17:00 . Luka-Luka, Korban Tabrak Lari di Temandang Jalani Perawatan di RSUD   |   16:00 . Skateboard, Olahraga yang Digandrungi Para Pemuda Tuban   |   14:00 . Sedekah Sampah, Program untuk Didik Anak Peduli Daur Ulang Sejak Dini   |   14:00 . Pemuda Bandungrejo Meriahkan Hari Pohon Nasional dengan Pentas Musik dan Tanam Pohon   |   11:00 . Gus Syafiq: Jangan Samakan Muktamar dengan Pemilu, Sudahi Isu Pertikaian   |   07:00 . Manfaat Butterfly Hug bagi Kesehatan Mental, Efektif Redakan Stres dan Kecemasan   |   20:00 . PSHT Tuban Peringati HJT ke728 dengan Festival Pencak Silat   |   19:00 . Cegah Kerusakan Lingkungan, Komunitas Sobat Bumi Unirow Lakukan Ini   |   18:00 . Porkab VI Bawa Nilai Tambah bagi Pelatih Drum Band   |   17:00 . Tagana dan KSB Ronggolawe Adakan Lomba Mewarnai   |   17:00 . Tumbuhkan Kreatifitas di Era Digital, PBSI Unirow Tuban Gelar Pelatihan E-Mading Bagi Pelajar   |   16:00 . Alat Berat Bantuan Pertamina EP Sukowati Field Percepat Perbaikan Tanggul Avour yang Jebol   |   15:00 . Bupati Halindra Tantang Atlet Tenis Meja   |   14:00 . PTMSI Gelar Kejuaraan Tenis Meja Porkab VI Tuban   |   13:00 . Nyaris Tertimpa Warung yang Ambruk   |  
Mon, 29 November 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Hebatnya Dampak Musik pada Otak, Memulihkan Kondisi Otak yang Alami Kerusakan Neurologis

bloktuban.com | Saturday, 20 November 2021 07:00

Hebatnya Dampak Musik pada Otak, Memulihkan Kondisi Otak yang Alami Kerusakan Neurologis *Minum kopi sambil mendengarkan musik. (Elements Envato)

Reporter: -

blokTuban.com - Musik memiliki efek yang sangat kuat terhadap otak manusia. Menyanyi, memainkan alat musik, atau mendengarkan musik, telah terbukti mengaktifkan berbagai area otak yang mengontrol ucapan, gerakan dan kognisi, memori dan emosi. Seringkali semua itu aktif secara bersamaan.

Riset juga membuktikan bahwa secara fisik musik dapat meningkatkan materi otak, yang dapat membantu otak memperbaiki diri.

Bahkan, musik memiliki dampak yang bagus pada penderita masalah otak. Misalnya, ada bukti menunjukkan bahwa musik mampu membuat orang yang mengalami kerusakan otak dan kehilangan kemampuan bicara bisa bernyanyi saat musik dimainkan.

Efek kuat dari musik ini membuat peneliti ingin menyelidiki apakah musik dapat digunakan untuk mengobati banyak kondisi neurologis, seperti stroke, penyakit Parkinson, atau cedera otak. Salah satu pengobatan yang saat ini sedang diselidiki untuk digunakan adalah terapi musik neurologis.

Berdasarkan The Conversation, terapi musik neurologis bekerja hampir seperti fisioterapi atau terapi wicara, yang tujuannya untuk membantu pasien mengelola gejala sehingga bisa berfungsi dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Sesi terapi menggunakan latihan musik atau ritmis untuk membantu pasien mendapatkan kembali keterampilan fungsional. Misalnya, pasien yang belajar kembali berjalan setelah kecelakaan atau trauma mungkin berjalan mengikuti irama musik.

Sejauh ini, hasil terapi musik neurologis pada penderita stroke sudah menjanjikan. Pasien bisa memulihkan kemampuan mereka dalam berbicara, berjalan, dan menggerakkan anggota tubuh.

Para peneliti juga telah menyelidiki apakah terapi musik neurologis dapat mengobati gangguan gerakan lainnya, seperti penyakit Parkinson.

Hasilnya, terapi ini terbukti meningkatkan kemampuan berjalan dan mengurangi saat-saat kondisi "membeku" (ketidakmampuan melakukan gerakan fisik sementara yang tidak disengaja) pada pasien Parkinson.

Menurut peneliti doktor dalam Terapi Musik Neurologis di Universitas brighton, Inggris, terapi ini berhasil karena musik dapat mengaktifkan dan menyimulasikan begitu banyak bagian otak secara bersamaan.

Untuk pasien dengan kondisi neurologis, seringkali koneksi di otak yang menyebabkan masalah, bukan area tertentu pada otak itu sendiri.

Penelitian menunjukkan musik secara unik dapat membentuk koneksi baru di otak. Mendengarkan musik juga meningkatkan perbaikan neuron daripada aktivitas lain.

Mendengarkan buku audio juga sangat bagus karena dapat memicu otak untuk berfungsi lebih baik dan membangun koneksi baru.

Musik juga diyakini memiliki efek jangka panjang. Bahkam, peneliti yakin otak musisi sebenarnya terhubung secara lebih baik daripada orang yang tidak bermain musik. Ini mungkin penting bagi orang dengan kondisi neurologis, karena musik dapat membantu memperbaiki koneksi yang rusak seiring waktu.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more