14:00 . Kasus Covid-19 Naik, Menko Marves Belum Berpikir Terapkan PPKM Darurat   |   13:00 . Kaya Akan Gizi, Perempuan Ini Sulap Olahan Ikan Tongkol Jadi Abon   |   10:00 . Cerita Pelaku UMKM Mempertahankan Bisnisnya di Tengah Pandemi   |   09:00 . Masih Banyak ODGJ Terlantar, Komunitas Resik Tuban Ingin Bantu Para ODGJ   |   08:00 . Didemo Pemuda Enam Desa, Ini Jawaban Pertamina Rosneft   |   07:00 . Terapkan Isi Piringku dalam Gizi Seimbang untuk Cegah Obesitas   |   20:00 . Kendalikan Omicron Tuban Buat Pamor Keris   |   19:00 . Dulu Warga Kampung Miliarder Kaya Raya, Sekarang Susah Makan Tak Punya Pekerjaan   |   18:00 . Beberapa Hari Nihil, Kasus Covid-19 di Tuban Naik 6 Orang Suspect Dalam Sehari   |   17:00 . Relaksasi Bisa Jadi Cara Penanganan Nyeri Ringan Tanpa Obat   |   16:00 . Juli, Kemenag Tuban Targetkan Anggaran Program Kerja Terealisasi 75 Persen   |   15:00 . Pemuda Kaliuntu Klaim Dapat Pesan Bernada Ancaman Sebelum Demo   |   14:00 . Demo Memanas, Kades Ring 1 GRR Marahi Pegawai Hingga Ancam Lapor Ahok   |   13:00 . Kapolres Tuban Minta Korban Penipuan Investasi Bodong Segera Lapor   |   12:00 . Petani Keluhkan Pupuk Subsidi yang Susah Didapatkan   |  
Wed, 26 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tren Adopsi Spirit Doll, Begini Menurut Psikolog

bloktuban.com | Friday, 07 January 2022 17:00

Tren Adopsi Spirit Doll, Begini Menurut Psikolog Ilustrasi boneka spirit doll. (www.google.com)

 

Reporter: Dina Zahrotul Aisyi

blokTuban.com- Belakangan ini, tren adopsi spirit doll atau boneka arwah tengah ramai diperbincangkan di sosial media. Banyak pro dan kontra dari masyarakat terkait fenomena tersebut, terlebih tren adopsi spirit doll diikuti oleh beberapa selebiritis.

Spirit doll sebenarnya sudah ada sejak dahulu, yakni sebuah boneka yang digunakan untuk melakukan ritual keagamaan atau hal-hal spiritual lain, seperti doa ataupun meditasi. Saat ini, spirit doll yang tengah ramai diperbincangkan adalah boneka menyerupai bayi dan dirawat seolah-olah mereka adalah mahluk yang hidup. Mereka diadopsi, diberi makan, diberi pakaian, dan diajak berbicara oleh orang yang mengadopsinya.

Dilansir dari tirto.id, Kumala Windya R, selaku psikolog mengungkapkan bahwa fenomena orang dewasa merawat spirit doll dan menganggap boneka tersebut hidup muncul karena kebutuhan untuk merawat sesuatu. “Orang dewasa tersebut mungkin memiliki kebutuhan untuk mengekspresikan emosinya dalam hal menyayangi atau merawat, istilahnya nurturance need,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia juga mengungkapkan, alasan lain merawat spirit doll bisa disebabkan karena kebutuhan meningkatkan kreativitas. Sebenarnya, merawat spirit doll juga menjadi salah satu terapi dalam psikologi, akan tetapi tetap perlu pendampingan langsung dari psikolog profesional.

“Jika orang dewasa bermain spirit doll dengan wajar, dalam artian mereka memahami tujuan dan kebutuhan emosinya, maka kebutuhan nurturance mereka di tahap dasar bisa terpenuhi,” jelasnya.

Namun, ia mempertegas apabila orang dewasa tersebut tidak mampu menyadari antara kenyataan dan imajinasinya, maka bermain spirit doll akan menyebabkan gangguan kejiwaan yang lain. “Terlebih jika sudah halusinasi, seperti mengungkapkan bahwa spirit dollnya bisa bergerak, bisa berbicara dan membisikkan kata-kata,” ungkapnya.

Dosen Psikologi Universitas Mercubuana Yogyakarta tersebut juga mengungkapkan gangguan yang lebih jauh apabila spirit doll diperlakukan secara berlebihan. Ketika pemilik spirit doll sudah memiliki ketergantungan pada bonekanya tersebut, mereka akan terganggu kestabilan emosinya jika spirit doll miliknya tidak ada dalam jangkauan. “Akan ada kemungkinan tumbuh perasaan insecure, menjauh dan menghindari orang lain, dan mulai tidak bisa mengerjakan tugas atau kewajibannya dengan baik,” tutupnya. [din/lis] 

 

 

Tag : Boneka, spirit, tren



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more