16:00 . Setelah Lama Mati Suri, Hari Ini Pepadi Bangkit Kembali   |   15:00 . Sergab, Bulog Terima 70 Ton beras dari Petani   |   14:00 . Vendor Gathering, BPJS Sosialisasikan Program   |   13:00 . Bupati Fathul Huda Minta Pers Tetap Kritis   |   12:00 . Penjual Minuman Beralkohol di 3 Kecamatan Diminta Urus Ijin   |   10:00 . Duh...! Penjual Sate Simpan Arak Dalam Termos Nasi   |   09:00 . Turnamen Futsal Antar Instansi Meriahkan Puncak HPN PWI Tuban   |   08:00 . Pertamina EP Raih Best of The Best APQ Awards 2019   |   07:00 . Dua Alasan Kenapa Kita Suka Menunda-Nunda (dan Solusinya)   |   21:00 . Semen Indonesia Mulai Gelar Bimbingan Manasik Haji di Tuban   |   17:00 . Kodim 0811 Tuban Matangkan Persiapan Penutupan TMMD   |   16:00 . Hari Perdana UNBK, Siswa SMK Mengaku Grogi   |   15:00 . ULAR SANCA KEMBANG TERTANGKAP WARGA BANGILAN   |   14:00 . Surat Suara Pemilu 2019 Sudah Terpenuhi, Ini Jumlahnya   |   13:00 . Tuban Targetkan 840 Sekolah Ramah Anak di 2019   |  
Tue, 26 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 07 November 2018 22:00

Terdakwa Kasus Sabu-Sabu 2 Kg Dituntut 20 Tahun Penjara

Terdakwa Kasus Sabu-Sabu 2 Kg Dituntut 20 Tahun Penjara

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Pengadilan Negeri (PN) Tuban kembali menggelar persidangan kasus penangkapan sabu-sabu seberat 2 kilogram lebih dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri kabupaten Tuban.

Dalam persidangan tersebut, terdakwa atas nama Saniri warga Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat dituntut oleh JPU kurungan penjara selama 20 tahun ditambah denda sebesar Rp3 miliar.

Dalam tuntutanya JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 114 ayat 2 Nomor 35 tahun 2009 0tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati/penjara seumur hidup atau pudana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat 1 ditambah 1/3.

"Sesuai dengan fakta dalam persidangan, kami mempertimbangkan beberapa hal yakni memberatkan dan meringankan," terang terang JPU Kejari Tuban, Raditya, Rabu (7/11/2018).

Menurutnya hal yang memberatkan, terdakwa mengakui dan mengerti barang tersebut dilarang untuk diedarkan. Sedangkan untuk yang meringankan, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga dan terdakwa mengakui bersalah dan tidak akan mengulangi lagi serta sopan dalam persidangan sehingga tuntutan itu sesuai.

Usai tuntutan tersebut dibacakan oleh JPU, terdakwa mengajukan pledoi lewat PH-nya untuk lebih meringankan tuntutan hukuman dari JPU. "Iya tadi kita memohon pledoi pada majelis agar bisa lebih meringankan hukuman terdakwa," terang Kuasa Hukum terdakwa Edi Sutikno.

Sementara itu, Humas PN Tuban, Donovan Akbar Notobuwono mengatakan, dalam agenda pembacaan tuntutan JPU dengan ancaman 20 tahun penjara dan membayar denda Rp3 miliar, kalau tidak mampu membayar maka terdakwa mengganti dengan hukuman 3 tahun penjara. 

Selain itu, tadi terdakwa juga mengajukan pledoi yang akan diselenggarakan pada sidang Rabu (14/11/2018) depan. "Terdakwa mengajukan pledoi yang akan kita sidangksn pada Rabu depan," pungkasnya. [hud/col]

Tag : narkoba, sabu-sabu

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more