19:00 . Banjir Rob Terjang 5 Kecamatan, BPBD: Kami Lakukan Penanganan Sementara   |   18:00 . Sengketa Tanah di Desa Tuwiri Wetan, Ini yang Dilakukan Pengadilan Negeri Tuban   |   17:00 . Seniman Internasional Ikuti Pameran Drawing SMK TJP Tuban   |   16:00 . Bukan Kelas Inspirasi Biasa, Pimpinan Daerah Tuban Beri Motivasi 200 Siswa untuk Meraih Cita-citanya   |   15:00 . Razia Narkoba Dadakan, Petugas Malah Temukan Obeng hingga Baterai Milik Napi Lapas Tuban   |   14:00 . Tidak Ada Tanggul Pemecah Ombak, Gelombang Tinggi Rusak Rumah Warga Pesisir Tuban   |   13:30 . Kondisi Banjir ROB Tuban   |   13:00 . Indonesia dan Jepang Bahas Pengembangan Ekonomi Kawasan, Apa Goalnya?   |   12:00 . Begini Cara Polres Tuban Kembalikan Kondisi Psikologis Anggotanya Pasca Ops Ketupat Semeru   |   11:00 . Pulihkan Ekonomi Dunia, Mendag Serukan Kembali ke Perdagangan   |   10:00 . BMKG Tuban Imbau Masyarakat Tidak Beraktivitas di Pesisir Pantai!   |   09:00 . Banjir Rob Terjang Pesisir Kabupaten Tuban, BMKG Prediksi Hingga 25 Mei   |   08:00 . Hati-hati! Orang Dewasa Muda Dengan Pradiabetes Lebih Besar RIsiko Alami Serangan Jantung   |   18:00 . Perlu Sinergi Indo-Pasifik dengan ASEAN BANGKOK   |   17:00 . 333 Warga Nahdliyin Tuban yang Kesulitan Membaca Dapat Kacamata Gratis   |  
Wed, 25 May 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Hobi Koleksi Kaktus dan Sukulen, Kini Jadi Peluang Bisnis

bloktuban.com | Tuesday, 02 November 2021 19:00

Hobi Koleksi Kaktus dan Sukulen, Kini Jadi Peluang Bisnis Artika tengah memamerkan Kaktus dan Sukulen koleksinya. (Foto: Dina AZ

 

Reporter: Dina Zahrotul Aisyi

 

blokTuban.com- Beberapa tahun belakangan ini tanaman Kaktus mini dan Sukulen kembali populer di kalangan masyarakat, terlebih saat Pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia. Selama pandemi, banyak masyarakat yang memulai hobi-hobi baru untuk mengisi kekosongan di rumah. Salah satunya adalah mengoleksi tanaman Kaktus dan Sukulen.

 

Bentuk kedua tanaman yang cendurung mini tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta tanaman, seperti halnya Artika Yutlanti. Ia mulai mengoleksi Kaktus mini dan Sukulen sejak satu tahun lalu saat pandemi. Awalnya Ia hanya membeli satu dua kaktus, kemudian karena melihat gambar-gambar Sukulen yang dijual, maka tertarik juga untuk membeli.

 

Kemudian, seiring berjalannya waktu koleksi pribadinya yang semakin banyak namun dengan keterbatasan tempat. Akhirnya Ia memutuskan untuk menjual beberapa Kaktus dan Sukulen yang telah dirawatnya secara online.

 

“Sebenarnya nggak ada niatan untuk bisnis. Kebetulan saya hobi aja beli dan merawat tanaman, jadi ada beberapa yang memang hanya untuk koleksi pribadi,” ujarnya saat ditemui blokTuban.com pada Selasa (2/11/21).

 

Perempuan asal Kota Madiun, Jawa Timur tersebut mengaku mengambil stock-stock Kaktus dan Sukulen dari petaninya langsung. “Saya ambil dari Bandung, belinya juga secara online. Awalnya saya coba dulu satu persatu yang jual kaktus dan sukulen. Kita harus pinter-pinter nyari, soalnya kebanyakan yang dari Bandung itu sesama seller jadi kalau dijual lagi bisa makin mahal harganya,” jelasnya.

 

Selain dari Bandung, sebenarnya Tika sapaan akrabnya juga membeli Kaktus dari berbagai tempat, bahkan pernah mengimpor dari Korea. Hanya saja, untuk Kaktus-Kaktus yang impor dan susah didapatkan tidak dijualnya. “Soalnya proses nyarinya susah, merawatnya di sini juga susah karena harus adaptasi dulu, apalagi cuaca Tuban ini panas, jadi risiko matinya gede dan sayang untuk dijual,” tuturnya.

 

Jenis Kaktus dan Sukulen yang dijual Tika adalah yang memiliki harga-harga murah untuk target pasar. Meskipun hampir mirip, Kaktus dan Sukulen adalah jenis tanaman yang berbeda, serta memiliki harga jual yang berbeda pula. Sukulen lebih murah dibandingkan dengan Kaktus. Harga sukulen yang dijualnya mulai dari Rp15.000, dan untuk Kaktus paling murah Rp30.000 tapi dengan ukuran kecil.

 

“Tergantung jenis juga, kalau yang perawatanya semakin susah dan jenisnya langka maka semakin mahal harganya,” ungkapnya.

 

Sebelum Pandemi, menurut Tika harga Kaktus dan Sukulen terbilang murah, akan tetapi sejak kembali populer dan peminatnya semakin banyak, harga jualnyapun ikut meningkat. Pemasaran yang dilakukan Tika juga hanya berfokus di online, melalui instagram @plantis_cactus, serta e-commerce seperti shopee dan tokopedia. Menurutnya jika berjualan secara online maka target pasarnya semakin luas dan tidak terbatas di Kabupaten Tuban saja.

 

“Untuk tanaman yang ukurannya kecil dan harga segitu mungkin terhitung mahal di Tuban, jadi pelanggan saya memang kebanyakan dari luar kota, paling banyak Jakarta,” jelasnya.

 

Perempuan 30 tahun tersebut juga menambahkan bahwa ketika dijual secara online para pembelinya adalah orang-orang yang memang memiliki hobi untuk koleksi tanaman, sehingga harga yang dipatoknya tersebut terbilang wajar dan sesuai harga pasar.

 

Tika juga mengaku bahwa tidak menargetkan tanamanya harus laku terjual karena memang hobi untuk koleksi, sehingga untung yang diambilnyapun tidak seberapa banyak, berbeda dari seller yang memang berjualan untuk bisnis saja.

 

“Yang penting aku suka, aku rawat bener-bener kalau ada yang mau beli ya sudah aku lepas. Makanya kadang yang aku masih seneng banget sama Kaktus atau Sukulennya nggak aku jual dulu,” paparnya.

 

Meskipun begitu, Ia juga mengaku bahwa untung yang didapatkan dari hasil penjualan lumayan menghasilkan, apalagi di kala pandemi. Tanaman Kaktus dan Sukulen miliknya juga tidak langsung dia jual tapi dirawat dulu.

 

“Aku nggak berani langsung jual karena harus dilihat dulu, takutnya ada yang busuk-busuk. Jadi memang harus ditreatment dulu, setidaknya akar-akarnya itu sudah kuat,” pungkasnya. [din/col]

 

 

Tag : Hobi, koleksi, bisnis



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more