22:00 . Warga Bojonegoro Jadi Pemenang Lomba Kicau Nasional di Tuban, Burungnya Ditawar Rp100 Juta   |   21:00 . Desa Klotok Tuban Sukses Gelar Festival Layang-layang Nasional 2022   |   20:00 . Beruntungnya Punya Nama Agus dan Berakhiran Tie Dapat Nasi Kemerdekaan di Warung Tuban Ini   |   19:00 . Ratusan Burung 6 Jenis Ini Tampil Memukau di Lomba Kicau Nasional di Tuban   |   18:00 . 7 Rekomendasi Sewa Kostum dan Rias di Tuban Cocok untuk Karnaval Kemerdekaan   |   17:00 . Di bawah DKI Jakarta, Gubernur Khofifah Minta Pengusaha APINDO Pertahankan Iklim EKonomi Jatim   |   16:00 . Setelah Minyak Goreng Kemasan Turun, Hari Ini Sembako di Tuban Stabil   |   15:00 . Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda   |   14:00 . Lulus Predikat Membanggakan, 54 Siswa Permadani Tuban di Wisuda   |   13:00 . Kabar Baik, 4 Zodiak Berikut ini Hidup Berkelimpahan di Bulan Agustus   |   12:00 . Bediang Berujung Petaka, Warga Tuban Kehilangan Rumah, Kandang dan Tiga Kambing   |   11:00 . Dok! PA Kabulkan Dispensasi Nikah Santriwati Korban Pencabulan Anak Kiai di Tuban   |   10:00 . Jelang HUT RI ke-77 Tahun, Persewaan Kostum Karnaval di Tuban Kebanjiran Orderan   |   09:00 . Lirik Lagu FOREVER 1 - Girls' Generation/ SNSD - SMTOWN   |   08:00 . Ini Niat Puasa Sunnah Asyura 10 Muharram, Ketahui Keutamaannya   |  
Mon, 08 August 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pantangan Karnaval Berkuda Lewati Makam Desa Klotok, akan Lepas Kendali dan Ngamuk

bloktuban.com | Thursday, 05 May 2022 08:00

Pantangan Karnaval Berkuda Lewati Makam Desa Klotok, akan Lepas Kendali dan Ngamuk Ilustrasi karnaval berkuda. (Istimewa)

Reporter : Muhammad Nurkholis

blokTuban.com - Satu lagi cerita unik datang dari Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Umumnya, sebuah karnaval yang dimeriahkan iring-iringan rombongan yang berkuda akan lebih ramai dan menarik. Baik pesertanya menunggangi kuda langsung, maupun kereta kuda hias. 

Bagi pemilik kuda yang sudah meyakini cerita itu, tentunya akan memilih jalan lain dan menghindari makam di Desa Klotok. Bukan tanpa sebab, ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar bagi yang mempercayai kelebihan dari Makam Mbah Ngali Klotok. 

Kasi Pemerintahan Desa Klotok, Kusyaini kepada blokTuban.com, menjelaskan kuda yang berani melintasi area makam Mbah Ngali kerap lepas kendali dan mengamuk. Oleh sebab itu, pemilik kuda yang sudah paham akan memilih rute yang lebih aman meskipun agak jauh. 

Tak hanya soal kuda, pantangan juga berlaku bagi para peziarah. Mereka yang datang untuk berdoa, dilarang mengenakan pakaian seragam dinas lengkap. 

"Karena akan menyebabkan kesengsaraan bagi peziarah itu," ujar Kusyaini, Kamis (5/5/2022). 

Lanjut pamong desa ramah itu, bahwa Mbah Ngali juga memiliki peninggalan dan karomah yang masih membawa manfaat hingga saat ini yakni sebuah sumur. Konon, bagi yang mengambil airnya diyakini menjadi obat mujarab. 

Berdasarkan literatur buku sejarah Tuban terbitan tahun 1974 pengarang R. Irchamni dan selayang pandang Desa Klotok, bahwa Mbah Ngali disebut memiliki nama lain seperti Ali Mahmud Wijoyo dan Ali Syidin Panotogomo.

Mbah Kyai Ngali masyarakat Klotok menyebutnya, konon merupakan prajurit Mataram yang mengalami kekalahan perang dari Belanda. Mbah Ngali kemudian mengasingkan dirinya dan menyamar dari kejaran Belanda sembari menyiarkan Islam dan sampailah di Klotok. 

Sama dengan cerita yang diungkapkan Pemdes Klotok, bahwa konon dulunya warga Klotok sangat fanatik (kolot) dengan agama nenek moyang yaitu Hindu dan Budha dan Mbah Kiai Ngali terus berjuang berdakwah hingga tutup usianya dan dimakamkan di Dusun Lingit, Desa Klotok.

Secara geografis, Desa Klotok sebelah utara berbatasan dengan Desa Magersari, timur Desa Kedungsoko, barat Desa Bandungrejo, dan selatan berbatasan langsung dengan Sungai Bengawan Solo. [Nur/Ali] 

Tag : Tuban, Kabupaten Tuban, Desa Klotok, Makam unik, Mbah Ngali, kuda jingkrak



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 07 August 2022 15:00

    Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda

    Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda Setiap pagi hari sejak sebulan lalu, kita sering merasakan dingin. Rasa dingin terasa lebih kuat saat menjelang pagi hari. Hal tersebut merupakan tanda terjadinya masa pancaroba atau bisa disebut dengan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat