Skripsi Krispi

Peresensi: Vanisia Permata Kirana*

Antologi "Skripsi Krispi" ditulis oleh beberapa penulis di antaranya Miyosi Ariefiansyah, wanita pecinta Gundam Seed Destiny yang masih memiliki keinginan tinggi untuk kuliah lagi ini adalah alumni Universitas Brawijaya dan SMAN 3 Malang- program akselerasi 1 tahun. 

Setelah diwisuda, dia langsung dinikahi kakak kelasnya semasa SMA yang juga kakak tingkatnya dikampus. Hidup di dua dunia sangat ia nikmati, yaitu dunia pendidikan serta dunia tulis menulis.

Karya-karyanya bisa dijenguk di : Antologi 24 jam sebleum menikah (LPPH,2009), Antologi Cerpen FLP Bekasi (Ganeca-Exact,2010), dan Antologi Skripsi Krispi. Miyosi bisa ditemui di http://mioariefriansyah.wordpress.com.

Kemudian, Triani Retno A, alumnus JIP Fikom Unpad. Pernah menjadi dosen dan librarian. Kini, menjadi penulis dan editor lepas. Triani bisa ditemui di Fb : Triani retno.

Ifa Avianty, seorang penulis, pengajar,periset, dan ibu rumah tangga kelahiran Jakarta 1970. Ia seorang lulusan FTUI dan telah menghasilkan 8 novel, 8 kumpulan cerpen, 1 ensiklopedia anak, dan 9 kumpulan essai ringan, juga 18 judul antologi, 3 karya editan, dan 2 karya terjemahan. Ia juga seorang anggota Forum Lingkar Pena (FLP). Sekarang, tengah merampungkan beberapa novel, baik pribadi maupu bersama teman-teman IWS (Ifa Writing School).

Skripsi Krispi ini menceritakan tentang sekelumit pengalaman beberapa mahasiswa dari berbagai macam jurusan dan universitas yang ada di Indonesia mengenai skripsi mereka hingga lulus. Dalam novel ini diceritakan juga tentang bagaimana mereka dalam menghadapi skripsi yang menegangkan, stresnya mereka karena ide yang tak kunjung datang. Tuntutan untuk segera menyelesaikan skripsi karena minimnya biaya dan tekanan untuk segera lulus karena desakan calon mertua.

Intinya antologi ini bisa dijadikan sahabat bagi para mahasiswa, calon mahasiswa, ataupun alumni yang ingin mengenang masa-masa tragis saat menjalani skripsi.

Seperti kisah yang dialami Miyosi Ariefiansyah, salah satu mahasiswa tingkat akhir  fakultas ekonomi di sebuah universitas ternama di Kota Malang ini. Yosi nama panggilan yang akrab di lontarkan oleh teman-teman sekampusnya. Tepat pada semester ini yosi akan menghadapi skripsi, sama seperti Nana salah satu sahabatnya. Sama seperti mahasiswa yang lain yang sedang sibuk mencari tahu siapa dosen pembimbing yang akan membing mereka mengerjakan skripsi, Yosi mulai mencari tahu siapa dosen pembimbingnya, dan ternyata ia kebagian dosen pembimbing yang terkenal sangat killer, perfeksionis, dan terkenal banyak mahasiswa bimbingannya lulus dalam jagka waktu lama.

Setelah mengetahui dosen pembimbingnya yang sangat horror, Yosi segera memceritakan hal itu ke Mas Ryan, atau bisa dibilang sih calon suami Yosi, tapi tanggapan Mas Ryan biasa dan santai-santai saja. 

Sebenarnya Yosi tidak begitu menghawatirkan tentang siapa dosen pembimbing yang akan membimbingnya selama mengerjakan skripsi. Menurtunya dosen-dosen yang mereka anggap galak sebenarnya nggak galak kok Cuma mungkin cara berbicara mereka aja yang keras dan untung saja Yosi sudah terbiasa mengahadapi suara-suara keras karena ayahnya yang berprofesi sebagai tentara yang cara bicaranya juga sedikit keras membuatnya sudah tidak kaget lagi. 

Dan dosen yang sedang Yosi hadapi saat ini atau banyak mahasiswa memanggilnya dengan "Mister Cool" itu sebenernya kalau dilihat-lihat dari penampilannya sih tidak mengindikasikan kalau orangnya sangat dan horor. Tapi, entah mengapa asumsi yang muncul dari semua angkatan mengatakan bahwa ia dosen yang perfeksionis daan sangar, dan bukan hanya mahasiswa yang berpendapat sepeerti itu bahkan beberapa dosenpun juga merasa “Ketakutan” dengan mister Cool. 

Tapi, yang menjadi masalah utama bagi Yosi ialah rasa khawatir apabila dia lulus dengan masa yang lama. Karena ia sudah menargetkan bahwa skripsinya bakalan selesai dalam satu semester karena setelah itu Yosi sudah memiliki planning berikutnya yaitu menikah dengan Mas Ryan.

Dan, hari pertama bimbingan tiba dengan keberanian dan teka yang bulat Yosi mulai memasuki ruangan Mister Cool. Dengan sikap Mister Cool yang sedikit agak cuek Yosi mulai berani untuk sedikit berbasa-basi agak skripsi segera disetujui. Tapi semua ekspetasi tak sesuai realita, Yosi harus menunggu 2 hari dan kembali ke ruangan Mister Cool dengan membawa proposal yang baru.

Dua hari berikutnya Yosi kembali dengan proposal yang baru yang telah ia kerjakan semalaman dengan giat dan penuh semangat tapi nyatanya proposal itu ditolak mentah-mentah oleh Mister Cool dengan alasan ide dan isi proposalnya yang masih kurang. Dengan penuh semangat Yosi segera memperbaiki proposal yang ia buat dengan harapan segera di setujui dan segera pindah kek bab yang selanjutnya.

Proposal demi proposal yang ia berikan ke Mister Cool tapi hasilnya penolakan demi penolakan yang selalu ia terima, hingga akhirnya suatu ketika Mister Cool menyetujui proposal yang Yosi buat entah karena proposalnya yang sudah benar ataupun beliau sudah bosan melihat Yosi yang setiap hari selalu setia datang keruangannya untuk mengajukan proposal.

Betapa senangnya hati Yosi saat mendengar kabar bahwa proposalnya lanjut ke bab selanjutnya, dan ia berniat membagikan kebahagiaannya ke Mas Ryan, tapi mas Ryan tidak menanggapi dan membuat hati Yosi sedikit kesal.

Hari demi hari berlalu , dan bab demi bab telah Yosi lalui hingga sampai pada suatu ketika saat Yosi sedang bingung-bingungnya mengerjakan skripsi dan butuh semangat dari seorang calon suaminya tapi Mas Ryan malah mengatakan bahwa ia ingin mengakhiri hubungannya dengan Yosi.

Yosi merasa sangat terpukul dan sakit hati yang Yosi rasakan membuatnya sempat ingin menyerah untuk menghadapi skripsi. Tapi dengan tujuan membahagiakan kedua orang tua Yosi tetap melanjutkan skripsinya meskipun setelah lulus mungkin ia tidak jadi menikah dahulu.

Tiga bulan berlalu dan tepat di hari ini Mister Cool mengatakan pada Yosi bahwa ia sudah bisa mengikuti ujian skripsi. Namun bukannya malah tenang dan senang tapi Yosi masih dihadapkan dengan ia harus mencari dua dosen penguji. Beberapa dosen yang Yosi temui ada saja alasannya yang membuat ia harus mencari dosen lainnya , entah ada seminarlah, rapatlah dan pada akhirnya hanya tinggal ada 2 dosen yang tersisa dan dosen tersebut tidak kalah sangarnya dengan Mister Cool. 

Hingga pada hari H ujian skripsi Yosi dihadapkan dengan 3 dosen yang sangar dan membuatnya agak sedikit tegang. Semangat demi semangat datang kepadanya, tapi masih kurang satu saja semangat yang selalu ia tunggu. Ya, semangat darinya Mas Ryan tapi semuanya telah berbeda sejak kejadian malam itu yang membuatnya untuk memutuskan hubungan dengan Yosi.

Tanpa Yosi sadari dari kejauhan tiba-tiba Mas Ryan datang bersama adiknya untuk menyemangati Yosi, tapi ia tidak menghiraukan hal itu dan tetap fokus dengan ujian skripsi yang akan ia hadapi sesaat lagi. Tibalah saatnya Yosi memasuki ruang ujian, Yosi menjawab semua pertanyaan dengan lancar dan hingga akhirnya Yosi dinyatakan lulus dengan nilai A.

Betapa senang hati Yosi mendengar kabar itu. Setelah selesai ujian skripsi Yosi segera keluar dari ruangan dan menghampiri Mas Ryan yang sejak tadi setia menunggunya diluar. Dan betapa bertambah bahagia hati Yosi saat ia mendengar kabar bahwa orang tua Mas Ryan akan segera datang ke rumahnya untuk membicarakan hari pernikahan mereka berdua. 

Sungguh betapa senang hati Yosi mendenga kabar itu dan apa yang telah ia rencanakan berjalan sesuai rencana serta taegetnya mencapai skripsi dalam satu semester saja sudah tercapai serta Planningnya beberapa waktu lagi akan segera terpenuhi yaitu setelah “Diwisuda” dan akan menyandang gelar “Nyonya”.

 Karya antologi ini memiliki sampul menarik,  desainnya bagus membuat pembaca tertarik untuk membacanya.  Sesuai judulnya, kumpulan tulisan ini tentu sangat cocok untuk mahasiswa yang sedang ataupun akan menghadapi skripsi.  Bahasanya mudah dipahami.  Sayangnya kertas percetakan yang digunakan adalah kertas buram sehingga membuat mata cepat lelah.

Identitas Novel 

Penulis                      : Miyosi Ariefiansyah, Triani Retno A, Ifa Avianty, 

Desain Sampul: Puts

Penata Isi: Tim Leutika

Penerbit : Leutika

Kota Terbit: Yogyakarta

Jumlah Halaman : xii + 204 hlm

 

*Mahasiswa Stikes ICsada, Calon Anggota LPM 50