Mustajab Bertekad Lestarikan Seni Rodad

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com ‎- Kesenian tradisional yang turun temurun, diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia kepada generasi ke generasi tak bisa dianggap remeh dalam pelestariannya. Dari masa ke masa, satu per satu identitas kebudayaan suatu daerah mulai tergerus arus perkembangan jaman ketika tak ada lagi yang peduli akan kesenian tradisional.

Di antara banyaknya seni tradisional, kesenian Rodad juga semakin jarang ditemui pada panggung hiburan umum. Adapun disajikan, itupun hanya satu dua kali tempo, dalam suatu acara keagamaan seperti Haul.

Salah satu pelaku seni Rodad yang berada di Kecamatan Plumpang, Mustajab (70) mengungkapkan kegelisahannya terhadapan eksistensi kesenian Rodad yang sudah sangat jarang ditemui dalam panggung pertunjukan di Kabupaten Tuban.

Bersama warga yang mulai sadar akan tenggelamnya kesenian berbasis shalawat dibarengi aksi gerakan-gerakan pendekar silat, mereka turut menggiatkan kembali kesenian Rodad, dengan melibatkan pemuda-pemuda desa.

"Rodad itu kesenian yang melantunkan lagu-lagu, syiar‎ saalawat berikut gerakan barisan yang diiringi musik tradisional," kata Mustajab ketika ditemui blokTuban.com ‎dikediamannya, Desa Bandungrejo, Kecamatan Plumpang, Selasa (1/5/2018).

Baru beberapa bulan ini, Mbah Tajab terus mengajarkan lagu-lagu Rodad yang telah lama hilang dalam dunia hiburan masyarakat. Bersyukurnya lagi, setelah melalui banyak proses identifikasi dan penelitian di lingkup pemuda, remaja berusia belasan tahun hingga tiga puluh tahunan banyak yang tertarik untuk mempelajarinya kembali.

"Jauh sebelum tahun 1965‎ kesenian Rodad sering dimainkan. Alunan musik, barisan pengiring lagu, serta aksi pencak silat dimainkan jadi satu sebagai pertanda untuk mengundang ‎para penonton," imbuhnya.

Alat musik yang digunakan pun masih terbilang tradisional, sepert alat pukul terbang, kendang, dan jedor, yang mengiringi alunan shalawat, juga gerak hentakan tubuh Pencak silat.

‎"Kalau tidak kita yang mengajarkan kepada pemuda, Rodad bisa hilang ditelan hiburan modern lainnya. Kita, sebagai orang terdahulu punya kewajiban untuk mengajarkan kesenian yang ada agar tidak punah begitu saja," pungkasnya kepada blokTuban.com. [feb/ito]