Sapi Terperosok ke Septic Tank di Tuban, Dievakuasi Selama 3 Jam
Sapi milik Rokhman, warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, terperosok ke dalam lubang septic tank sedalam dua meter pada Jumat, 29 November 2024.
Sapi milik Rokhman, warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, terperosok ke dalam lubang septic tank sedalam dua meter pada Jumat, 29 November 2024.
Desa Nepo di Kecamatan Malusetasi Kabupaten Barru Sulawesi Selatan menyimpan kekayaan alam yang melimpah. Namun, hasil bumi yang biasanya dijual mentah kini telah diolah menjadi produk siap konsumsi berkat inovasi dari Suparman, pengusaha lokal yang memproduksi camilan "Kacang Nepo".
Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tuban mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Lembaga Kerja Sama Tripartit (LKS Tripartit) pada Selasa (19/11) di ruang Rapat Sujono Putro, Setda Kabupaten Tuban.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 16-22 November 2024.
BMKG Tuban memberikan peringatan terkait kondisi cuaca di wilayah Jawa Timur. Terpantau adanya awan konvektif di area perairan Tuban hingga Bawean, yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Fenomena hujan es batu kristal yang disertai angin kencang terjadi di Desa Lajo Lor, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, pada Senin (4/11/2024) sore.
Insiden yang dialami Miftakhul Mubarok, Ketua Forum Masyarakat Kokoh (FMK) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, telah memicu keprihatinan masyarakat.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui akses pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Kebakaran besar melanda Pasar Jatirogo di Desa Sadang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban pada Sabtu (2/11/2024) malam sekitar pukul 21.47 WIB. Api dilaporkan pertama kali muncul di tiga titik los pasar, dan segera dilaporkan oleh staf pasar bernama Safuan.
BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Jawa Timur pada periode 31 Oktober hingga 6 November 2024.