Tradisi Manganan di Gedongombo Tuban, Ada Kucur hingga Rengginang
Sebanyak 1.700 masyarakat di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban antusias mengikuti tradisi manganan atau yang biasa disebut sedekah bumi, Kamis (7/7).
Sebanyak 1.700 masyarakat di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban antusias mengikuti tradisi manganan atau yang biasa disebut sedekah bumi, Kamis (7/7).
blokTuban.com - Selain tolak balak, manganan yang dilakukan warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban memiliki tujuan lain. Yakni berharap tanaman milik warga lebih subur dari sebelumnya.
Kurang lebih 1.700 warga di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, menggelar tradisi manganan atau yang biasa di sebut dengan sedekah bumi di area Makam Syeh Maulana Iskhak Al-Maghribi.
Lagu dangdut koplo memang tidak pernah kehabisan penggemar. Seperti lagu yang berjduul Joko Tingkir Ngombe Dawet yang dicover Duo Mireng, Rena Movies dan Lala Widy ini menjadi trending di Youtube Indonesia.
Menjelang datangnya hari raya Idul Fitri 1443 H, sebagian masyarakat di Indonesia memiliki banyak kegiatan baik keagamaan ataupun tradisi peninggalan nenek moyang. Salah satunya ialah tradisi memasang atau menyalakan colok di malem songo atau malam ke 29 bulan puasa.
Malem songo merupakan julukan yang diberikan oleh masyarakat Kabupaten Tuban untuk malam ke-29 di bulan Ramadan. Pada malam ini, masyarakat di Tuban memiliki tradisi unik yaitu melangsungkan akad nikah.
Malam 29 Ramadan atau Malem Songo bagi warga Jawa adalah hari baik untuk melangsung pernikahan. Karena itu, banyak pasangan memilih menikah di tanggal tersebut.
Kabupaten Tuban merupakan daerah yang dikenal oleh masyarakat sebagai daerah yang penuh sejarah terkait penyebaran agama Islam di Indonesia, maka tak heran jika hingga saat ini banyak cagar budaya yang masih bisa ditemukan.
Bulan Ramadan 1443 H memberikan berkah kepada semua kalangan. Mulai dari penjual makanan, pakaian, alat ibadah, bahkan pengrajin mahar juga ikut serta merasakan.
Mbah Surkijoyo merupakan seorang wali yang masih sangat jarang diketahui oleh masyarakat luas. Makamnya berada di Dusun Kwasen, RT 01/ RW 10 Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban.