Rusak Lagi, Jalan Tembusan Tuban-Bojonegoro Sering Dilintasi Dump Truk

Reporter: Muhammad Nurkholis

 

blokTuban.com – Baru dibangun pada awal tahun 2023, ruas jalan di Desa Menilo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, sudah rusak kembali dan sering membuat orang yang melintasi jalan tersebut terjatuh.

Kendaraan roda empat dan truk saat ini ketika hendak menuju ke Kabupaten Bojonegoro harusnya melewati jalur Soko – Parengan – Ponco. Sebab Jembatan Glendeng saat ini masih ditutup. Rencananya pada tahun ini jembatan penghubung Kabupaten Tuban dan Bojonegoro tersebut akan diperbaiki dengan anggaran Rp35 miliar pada tahun ini.

Namun penutupan jembatan yang sudah dilakukan dari tahun kemarin, menjadikan kendaraan-kendaraan roda 4 dan truk lebih memilih melewati jalan Desa Menilo. Akibatnya jalan di Desa Menilo mengalami kerusakan.

Menurut Misbach Ulum (26) salah satu warga di Desa Malino mengatakan, saat ini jalan yang baru diperbaiki pada awal tahun 2023 ini sudah mengalami kerusakan lagi akibat dilintasi dump truk.

“Seingat saya baru diperbaiki awal tahun mas, tapi saat ini sudah rusak lagi karena sering dilintasi dump truk,” ujar Misbach Ulum kepada blokTuban.com, Sabtu (11/03/2023).

Pria yang akrab disapa Ulum ini menambahkan bahwa seharusnya kendaraan dump truk tidak melintasi jalan desa tersebut, karena di sana juga banyak anak kecil yang sering bermain di pinggir jalan.

Selain itu seharusnya jalan alternatif menuju Bojonegoro bukanlah lewat Desa Menilo namun melewati jalur Ponco, bahkan terhitung di tahun 2023 ini sudah terdapat 4 kali kejadian orang terjatuh saat melintasi jalan ini karena kondisi jalan yang rusak sepanjang 4-5 meter ini.

Selain itu para pengendara truk juga acapkali saat melintasi jalan desa, para sopir mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi dan mengakibatkan jalan sering ditutup warga.

“Sering saya tutup sendiri mas, jalan yang masuk kampung saya,” tambahnya.

Untuk beberapa lubang yang ada di jalan desa tersebut,  saat ini sudah dipasangi peringatan oleh warga berupa kayu dan plastik untuk menghindari adanya korban yang terjatuh.

“Awalnya saya tanami pohon pepaya, namun karena tidak kuat lama jadi kita ganti dengan kayu dan plastik, agar lebih kuat dan kelihatan, dengan tujuan agar tidak terjadi lagi korban di jalan tersebut,” bebernya.

Harapan dari Ulum yaitu setelah ini ada tindakan agar kendaraan truk tidak lagi melintasi jalan desa dan kendaraan diarahkan ke jalan Ponco saja, serta jalan agar segera diperbaiki agar tidak mengakibatkan korban berikutnya.

blokTuban mencoba meminta tanggapan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR PRKP) Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi terkait kerusakan jalan ini namun ia belum memberikan jawabannya.[Nur/Dwi] 

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS