Reporter: Dhahrul Mustaqim
bloktuban.com - Semangat kaderisasi tidak berhenti setelah seorang kader menyelesaikan pendidikan dan pelatihan. Hasil pembelajaran tersebut dapat diteruskan dalam bentuk kegiatan yang memberi manfaat lebih luas bagi keluarga dan lingkungan. Hal itu diwujudkan Satkorcab Banser Tuban melalui Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) IX berupa pelatihan menjahit dan program pemberdayaan bagi istri Banser.
Kegiatan yang berlangsung dengan 3 kali pertemuan tersebut digelar di Rumah Jahit Lestari, Kablukan, Bangilan, Tuban, mulai Kamis, (24/09/2026). Sekitar 20 peserta yang merupakan istri Banser dari sejumlah Satkoryon Banser se-Kabupaten Tuban mengikuti pelatihan secara intensif melalui materi dan praktik langsung menjahit.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari keikutsertaan Dino Marta Gemilang, kader Satkorcab Banser Tuban, dalam SUSBANPIM IX yang dilaksanakan pada 23-28 Juni 2026 di Universitas Islam Makassar dan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Imam Ashim, Sulawesi Selatan.
Sebagai peserta SUSBANPIM IX, Dino kemudian menerjemahkan hasil pendidikan tersebut dalam bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan kader dan keluarga Banser di Tuban. Pelatihan menjahit dipilih sebagai salah satu bentuk pemberdayaan karena keterampilan tersebut dapat dikembangkan secara bertahap menjadi kegiatan produktif dari lingkungan keluarga.
Ketua PC GP Ansor Tuban, Abdul Muiz, mengatakan bahwa pelatihan tersebut diharapkan menjadi bekal keterampilan yang dapat dikembangkan peserta setelah kegiatan selesai.
“Pelatihan ini kami harapkan menjadi bekal bagi ibu-ibu untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang bisa dikembangkan setelah selesai mengikuti kegiatan. Ke depan, keterampilan ini dapat dipraktikkan di rumah, dikembangkan menjadi usaha, menerima pesanan jahitan, maupun membuat produk sendiri sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Gus Muiz.
Menurutnya, pemberdayaan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Memberikan keterampilan dan membuka akses belajar juga merupakan bagian penting dalam mendorong kemandirian keluarga kader.
“Yang penting ada kemampuan yang dibawa pulang. Setelah itu bagaimana keterampilan tersebut dikembangkan, tentu bisa menyesuaikan dengan kesempatan, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Dino Marta Gemilang selaku pelaksana RKTL SUSBANPIM IX menjelaskan bahwa pemilihan pelatihan menjahit dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan yang dekat dengan kehidupan keluarga Banser.
Menurut Dino, keterampilan menjahit memiliki ruang pengembangan yang cukup luas dan dapat dilakukan dari lingkungan rumah. Selain untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, keterampilan tersebut juga dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi apabila ditekuni secara berkelanjutan.
“Pelatihan ini sengaja dipilih karena menjahit merupakan keterampilan yang bisa dipelajari secara bertahap dan punya peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Harapannya, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman, tetapi selesai mengikuti pelatihan selama 3 kali pertemuan ini memiliki keterampilan yang bisa terus dilatih setelah kembali ke rumah,” kata Dino.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat menjadi awal bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan masing-masing, baik secara mandiri maupun melalui jejaring sesama istri Banser.
“Jadi bukan hanya selesai pelatihan kemudian selesai juga kegiatannya. Kami berharap peserta bisa terus berlatih, saling berbagi pengalaman, dan kalau ada peluang bisa dikembangkan menjadi usaha,” lanjutnya.
Pelatihan menjahit tersebut dilaksanakan dengan pendampingan Rumah Jahit Lestari, Kablukan, Bangilan. Rumah jahit tersebut dipimpin oleh Puji Lestari, yang sekaligus menjadi salah satu instruktur dalam kegiatan. Selain Puji Lestari, peserta juga mendapatkan pendampingan dari Khusnul Khotimah sebagai instruktur.
Selama 3 kali pertemuan, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik secara langsung menggunakan mesin jahit. Materi diberikan secara bertahap, mulai dari pengenalan dan penggunaan mesin jahit hingga praktik pembuatan berbagai produk busana dan produk jahitan lainnya.
Model pelatihan yang lebih banyak dilakukan melalui praktik tersebut diharapkan membuat peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam menjalankan proses menjahit.
Sekitar 20 peserta mengikuti kegiatan yang berasal dari sejumlah Satkoryon Banser se-Kabupaten Tuban. Kegiatan secara khusus ditujukan bagi istri Banser sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat kaderisasi hingga lingkungan keluarga.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PC GP Ansor Tuban, Abdul Muiz, Kasatkorcab Banser Tuban Abd. Rohman beserta jajaran, Dino Marta Gemilang, serta Hadir pula delegasi PAC GP Ansor Bangilan.
Bagi Satkorcab Banser Tuban, pelaksanaan RKTL SUSBANPIM IX ini menjadi bagian dari upaya menerjemahkan hasil pendidikan kader ke dalam kegiatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kaderisasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas personal, tetapi juga mendorong lahirnya kegiatan yang memberi manfaat bagi keluarga kader.
Melalui pelatihan menjahit ini, Satkorcab Banser Tuban berharap para peserta memiliki keterampilan baru yang dapat terus dikembangkan, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas produktif di lingkungan keluarga Banser.