22:00 . Warga Bojonegoro Jadi Pemenang Lomba Kicau Nasional di Tuban, Burungnya Ditawar Rp100 Juta   |   21:00 . Desa Klotok Tuban Sukses Gelar Festival Layang-layang Nasional 2022   |   20:00 . Beruntungnya Punya Nama Agus dan Berakhiran Tie Dapat Nasi Kemerdekaan di Warung Tuban Ini   |   19:00 . Ratusan Burung 6 Jenis Ini Tampil Memukau di Lomba Kicau Nasional di Tuban   |   18:00 . 7 Rekomendasi Sewa Kostum dan Rias di Tuban Cocok untuk Karnaval Kemerdekaan   |   17:00 . Di bawah DKI Jakarta, Gubernur Khofifah Minta Pengusaha APINDO Pertahankan Iklim EKonomi Jatim   |   16:00 . Setelah Minyak Goreng Kemasan Turun, Hari Ini Sembako di Tuban Stabil   |   15:00 . Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda   |   14:00 . Lulus Predikat Membanggakan, 54 Siswa Permadani Tuban di Wisuda   |   13:00 . Kabar Baik, 4 Zodiak Berikut ini Hidup Berkelimpahan di Bulan Agustus   |   12:00 . Bediang Berujung Petaka, Warga Tuban Kehilangan Rumah, Kandang dan Tiga Kambing   |   11:00 . Dok! PA Kabulkan Dispensasi Nikah Santriwati Korban Pencabulan Anak Kiai di Tuban   |   10:00 . Jelang HUT RI ke-77 Tahun, Persewaan Kostum Karnaval di Tuban Kebanjiran Orderan   |   09:00 . Lirik Lagu FOREVER 1 - Girls' Generation/ SNSD - SMTOWN   |   08:00 . Ini Niat Puasa Sunnah Asyura 10 Muharram, Ketahui Keutamaannya   |  
Mon, 08 August 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Santriwati di Tuban Diduga Jadi Korban Pencabulan Putra Kiai Hingga Melahirkan, Orang Tua Takut Melapor

bloktuban.com | Friday, 22 July 2022 17:00

Santriwati di Tuban Diduga Jadi Korban Pencabulan Putra Kiai Hingga Melahirkan, Orang Tua Takut Melapor Ilustrasi. Santriwati di Tuban diduga menjadi korban tindak pencabulan anak kiai. (istimewa)

Reporter : Savira Wahda Sofyana 

blokTuban.com - Dugaan pencabulan kepada santriwati,yang terbilang di bawah umur berinisal M (14) terjadi di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban oleh anak Kiai. Akibat dari tindakan tersebut pada hari Selasa (19/7/2022), korban melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,90 kilogram. 

Diketahui, aksi tak senonoh itu dilakukan oleh AH (21) anak dari seorang kiai di kampung tempat tinggalnya. Bisa dibilang laki-laki tersebut anak  seorang tokoh masyarakat setempat. 

Terkait: Alasan Tukang Becak Cabuli Empat Perempuan di Tuban karena Iseng, Terancam Sembilan Tahun Penjara

Salah seorang tokoh masyarakat setempat yang berisial N, mengungkapkan jika peristiwa yang menimpa gadis malang tersebut mirip dengan kasus pencabulan oleh anak kiai yang terjadi di Kabupaten Jombang beberapa waktu lalu. 

Kendati demikian, hingga kini kedua orangtua korban hanya bisa terdiam karena tidak berani menuntut pelaku dan takut melaporkan kejadian yang menimpa anaknya tersebut. Pasalnya, pria yang diduga menjadi pelaku tindakan itu ialah putra dari seorang kiyai pemilik pondok pesantren atau lembaga pendidikan keagamaan. 

"Kasihan sekali, orangtuanya itu tidak berani lapor polisi, terus takut menuntut pelaku karena pelakunya itu anak kyai yang sangat dihormati warga kampung," ungkapnya pada blokTuban.com, Jumat (22/7/2022). 

Terkait: Sidang Perdana Guru Spiritual Tuban Didakwa Setubuhi dan Cabuli Tiga Anak

Selain itu, saat ini jika pihak dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban serta  petugas dari kecamatan juga telah melakukan kunjungan guna melihat kondisi dari korban. 

Akan tetapi, hingga kini pihak keluarga atau orangtua dari korban masih sangat trauma dengan kejadian yang mengakibatkan anaknya hamil dan melahirkan sebelum waktunya. 

"Orangtua korban mungkin syok melihat pelakunya juga tidak memiliki tanggungjawab atau beban kesahalan," ujar N.

Terkait: Rawan Asusila, Tabir Gubuk Cinta di Pantai Cemara Tuban Dibongkar Petugas

Dari data yang didapatkan, korban merupakan santriwati dari ponpes milik orangtua yang diduga menjadi pelaku. Hal ini sendiri, bermula dari para santri yang diharuskan untuk menginap atau bermalam di Ponpes. 

"Semua santri harus bermalam dan tidur dibangunan semacam aula. Yang santri laki tidurnya di bawah dan yang perempuan tidur di lantai atas," jelasnya. 

Dalam hal ini, N ini juga menyampaikan jika aksi pencabulan tersebut terjadi pada saat korban sedang bermalam dan tidur di ponpes atau lembaga pendidikan keagamaan. Bahkan santri lain yang merupakan teman dari korban pernah melihat anak kiai yang diduga sebagai pelaku melakukan aksi bejatnya pada malam hari. 

Sementara salah seorang tetangga korban, yang berinisial S mengungkapkan bahwa adanya kasus pencabulan anak di bawah umur yang dialami oleh tetangganya tersebut sudah santer dibicarakan dan diketahui oleh masyarakat. 

Terkait: Haul Masyayikh Al-Hidayah Jenu Tuban Dihadiri Ratusan Santri dan Alumni

Namun kendati mengetahui hal tersebut, masyarakat enggan untuk berkomentar. Sebab, lelaki yang diduga sebagai pelaku tindak pencabulan itu adalah anak dari seorang tokoh agama di desa setempat. 

"Orangtua korban juga mungkin malu anaknya dihamilin, tapi orangtua pelaku juga sekarang menahan malu anaknya kiai kok gitu," paparnya. 

Dengan adanya kasus ini, maka S berharap agar ada penanganan dari aparat penegak hukum. Terlebih, kasus ini menimpa anak yang masih di bawah umur yang seharusnya mendapat perlindungan dengan baik dari semua pihak. 

"Aparat hukum seharusnya turun, kasihan korban, kan harusnya  mendapatkan keadilan atas apa yang menimpanya," imbuhnya.

Sedangkan dari pihak kepolisian sendiri, saat ini masih melakukan penyelidikan terkait adanya informasi dugaan tidak pencabulan terhadap seorang santriwati yang diduga dilakukan boleh anak dari seorang kiai yang saat ini sedang beredar di masyarakat. 

"Sedang ditindak lanjuti oleh penyidik sekarang," terang Kasatreskrim Polres Tuban, AKP M Ganantha. [Sav/Dwi]

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS 

Tag : Tuban, pencabulan di Tuban, Santriwati di Tuban diduga menjadi korban pencabulan anak kiai, bloktuban, santriwati, kasus pencabulan di Jombang



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 07 August 2022 15:00

    Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda

    Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda Setiap pagi hari sejak sebulan lalu, kita sering merasakan dingin. Rasa dingin terasa lebih kuat saat menjelang pagi hari. Hal tersebut merupakan tanda terjadinya masa pancaroba atau bisa disebut dengan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat