Reporter: Mochamad Nur Rofiq
blokTuban.com — Misteri di balik kenekatan minibus Toyota Kijang Innova yang menyapu sejumlah kendaraan di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kamis (10/9/2026) sore, akhirnya sedikit terkuak.
Kepingan teka-teki penyebab kecelakaan beruntun yang merenggut nyawa seorang pengendara motor itu mengarah pada kondisi sang pengemudi yang diduga kuat di bawah pengaruh alkohol saat duduk di balik kemudi.
Tragedi maut sekitar pukul 14.45 WIB tersebut bermula dari tingkah aneh mobil bernopol S 1817 EW yang dikemudikan Muhammad Abdul Wahib (32), warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu.
Melaju dari arah utara ke selatan, kendaraan ini seolah tak menghiraukan lampu traffic light yang sedang menyala merah dan tetap melaju kencang menerobos persimpangan kota yang padat. Kejadian tersebut juga sempat terekam jelas CCTV.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Ipda Rizky Dwi Prasetyo, mengungkapkan awal mula benturan fatal yang memicu rantai kecelakaan tersebut.
"Awalnya kendaraan Innova melaju dari arah utara ke selatan. Saat tiba di persimpangan, pengemudi diduga tidak mematuhi rambu dan nekat menerobos lampu merah hingga menghantam Ojek Online (OJOL) yang sedang mengantar pelanngannya dengan motor Vario bernopol S 5979 IS," terang Ipda Rizky Dwi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan blokTuban.com.
Hantaman keras dari Innova membuat Honda Vario yang dikendarai Wahyu Bagus Pambudi (OJOL,red) bersama Amalya Umami Nahdiyah (25) terpental tak terkendali. Pengendara Ojol tersebut tak sempat menghindar saat berbelok dari arah timur, hingga motor yang mereka naiki menghantam mobil Suzuki APV bernopol B 2028 KIE milik Diana Setiawati (54) yang berpenumpang Tiara Anggrini (27).
Namun, mimpi buruk di persimpangan itu rupanya belum berakhir. Meski telah memicu tubrukan beruntun, Innova hitam itu terus meluncur liar tanpa ada tanda-tanda pengereman yang berarti.
"Setelah menabrak Vario hingga terpental ke Suzuki APV, Innova masih terus melaju dan kembali menabrak sepeda motor Honda Beat bernopol S 3826 EAQ yang dikendarai Moch Nisfu Ramadhan Putra saat belok kiri ke arah selatan," lanjut Ipda Rizky.
Laju busur Innova baru terhenti setelah merenggut nyawa Moch Nisfu Ramadhan Putra (30), warga Desa Hargorejo, Kecamatan Kerek, yang tewas seketika di TKP. Warga sekitar dan pengguna jalnpun dibuat terkeju yang melihat kecelakaan maut tersebut.
Sementara itu dua korban luka ringan dilarikan ke RS NU Tuban dan jasad korban tewas dievakuasi ke RSUD Tuban.
Pertanyaan publik mengenai alasan pengemudi nekat 'menyeruduk' deretan kendaraan di siang bolong itu akhirnya terjawab setelah polisi menggelar pemeriksaan maraton.
"Selain indikasi pelanggaran rambu lalu lintas, kami mendalami dugaan kuat bahwa pengemudi berkendara di bawah pengaruh alkohol, kalau pengaruh obat-obatan sementara negatif. Hasil dua kali tes di dokkes Polresta sama RSNU," tegas Ipda Rizky.[rof]
Pelajaran penting: Hindari mengendarai kendaraan dalam keadaan mabok. Selalu sopan dan taat rambu lalu lintas!