sama, banyak perusahaan yang menjual magnet ini dengan mengklaim bahwa magnet kecil di dalam gelang atau perangkat lain membantu meningkatkan aliran darah ke area tubuh tempat perangkat tersebut dipakai. Aliran darah yang meningkat ini kemudian dikatakan membantu jaringan menyembuhkan lebih cepat.

de ini mungkin terdengar masuk akal karena darah mengandung zat besi, kemudian magnet menarik zat besi, besi dalam darah terikat pada hemoglobin dan tidak bersifat feromagnetik.

Jika darah bersifat feromagnetik, tentu akan meledak ketika menjalani scan MRI, di mana magnet yang digunakan ribuan kali lebih kuat dari pada yang dimasukkan ke dalam gelang magnet dan sejenisnya, menurut Bruce Flamm, seorang profesor klinis kebidanan dan ginekologi di University of California, Irvine.

Padahal magnet terapi yang dijual untuk meredakan sakit dan nyeri terebut hanya memiliki medan magnet yang umumnya terlalu lemah untuk menembus kulit. Magnet terapi yang paling sering digunakan berukuran 400 hingga 800 gauss.

Juga dikenal sebagai magnet permanen, magnet statis yang digunakan dalam perangkat terapi. Penelitian Soal Gelang dan Kalung Magnetik Studi ilmiah dengan manusia sebagai subyek dianggap telah gagal dalam menunjukkan keampuhan menggunakan magnet untuk mengobati rasa sakit atau sendi dan kekakuan otot.

Salah satu penelitian di Canadian Medical Association Journal, dengan judul Static magnets for reducing pain: systematic review and meta-analysis of randomized trials. Para peneliti menyimpulkan: "Tidak ada bukti yang mendukung penggunaan magnet statis untuk menghilangkan rasa sakit, dan karena itu magnet tidak dapat direkomendasikan sebagai pengobatan yang efektif."

Salah satu hasil yang sering dikutip oleh pendukung terapi magnetik ini adalah penelitian Baylor College of Medicine, yang berjudul Response of Pain to Static Magnetic Fields in Postpolio Patients: a Double-Blind Pilot Study.

Penelitian ini, dipimpin oleh Carlos Vallbona, melaporkan "pereda nyeri yang signifikan dan cepat pada subjek postpolio" melalui penggunaan magnet gauss 300-500 (sekitar 10 kali lebih kuat dari magnet kulkas) selama 45 menit pada area yang terkena 50 pasien, demikian seperti dilansir dari laman Live Science.

Tetapi penelitian yang dilakukan Baylor adalah skala kecil dan agak kontroversial, menurut James Livingston, seorang pensiunan dosen dan mantan fisikawan MIT, General Electric.

Kedua dokter yang melakukan penelitian tersebut melaporkan bahwa mereka telah menggunakan magnet untuk meredakan nyeri lutut mereka sendiri sebelum penelitian. Hal tersebut tentu menimbulkan keraguan tentang objektivitas peneliti, kata Livingston.


Selain itu, Vallbona dan rekan penelitinya, Baylor tidak pernah lagi melakukan penelitian dengan skala yang lebih besar, dan pada kenyataannya, topik ini tidak pernah lagi dipublikasikan.

UC Irvine's Flamm melihat lebih dekat melalui ilmu sains di balik magnet terapeutik yang kemudian ditulis dalam artikel yang ia terbitkan bersama Leonard Finegold, seorang profesor fisika di Drexel University.

Artikel ini diterbitkan oleh British Medical Journal, para penulis meninjau literatur ilmiah tentang kemanjuran magnet terapi yang tersedia secara komersial untuk mengobati berbagai penyakit. Mereka tidak menemukan bukti bahwa magnet semacam itu benar-benar berfungsi seperti yang diklaim sebelumnya.

"Sejauh ini, mengenai medan magnet statis, tidak ada bukti yang pasti bahwa mereka bekerja," kata Finegold, demikian dilansir dari laman Live Sciene. Penegasan Finegold sesuai dengan posisi National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) pada terapi magnet. Situs web NCCIH menyatakan, "bukti ilmiah tidak mendukung penggunaan magnet untuk menghilangkan rasa sakit." NCCIH juga menyatakan bahwa tidak ada bukti seperti itu untuk mendukung penggunaan magnet dalam pengobatan.


Sumber: https://tirto.id/gelang-kesehatan-
bisa-sembuhkan-penyakit-fakta-atau-mitos-dcap.

Tag : gelang, kesehatan, tangan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more