12:00 . Ukuran Bank Dunia, Ketimpangan Penduduk Tuban Rendah   |   11:00 . Ekonomi Tuban 2021 Naik 3,00 persen, Ini Penyebabnya   |   10:00 . Data Imunisasi Anak akan Tersimpan di Aplikasi PeduliLindungi   |   09:00 . Tak Layak untuk Ibadah dan Mengaji, Musala Al Ikhlas Desa Kaligede Akhirnya Direhab Satgas TMMD   |   19:00 . Halal Bihalal di Tuban, Sekum PP Muhammadiyah : Penyakit PMK Jangan Dianggap Remeh   |   17:00 . Gerindra Tuban Tancap Gas, Siap Antarkan Prabowo Subianto ke RI-1   |   16:00 . Libur Akhir Pekan, Yuk Intip Keseruan Anak-anak Bermain Air di Pantai Pasir Putih   |   14:00 . Pantai Semilir Tuban Punya Wahana Baru Banana Boat, Segini Tarifnya   |   13:00 . Ratusan Karya Seni Rupa Siswa Tuban Dipamerkan di Wisata Pantai Kelapa   |   12:00 . Jokowi Tegaskan Perang Tak Untungkan Siapapun, Mendag Fokus Pemulihan Ekonomi ASEAN   |   11:00 . Siap-siap! Vendor SIG Tuban yang Abaikan K3 Terima Skorsing   |   10:00 . Sepenggal Kisah Sumur Gemuling dan Lingga Yoni di Masjid Al-Falah Tuban   |   09:00 . Raden Santri, Kerabat Sunan Muria di Desa Cangkring   |   08:00 . Mendag Lutfi: Penguatan ASEAN Kunci Pertumbuhan Ekonomi Kawasan   |   16:00 . Jangan Takut Cepat Pudar, Begini Cara Mencuci Pakaian Hitam Agar Tetap Pekat dan Terlihat Baru   |  
Tue, 17 May 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Teuku Tegar dan Nabila, 2 Atlet Tuban yang Gagal Berangkat SEA Games Vietnam

bloktuban.com | Thursday, 12 May 2022 13:00

Teuku Tegar dan Nabila, 2 Atlet Tuban yang Gagal Berangkat SEA Games Vietnam Teuku Tegar atlet lompat galah yang memecahkan rekor di PON Papua. (Foto:Ali/blokTuban.com)

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Dua atlet asal Kabupaten Tuban gagal berangkat SEA Games ke-31 Vietnam. Keduanya adalah Teuku Tegar atlet lompat galah, dan Nabila Fafriliani Ardiyansyah atlet lompat tinggi. 

Tegar dan Nabila sama-sama dipanggil mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) Indonesia untuk ajang SEA Games Vietnam. Kendati demikian, mereka dipulangkan ke Tuban karena ada kebijakan khusus dari Kemenpora. Informasi awal, atlet yang dipastikan berangkat ke SEA Games adalah mereka mendapat emas di PON Papua. 

Informasi dari berbagai sumber, Nabila pulang lebih awal dibandingkan Tegar. Alasan yang diterima para atlet, bahwa yang berangkat SEA Games adalah mereka dipastikan mendapatkan Medali Emas. Sekaligus, yang dipulangkan adalah atlet yang belakangan baru dipanggil. 

Sembari menerima alasan tersebut, akan tetapi masih mengganjal di hati dua atlet Tuban itu. Mereka menyesalkan pemanggilan ke Pelatnas, kalau pada akhirnya tidak bisa ikut mengharumkan Indonesia di kancah Internasional. 

"Sedikit kecewa, tapi kami tetap menghormati keputusan Kemenpora," ujar salah atlet Tuban yang dipulangkan. 

Sementara itu, Kabid Olahraga Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Tuban, Arman Mitra kurang mengetahui alasan detail dari Kemenpora soal pemulangan atlet yang sempat ikut Pelatnas SEA Games Vietnam. Hingga sekarang belum ada surat resmi yang diterima Pemkab Tuban. 

"Info yang kami terima hanya perampingan. Soal kabar kekurangan dana, kami tidak berani berkomentar lebih jauh," ujar Arman kepada blokTuban.com, Kamis (12/5/2022). 

Diketahui, Nabila yang masih berusia 17 tahun bergabung di Pelatnas tertuang dalam surat pengurus besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang ditanda tangani Wakil Sekretaris Umum PASI, Sri Hastuti Merdiko. Selain Nabila, empat atlet lompat tinggi juga dipanggil yaitu dari Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. 

Di lain sisi, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menepis anggapan efisiensi atlet yang diberangkatkan pada SEA Games ke-31 di Vietnam bulan depan terkait masalah anggaran.

"Tidak ada urusan pemerintah tidak mampu dan lain sebagainya. Sekarang kita sedang menuju perbaikan mengubah paradigma. Sasaran utama kita Olimpiade sedangkan SEA Games dan Asian Games sasaran antara. Kita akan dorong bagaimana mereka bagus di SEA Games, bisa ke Asian Games, dan dia akan lolos kualifikasi (Olimpiade)," kata Menpora Amali seusai bincang santai di kantor Kemenpora, Jakarta dilansir dari MediaIndonesia. 

Baik Nabila maupun Teuku Tegar, prestasinya tidak perlu dipertanyakan lagi. Diantaranya Nabila sukses menyabet emas berkat lompatan 163 cm di Kejuaraan Nasional Atletik yang di gelar di Bogor, Jawa Barat tahun 2019. 

Tak hanya di nomor lompat tinggi, perempuan yang bercita-cita ingin jadi Prajurit TNI ini juga mendapatkan emas di nomor lompat jauh, dengan catatan baik, 5,30 cm.

Lompatan itu mengalahkan Nirmala asal Jawa barat yang hanya mampu menduduki peringkat kedua dengan lompatan 5,19 cm dan atlet asal Banten Rika Maelani di lompatan 5 ,03. 

Sedangkan Teuku Tegar, di ajang PON XX Papua tahun 2021 memecahkan rekor dengan melompat setinggi 5,15 meter. Lompatan Tegar tersebut mengalahkan atlet DKI. DKI lompatan pertamanya di 5.10 meter gagal. Pada lompatan kedua, di 5.15 meter Tegar berhasil dan DKI gagal lagi. Emas yang diraih Tegar merupakan emas pertama untuk Jatim di Cabor Atletik. [Ali]

 

Tag : Tuban, Kabupaten Tuban, SEA Games Vietnam, gagal berangkat, Teuku Tegar, Nabila, Atletik



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more