Kembali Sasar Pedesaan, Mobil INCAR Polres Tuban Rekam 558 Pelanggar dalam Sepekan

Reporter : Savira Wahda Sofyana

blokTuban.com – Kembali aktifnya Mobil Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR) di Kabupaten Tuban, sejak Rabu (12/10/2022) lalu, rupanya masih menjaring pelanggaran lalu lintas dengan jumlah yang tinggi.

Kaubinops (KBO) Satlantas Polres Tuban, IPTU Sampir Santoso, mengumukakan, kendati mobil yang dilengkapi dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tersebut, belum genap 10 hari beroperasi. Namun sudah berhasil merekam sekitar 558 pelanggar.

“Jumlah total penindakan INCAR sampai saat ini adalah 558 pelanggar,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh blokTuban.com, Jumat (21/10/2022).

Baca juga: Telah Diupdate, Minggu Depan Mobil INCAR Siap Beroperasi Kembali di Kabupaten Tuban

Menurutnya, pelanggaran masih didominasi oleh hal yang sama seperti beberapa bulan yang lalu, yaitu pengguna kendaraan roda dua yang tidak mengenakan helm.  

Pasalnya, untuk sementara mobil milik Satlantas Polres Tuban ini, hanya menyasar para pelanggar sepeda motor saja. Sedangkan untuk pengguna roda empat, masih menunggu update sistem berikutnya. 

“Sampai saat ini pelanggaran terbanyak didominasi oleh pelanggar yang tidak memakai helm,” sambungnya.

Selain itu, Perwira Pertama itu menambahkan, dalam operasionalnya, mobil INCAR tidak hanya berpatroli atau berhenti di jalan raya, yang rawan terjadi pelanggaran lalu lintas saja. Akan tetapi, INCAR juga kembali menyisir di wilayah pedesaan.

Baca juga: Mobil INCAR Tuban Masih Libur Panjang, Polres Kembali Gencarkan Tilang Manual

Hal tersebut, dilakukan oleh aparat penegak hukum dengan tujuan agar masyarakat kembali tertib, dalam berlalu lintas, baik dalam jarak tempuh jauh ataupun dekat. Pasalnya, selama mobil INCAR libur, kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas kembali turun.

“Sudah (menyisir ke desa-desa), dalam rangka agar masyarakat tertib berlalu lintas, dan mengurangi laka serta fatalitas akibat laka lantas,” jelasnya. 

Untuk diketahui, mobil INCAR tersebut sempat vakum kurang lebih selama tiga bulan, akibat pembaharuan sistem dari pusat. Diantaranya yaitu semakin banyaknya ruang penyimpanan server, sehingga dapat merekam pelanggaran lebih banyak. [Sav/Dwi]

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS