21:00 . Susur Sungai, BPBD Tuban Temukan Titik Bantaran Sungai Bengawan Solo Longsor   |   20:00 . Satreskrim Polres Tuban Tetapkan FZ Sebagai Tersangka Kasus Investasi Bodong   |   19:00 . Kapalnya Terbakar, Nelayan Palang Telan Kerugian Rp85 Juta   |   18:00 . Sidang Kedua Terdakwa Sabu Hotel Mustika, Saksi Polisi Diperiksa   |   17:00 . Menko Airlangga: Ada Empat Poin Penting untuk Pengembangan UMKM 2022   |   16:00 . Sidang Perdana Guru Spiritual Tuban Didakwa Setubuhi dan Cabuli Tiga Anak   |   15:00 . Penduduk Miskin Bertambah, KNPI Tuban Tawarkan Solusi ke Dinsos   |   14:00 . Juknis BOP RA Tahun 2022 Disosialisasikan, Ini Kriteria Siswa Penerima Bantuan   |   13:00 . Mahasiswa PMII Menuntut Pemkab Tuntaskan Kemiskinan di Tuban   |   12:00 . Perahu Nelayan Tradisional di Tuban Kota Tenggelam   |   11:00 . Tahun 2022, Jutaan Kelompok Rentan Terima Bansos, Mensos Pastikan Optimalisasi Peran Pendamping Sosial   |   10:00 . Peluang Usaha di Era Kekinian - Tuban Digital Forum   |   09:00 . Belalang Goreng, Kuliner Unik dengan Kandungan Protein Tinggi   |   08:00 . Mendag: Mulai Hari Ini Harga Minyak Goreng Rp14.000   |   07:00 . Masuk Musim Penghujan, Orangtua Yuk Kenali Gejala Demam Berdarah pada Anak!   |  
Wed, 19 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Produksi Dumbek, Bisnis Keluarga Bertahan 20 Tahun

bloktuban.com | Wednesday, 03 November 2021 08:00

Produksi Dumbek, Bisnis Keluarga Bertahan 20 Tahun

Penulis: Fina Lailatul Fadhilah*

blokTuban.com - Dumbek adalah makanan tradisional Kabupaten Tuban, khususnya di Desa Kesamben Barat, Kecamatan Plumpang. Jajanan yang dibungkus dengan daun lontar dengan rasa manis dan lembut ini banyak diminati masyarakat. Bentuknya yang seperti terompet menambah keunikan tersendiri dari jajanan tradisional tersebut.

Salah satu pemilik usaha dumbeg di Kesamben Barat adalah Sukemi (48). Usaha dumbek tersebut sudah turun temurun di keluarganya dan sudah berjalan selama 20 tahun. Dalam menjalankan usahanya, Sukemi memiliki empat karyawan, dan jajanannya dibandrol dengan harga Rp1.000 - Rp2.000.

Dumbek sendiri terbuat dari tepung beras, gula merah, santan dan susu. Untuk pembungkusnya terbuat dari daun lontar. Untuk bahan pembuatan dumbek, Sukemi membeli di pasar terdekat dengan kualitas yang bagus.

"Lontar sudah ada yang ngirim, kalau gula sama kelapa beli di Pasar milih yang kualitasnya bagus soalnya gula juga harus yang asli, untuk tepung bisa selep (menggiling) sendiri," ujarnya ketika ditemui di rumahnya, Selasa (2/11/2021).

Sukemi menambahkan, perebusan dumbek membutuhkan waktu satu jam setengah. Setiap hari ribuan dumbek diproduksi di dapurnya, mulai dari yang dijual di pasaran sampai pesanan rumah. Terkadang sampai mengembalikan pesanan dikarenakan lontarnya tidak ada.

“Ribuan dumbek sehari mbak, soalnya ada yang dibawa ke pasar saja sekitar 1.000 biji,” imbuhnya.

Di Desa Kesamben tidak hanya Sukemi saja yang memproduksi dumbek, akan tetapi banyak orang yang memproduksi dumbek di sana. Supaya bisa tetap eksis dan bertahan, kuncinya adalah mempertahankan rasa.

“Alhamdulillah dari usaha ini bisa mencukupi kebutuhan kesehariannya sampai membiayai anak bersekolah,” tutupnya. [fina/mu]

*Penulis adalah Mahasiswi Magang, dan sekarang masih Semester 3 Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Unirow Tuban.

Tag : jajanan tradisional tuban, dumbek, jajanan dumbek tuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more