Reporter: Dahrul Mustaqim
blokTuban.com - Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban resmi beralih bentuk menjadi Universitas Nahdlatul Ulama Makhdum Ibrahim (UNUMA). Penyerahan Surat Keputusan (SK) perubahan bentuk tersebut berlangsung di Gedung KH Hasyim Asy'ari, Jumat (28/8/2026).
SK perubahan bentuk IAINU Tuban menjadi UNUMA diserahkan langsung Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Suyitno kepada Rektor IAINU Tuban, Syamsul Huda.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Suyitno, mengatakan perubahan bentuk tersebut menjadi momentum penting bagi kampus untuk terus berkembang.
"Hari ini, UNU Makhdum Ibrahim kita launching dengan ditandai diserahkannya SK yang sebelumnya adalah IAINU Tuban,"
Ia menyampaikan selamat atas perubahan bentuk tersebut. Menurutnya, kampus tersebut dinilai layak untuk menjadi universitas karena didukung sumber daya manusia, infrastruktur, luas lahan, serta capaian akreditasi program studi.
"Kami menyampaikan selamat dan kampus ini sangat layak untuk menjadi universitas karena lebih dari 6 doktor, infrastruktur sudah bagus, sementara lahan lebih dari 3 hektare, bahkan akreditasi prodi PAI Unggul, hal ini menunjukkan kampus UNUMA sejajar dengan kampus lain"
Suyitno menambahkan, perubahan status tersebut diharapkan tidak berhenti pada perubahan kelembagaan, tetapi diikuti dengan pengembangan kampus, terutama dalam penguatan program studi dan sumber daya manusia.
"Dengan naiknya status kampus ini harapannya harus berkembang lebih baik lagi, baik prodinya penguatan SDM, dan yang saya tekankan Tri Dharma Perguruan Tinggi harus dilaksanakan secara pararel,"
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang mendukung perubahan bentuk IAINU Tuban menjadi universitas. Di antaranya jumlah program studi, akreditasi unggul, serta luas lahan yang dimiliki.
"Salah satu faktor pendukung untuk menjadi universitas adalah jumlah prodi, akreditasi unggulnya, juga luas lahannya,"
Sementara itu, Rektor IAINU Tuban, Syamsul Huda, menjelaskan bahwa perubahan bentuk dari institut menjadi universitas bukan semata-mata perubahan status kelembagaan. Menurutnya, terdapat sejumlah hal penting yang menjadi arah pengembangan kampus setelah menjadi universitas.
"Jadi peralihan dari institut ke universitas itu bukan hanya persoalan status, tetapi ada tiga hal penting, kita ingin perubahan pendidikan yang awalnya monodisiplin menjadi multidisiplin dengan menggabungkan ilmu agama dan sains,"
Menurut Syamsul, perubahan tersebut juga berkaitan dengan upaya meningkatkan level pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa. Jika sebelumnya institut lebih banyak bergerak pada wilayah etika dan moral, maka dengan menjadi universitas diharapkan pendidikan dapat lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara empiris dan praktis.
"Kedua kami ingin naikkan level, ketika masih institut itu mainnya pada wilayah etika, moral. Sementara jika universitas kita bisa bicara empiris, jadi masyarakat butuh apa, kita bisa memberikan apa, jadi sifatnya praktis,"
Selain pengembangan pendidikan dan peningkatan level keilmuan, perubahan bentuk tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan. Syamsul mengatakan, ke depan mahasiswa UNUMA tidak hanya berasal dari Tuban, tetapi juga dapat berasal dari kabupaten maupun provinsi lain melalui berbagai mekanisme.
"Yang ketiga ini soal akses, dimulai dari geografis mahasiswa nanti bukan hanya Tuban, tapi bisa dari kabupaten maupun provinsi lain dnegan beberapa mekanisme, baik melalui kerjasama, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),"
Dalam kegiatan penyerahan SK tersebut, turut hadir Kepala Kantor Kemenag Tuban Umi Kulsum, Pengurus PCNU Tuban, pengurus BPP IAINU Tuban, dan Senat.
Dari jajaran rektorat IAINU Tuban, selain Rektor Prof. Syamsul Huda, hadir seluruh Wakil Rektor, para Dekan, Kaprodi, Ketua Lembaga dan Unit, serta tenaga kependidikan (tendik) dan karyawan.
Diketahui, kampus IAINU Tuban saat ini telah memiliki empat fakultas. Fakultas Tarbiyah memiliki tiga program studi untuk strata satu, yakni Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta program S2 Prodi PAI.
Kemudian Fakultas Dakwah memiliki Prodi Manajemen Dakwah dan Psikologi Islam. Selanjutnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan Prodi Perbankan Syariah (PS), serta Fakultas Syariah dengan Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI).
Ke depan, jumlah fakultas maupun program studi di UNUMA bakal terus bertambah sebagai bagian dari pengembangan kampus setelah resmi beralih bentuk dari institut menjadi universitas.